
Mereka bertiga sibuk bermain sampai tak sadar hari sudah malam
"Aahhh kalah terus, kau hebat sekali Mark" ketus Jonata kalah tanding
"Kau saja yang payah Jon" ucap Elvina sambil meminum birnya
"Kau sendiri kan kalah Vin"
"Itu gara-gara stikmu error Jon" ucap Elvina tak mau kalah
"Ya sudah lah" Jonata mengambil bir lagi dan ternyata habis
"Bir dan snack ya habis, aku keluar beli dulu ya, dan Mark kalau tak boleh pulang sebelum aku menang darimu" jawab Jonata bangun dan bersiap pergi
Mark hanya tertawa
"Ayo Vin, main lagi kita" ajak Mark
"Aku pergi dulu ya" pamit Jonata
"Ia hati-hati"
"Baiklah Mark kali ini aku akan menang darimu" Elvina duduk di lantai samping Mark
"Aku tak mau stik bekas Jonata, tukar Mark"
"Tidak mau, pakai saja itu Vin" tolak Mark
"Tidak mau, aku mau pake stik yang kamu pake" Elvina berusaha merebutnya
"Tidak mau Vin, kau pake saja stik itu"
Mereka saling merebut stik, Mark meninggikan tangannya, Elvina tak sampai hingga ahkirnya Elvina hilang keseimbangan dan jatuh di atas Mark
Wajah mereka sangat dekat, mata mereka bertemu, bibir hampir bersentuhan bahkan nafasnya bersatu tapi tak begitu lama Elvina sadar dan langsung duduk kembali
"Maaf aku terjatuh" ucap Elvina dengan wajah Merah karna malu
__ADS_1
(Kenapa aku bisa jatuh di atas ya, aduh jantung tolong berhentilah, jangan ribut) batin Elvina
"Mark kau tak kenapa kan, apa ada yang sakit maaf aku terjatuh" ucap Elvina berusaha bersikap normal
Mark tak menjawab dia malah duduk dan mendekatkan wajahnya ke wajah Elvina
Elvina berusaha menghindar namun tangan Mark menahan pergerakkan kepala Elvina dan menariknya mendekat
Mark mencium Elvina
Bibir merasa bersentuhan, Elvina kaget terdiam tapi tak melawan
Tak lama kemudia Mark mengisap bibir Elvina mencoba membuka mulut Elvina mengubah ciuman itu menjadi saling menghisap, dan anehnya Elvina menikmati ciuman itu Elvina terlena entah karna mabuk bir atau memang dia memiliki rasa sama Mark.
(Elvina sadar, kau sekarang menyamar sebagai kak Melvin bangun) pikiran Elvina berusaha menolak tapi tubuh Elvina tak memberi respon seolah-olah ada setan yang masuk ke tubuhnya
Detik menjadi menit ahkirnya Mark melepas ciuman itu dan Elvina mencari nafas
"Aahh, Vin maafkan aku" ucap Mark sadar melihat Elvina ngos-ngosan mencari udara
Elvina tak menjawab ia hanya menunduk terdiam
Saat Elvina hendak menjawab tiba-tiba pintu rumah terbuka
"Aku datang ayo kita berpesta aku belikan lebih banyak bir" ucap Jonata masuk ke dalam rumah
"Eehhh kalian berdua kenapa?" Tanya Jonata heran melihat Mark dan Elvina duduk berhadapan
"Aku pulang dulu, maaf Jon aku ada kesibukkan" Mark bangun mengambil tasnya dan pergi
"Eehh kok pergi Mark, gimana tanding kita?" Ucap Jonata melihat Mark pergi
Jonata mendekat ke Elvina yang masih terdiam termenung memikirkan apa yang terjadi
"Vin apa yang terjadi, kalian dua ada apa, Mark kok sepertinya ketakutan, kau marahin ya" ucap Jonata sambil duduk di dekat Elvina
Elvina tak menjawab hanya terduduk diam memegang bibirnya
__ADS_1
"Jon minta birnya"
"Aah.. ia ini Vin, ada apa Vin?" Tanya Jonata lagi karna tak mendapatkan jawaban
Elvina tak menjawab malah meminum bir kaleng itu sampai habis lalu bangun memakia jaketnya dan mengambil tas nya
"Aku pulang dulu Jon, badanku tiba-tiba gk enak" ucap Elvina sambil berjalan menuju pintu
"Eeehhh ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi" teriak Jonata melihat Elvina pergi
"Ada apa dengan mereka berdua, sayang rumah ku ini tak ada cctv" ucap Jonata membuka kaleng birnya
Sementara itu Mark sudah duduk di dalam mobil jemputannya
"Aarrghh kenapa aku melakukannya" ucap Mark mengusap wajah
"Ada apa tuan muda?" tanya supirnya
"Tidak apa-apa, cepat aku merasa tak enak badan" perintah Mark ke supirnya
"Baik tuan muda" jawab supirnya
Sementar itu Elvina sudah sampai di rumah langsung masuk ke kamar dan menangis
"Kenapa aku tak bisa menolak ciuman Mark tadi" ucap Elvina menangis di atas kasur
"Bagaimana ini, kalau sampai kakak Melvin tau aku harus jawab apa, atau sampai identitas ini terbongkar sebelum urusan kak Melvin selesai bagaimana"
Elvina semakin menjadi-jadi menangis kebingungan dan ahkirnya tertidur karna kecapean
Sementara itu Mark sedang mandi membersihkan dirinya
"Apa yang sudah aku lakukan" ucap Mark sambil memakai anduk dan keluar dari kamar mandinya
"Apa yang salah dengan diriku, apa aku terlalu membenci wanita sampai aku bisa menyukai pria" Mark berpakaian
"Bibirnya sangat manis" Mark memegang bibirnya dan mengingat kejadian tadi
__ADS_1
Mark berbaring di kasur dan mengingat semua kejadian yang berkaitan dengan Elvina, entah apa yang Mark rasakan dia merasa nyaman dekat Elvina, Mark selalu ingin berada di dekat Elvina dan saat Mark melihat Elvina tersenyum kepadanya jantung Mark berdetak cepat
"Apa aku benar-benar jatuh cinta kepada seorang pria? Kalau benar hal itu terjadi itu bisa di terima oleh Melvin" ucap Mark sambil menutup matanya