
20 Agustus 20××
Jam 08.40 pagi
Seorang wanita cantik namun berpakaian seperti pria masuk ke halaman gedung kampus Universitas New York.
Wanita itu adalah Elvina Joseph Stefanus yang sedang mengantikan kembarannya, Melvin Joseph Stefanus untuk kuliah tahun ajaran kedua.
Elvina Joseph Stefanus memiliki wajah yang cantik, tubuh yang ideal tinggi 170, kulit putih bersih, rambut hitam yang dulunya panjang sekarang harus pendek.
"Gedung yang bagus, semoga lancar" ucap Elvina masuk ke dalam gedung dan berjalan, melihat sekeliling mencari ruang kuliah yang akan tempuh pagi ini.
"Sepertinya ini tempatnya" ucap Elvina membuka pintu
Dia melihat sekeliling, bangku-bangku sudah mulai di penuh oleh mahasiswa lainnya.
Lantas dia menaiki anak tangga untuk duduk di bangku belakang, saat berjalan para wanita melihat ke dirinya sambil berbisik-bisik
"Melvin makin gantengnya" bisik wanita
"Ia sudah tak bertemu semenjak, libur semester dia tambah gagah" timpah teman wanita tadi
Elvina hanya diam dan berjalan tanpa melihat mereka, pura-pura tak mendengar ucapan mereka
Elvina naruh tasnya dan duduk di barisan nomor tiga dari belakang tanpa menyadari di belakangnya ada seorang pria tampan yang populer di kampus
__ADS_1
Dia adalah Mark Carlos Christopher, penerus perusahan tersebesar di New York membuat dia menjadi incaran para wanita belum lagi bentuk tubuh yang sempurna dan wajah yang tampan menambah kesempurnaan dirinya
"Liat-liat Melvin dan Mark duduk berdekatan seperti itu menjadi ruang kelas ini makin indah" ucap wanita tadi
"Aduh aku tak bisa memilih antar mereka dua, kenapa Tuhan menciptakan pria-pria itu dengan sempurnanya namun tak bisa aku miliki" ucap temannya
Para wanita ribut melihat Elvina duduk di depan Mark, tak berapa lama dosen masuk ke kelas dan mengajar
Jam 10.50
Mahasiswa keluar ruang kelas dan ribut, Elvina sedang merapikan buku-buku lalu memasukkanya ke dalam tas.
Saat dia berdiri Mark menabraknya dari belakang membuat Elvina hampir terjatuh namun Mark sempat menahannya
"Aahh.... Maaf saya tak sengaja". ucap Mark sambil memegang tangan Elvina
"Baiklah kalau gitu saya duluan bro". ucap Mark berlalu menurunin anak tangga
Elvina berjalan hendak keluar dari kelas namun di halang oleh seorang wanita cantik
"Melvin hari ini sibuk tidak?". tanya Diana seorang wanita cantik, yang mengejarnya Melvin setahun ajaran pertama namun Melvin tak menganggapnya
"Aku sibuk, aku pergi dulu" ucap Elvina berusaha cuek sesuai ajaran kakaknya jika bertemu dengan Diana
"Iihhh Melvin kok kamu semakin cuek sih sama aku, kita sudah lama tak bertemu". ucap Diana sambil menggandeng tangan Elvina
Elvina kaget dan risih tangannya di pegang, ia berusaha melepaskannya
__ADS_1
"Maaf ya aku tak ada waktu untukmu". ucap Elvina pergi
"Melvin......." teriak Diana mencari Elvina yang sudah keluar dari kelas
"Iiihhh cepat banget hilangnya dia". ucap Diana melihat sekeliling tapi tak menemukan Elvina
Sementara itu di ruang kecil bawah tangga Elvina sedang sembunyi, ia tak menyadari bahwa Mark ada di sampingnya saat Elvina menoleh dia kaget dan teriak.
"Aaaa.... kau". teriak Elvina
Tangan Mark langsung menutup mulut Elvina
"Ssssstttttt.... nanti mereka akan menemukan kita".
Berapa saat kemudian ada suara para wanita tak jauh dari tempat mereka sembunyi
"Kemana pergi Mark tadi". ucap wanita 1
"Aku lihat tadi dia ke arah sini". ucap wanita 2
"Coba kita naik ke atas siapa tau dia naik ke atas" ucap wanita 3
Saat mereka naik ke atas dan keadaan mulai hening dan tenang, Mark tak sadar tangannya masih menutup mulut Elvina, Mereka saling bertatapan.
(Mata yang indah) batin Mark melihat matanya Elvina
Elvina melepas tangan Mark dan bergerak keluar dari tempat sembunyi mereka tadi
__ADS_1