Cinta Dua Arah

Cinta Dua Arah
Percaya


__ADS_3

Sore harinya


Elvina merasakan tubuhnya berat seperti di tindih, ia bergerak tersadar, membuka matanya, betapa kagetnya ia melihat Mark memeluk dirinya


"Astaga Mark kenapa kamu ada di kamarku?" tanya Elvina mengankat tangan Mark


"Hhhhmmm aku masih ngantuk tidur lagi Vin" ucap Mark mengeratkan pelukkannya


"Mark...... berat aaaww, minggir Mark...., kepala ku sakit dan perut ku juga lapar " ucap Elvina


Mark langsung melepaskan pelukkannya dan duduk lalu mengambil hpnya dan melakukakan panggilan


"Antar makanan ke rumah Melvin, dan cepat" ucap Mark mengahkir panggilannya


Elvina bangun duduk sambil memegang kepalanya


"Jangan bangun Vin kalau masih sakit" ucap Mark hendak menbaringkan Elvina lagi


"Badan ku pegal Mark, dan aku baik-baik saja" ucap Elvina tersenyum


"Jangan pura-pura lagi aku bosan melihatmu tersenyum menutupi semuanya" ucap Mark dengan nada tinggi


Elvina terdiam kaget kebingungan


"Jangan tersenyum palsu lagi padaku, aku butuh penjelasan, dan ceritakan apa yang kau rasakan supaya bedan di hatimu itu berkurang" ucap Mark memegang wajah Elvina


"Hehehe pasti Luxas yang bercerita sesuatu padamu"


"Ia tapi ceritanya masih tak jelas dan dia juga sudah pergi ke kantor polisi, sebenarnya ada apa Vin?" tanya Mark melepaskan tangannya


Elvina terdiam sesaat, lalu mengambil nafas panjang


"Sebenarnya ada 3 orang yang menganggu Zaskia kemaren dan salah satu dari mereka meninggal karna aku" ucap Elvina dengan nada sedih

__ADS_1


"Melvin...." ucap Mark memegang tangan Elvina


"Aku merasa jadi pembunuh Mark" suara Elvina bergemetar ketakutan


"Kau tak pembunuh Vin, aku juga akan menghajar mereka sampai mati semua jika melihat hal itu terjadi, jadi ini bukan salahmu"


Elvina memeluk Mark, "kau tau Mark aku seharian ini tergangu memikirkan itu dan di tambah lagi melihat kau di memeluk wanita aku jadi lepas kendali"


"Tolong pake kata yang benar aku tak memeluknya tapi dia yang hendak memelukku" Mark membalas pelukkan Elvina dan mengelus rambutnya


"Tunjukkan semua jati dirimu hingga tak ada lagi rahasia dan bedan di hatimu Vin, aku siap membantu menanggungnya"


"Aku mencintaimu Mark" ucap Elvina pelan


"Haaah apa? Katakan lagi Vin aku tak mendengarkannya" ucap Mark tersenyum bahagia ahkirnya Elvina menyatakan perasaannya


"Tidak ada tayangan ulang jadi salah sendiri kenapa tak mendengarkan" ucap Elvina melepaskan pelukkannya dan menghadap ke Mark


"Maaf aku belum bisa mengceritakan semuanya baik beban maupun rahasiaku, tapi bisakah kau percaya padaku" ucap Elvina tersenyum


"Jahat sekali sih aku sudah tersenyum manis malah di bilang palsu" ucap Elvina kesal


Tiba-tiba Mark menarik wajah Elvina dan mencium bibirnya, sontak mata Elvina membulat, kaget


Mark melepas ciumannya dan berkata "ia memang manis" ucap Mark tersenyum


Seketika wajah Elvina memerah, ia merasa antarkan kesal dan senang


"Tau ah terserah kamu saja" ucap Elvina turun dari kasur dan keluar kamar


"Eehh kok marah sih Vin bukannya katamu tadi senyuman manis jadi aku perlu merasakan dulu benar-benar manis tidak" ucap Mark mengejar Elvina keluar kamar


Di ruang tamu Luxas sudah duduk dan meja penuh makanan

__ADS_1


"Ahkirnya kalian keluar, tadi ada orang berdiri di depan rumah membawa makanan katanya tuan Mark yang memesannya jadi aku ambil dan aku siapkan, ayo makan" jelas Luxas


"Ia Lux, ayo kita makan sama-sama saja" ucap mark duduk sofa


Elvina hanya diam dan makan, dia sangat kelaparan, mereka makan di ruang tamu dengan tenang


"Maaf tuan Melvin besok anda harus konsul ke dokter Karin" ucap Luxas di sela-sela makan


"Sudah aku bilang jangan panggil aku tuan kalau diluar" ucap Elvina


"Eeehh maaf Vin kebiasaan yang tak bisa di ubah" ucap Luxas tersenyum


Mark merasa heran dan bertanya


"Kalian kok bisa dekat ada apa? Dan perusahan apa yang di kelola keluargamu Vin, tadi Luxas cerita dia masuk ke perusahaanmu dalam umur 13 th"


Elvina langsung terdiam dan memasang wajah bingung "Hhhmmm aku bingung mulai cerita dari mana" ucap Elvina meletakan sendoknya dan mematap Mark


"Luxas ini ada prajurit terlatih di perusahaan ayah ku, apa kamu pernah mendengar pembunuh bayar, pengawai eksklusif atau semacam mata-mata"


"Maksudnya Vin" tanya Mark kebingungan


"Perusahan keluargaku memiliki 2 cabang. satu perusahan yang tampak dari luar dan satunya lagi tak terlihat, singkat ceritanya kami memiliki pelatihan khusus menjadi semacam tentara bayaran"


"Melvin kenapa kau ceritakan hal itu rahasia" ucap Luxas


"Hhhmmm tenang aku rasa Mark cukup bisa di percaya" ucap Elvina tersenyum dan melanjutkan makannya


Mark tersadar


"Aaahh pantas saja kau sangat kuat, dan cepat, apa kau juga ikut pelatihan itu?" tanya Mark dengan wajah semangat


"Bukan hanya mengikuti tapi dia siswa terbaik saat pelatihan" jawab Luxas

__ADS_1


Elvina hanya terdiam dan minum


__ADS_2