Cinta Dua Arah

Cinta Dua Arah
Rumit


__ADS_3

"Aaarrggghhh..... gila.... gila.... bagaimana ini bisa terjadi, aduh kalau sampai kakak Melvin tau aku harus bagaimana.." ucap Elvina mengigit kukunya


Tiba-tiba hpnya berdering, Elvina melihat layar hpnya, "Astaga baru bilang dia sudah menelponku, aduh harus ngomong apa"


Panggilan pertama tak di angkat, lalu hp Elvina berbunyi lagi, Elvina menarik Nafas panjang lalu mengangkat panggilan itu


"ELVINA.......Dasar anak nakal apa yang kau lakukan" teriak Melvin membuat Elvina menjauhkan hpnya dari telinganya


"Hallo kakak ku yang tampan, Apa kabar bagaimana perkerjaanmu sudah selesai belum?" Sura Elvina lembut


"Jangan coba-coba merayuku, kamu merusak citraku di kampus, kau tau aku sedang di pesawat sekarang rasanya ingin aku putar pesawat ini dan menjemputmu pulang" ucap Melvin kesal


"Eehhh kak hati-hati ya dijalan, kakak tenang saja aku akan memperbaikin citra kakak kok, eehhh sudah dulu ya kak ada jam masuk, hati-hati selamat jalan" ucap Elvina mematikan telponnya


Elvina langsung bernafas


"Kenapa jadi makin rumit masalahnya, padahal tinggal sebentar lagi urusan ini, aku akan kembali kehidupanku yang normal" guman Elvina sambil mengigit kuku ibu jarinya


Tiba-tiba tangannya di tangan Elvina di tarik


"Aku mencarimu ke mana-mana, kau malah di sini mengigit jarimu lagi" ucap Mark


"Mark kita perlu bicara, ayo kita tempat sepi dulu ada yang ingin aku sampaikan"


"Ada apa Vin? kau tak ingin macam-macam kan" ucap Mark


"Sudah ikut saja, ayo masuk ke mobil kita pergi dari kampus dulu"


Elvina dan Mark pergi kesebuah taman yang cukup sepi tak jauh dari kampus, mereka duduk dibangku taman.


"Mark aku ingin kita berjauhan dulu sampai gosip ini hilang" ucap Elvina


"Maksudmu Vin?" tanya Mark kebingunan


"Kita harus jaga jarak dulu ya kalau di kampus" jawab Elvina

__ADS_1


"Kenapa aku rasa, kau seolah-olah tidak mau ada yang tau hubungan kita" Mark mulai kesal


"Mark tolong mengerti aku, aku mohon kali ini saja"


"Vin aku sudah selalu bersabar dan mengcoba mengerti kamu, tapi tolong jelaskan dulu alasan kenapa harus di rahasiakan hubungan ini" Mark marah


"Mark untuk saat ini aku gak bisa bilang, tapi percayalah aku serius dengan hubungan ini"


"Heehe, kenapa aku rasa....."


Ucapan Mark terpotong karna ada 3 orang berjas hitam datang mendekat ke mereka,


"Siapa kalian?" tanya Mark heran


"Maaf tuan muda Mark harus pulang, tuan besar sudah menunggu dirumah" ucap salah satu dari mereka


"Aku tak ingin pulang, ayo Vin kita pergi" ucap Mark bangun dan menarik Elvina


"Maaf tuan jika tuan tidak ingin ikut dengan tenang maka kami akan memakai kekerasan" ucap Mereka menghalangi Mark pergi


"Kamu nyuruh ku pergi Vin" ucap Mark marah


"Bukan seperti itu Mark kenapa kau selalu salah paham" ucap Elvina kesal


"Oke aku akan pulang, dan ingat Melvin urusan kita belum selesai" ucap Mark pergi dan para pengawalnya mengikutinya


Elvina hanya terdiam melihat hal itu dan kembali duduk


"Kenapa masalahnya semakin rumit" guman Elvina


Sekitar 20 menit, Mark sampai di rumah dan masuk ke rumah dengan wajah marah


"Kau sudah pulang" sapa bunda Ros


"Hhhmmm ada apa kenapa sampai menyuruh pengawal menjemputku?" tanya Mark

__ADS_1


Saat bunda Ros mau menjawab, seorang pria yang duduk di sofa berkata "Aku yang menyuruh mereka menjemput orang yang membuat malu keluarga Christopher"


Mark langsung tersenyum miring "emang apa yang telahku lakukan?"


"Rossa tolong pergi dari sini" perintah pria itu


"Baik tuan besar" ucap Bunda Rossa pergi


"Kenapa kau selalu membuat bundaku pergi"


"Aku tak pernah membuat bundamu pergi darimu" tolak Daniel.


Daniel Heafen Christopher adalah Ayah dari Mark, pemimpin perusahan Christopher, orang yang arogan dan dingin


Mark hanya diam berdiri tak menjawab apa pun, lalu ia mulai mengerakkan kakinya hendak pergi


"Jangan membuat nama keluarga malu, cepat ahkir hubunganmu dengan dia" ucap Daniel menghentikan langkah Mark


"Ini kehidupanku, apa urusanmu" jawab Mark


"Kau adalah penerus keluarga Christopher, jangan membuat aib untuk keluarga" ucap Daniel dengan nada ditekan


"Aib???? Jadi aku adalah aib bagi keluarga ini" Mark meremas tangannya


"Jangan kau pikir, aku tak tau apa yang kau lakukan, kenapa kau harus menyukai pria di dunia ini banyak wanita yang cantik tapi kamu malah menyukai pria yang berasal dari keluarga Stefanus, APA KAU SUDAH GILA" teriak Daniel menggelegar di ruang tamu


"Aku tak peduli, dan tak mau tau"


"Jika kau masih mempertahankan dia, keluar dan lepaskan nama Christopher dari namamu"


"Kau pikir aku takut, aku bisa hidup tanpa ada nama itu"


"Kau hanya lah anak manja yang tak tau betapa kerasnya dunia luar"


Mark marah, ia menendang pintu rumah lalu keluar dengan jalan kaki.

__ADS_1


__ADS_2