
Sementara itu Elvina sedang menjawab pertanyaan kakaknya dengan nada ketakutan
"Elvina aku dengar kau kemaren ke rumah Mark, kamu ngapain ke sana" tanya Melvin
"Eeehhh itu kak, Mark tak turun ke kampus hampir satu minggu" jawab gugup Elvina
"Terus apa hubungannya denganmu" tanya Melvin dengan nada di tekan
"Jadi gini kak, senin depan kelompok ku mau untuk presentasi dan di dalam kelompokku ada Mark, kalau dia tak datang senin depan maka kelompokku tidak lengkap dan tak bisa presentasi" jelas Elvina berusaha untuk tenang
"Oohh begitu kah? Lalu bagaimana dengan penjelasmu yang kau pulang menangis habis dari rumah Jonata"
"Oh itu hehehe itu hanya karna aku datang bulan kak, kakak tau sendiri aku bagaimana jika datang bulan aku pasti sering menangiskan" bohong Elvina
"Baiklah untuk sekarang aku percaya denganmu, tapi tolong jangan terlalu dekat dengan Mark, aku tak menemukan bagaimana kehidupannya, dia tiba-tiba saja keluar untuk kuliah hanya itu yang aku tau" ucap Melvin khwatir
"Hahaha kakak tak usaha khawatir aku baik-baik saja dan lebih baik kau cepat urus masalahmu itu dan kembalikan kehidupan normalku" ucap Elvina dengan nada di tekan
"Ia ia ia adik ku sayang sabar, toh ini untukmu juga kok, bahkan semua persyaratan yang kau ajukkan juga hampir semuanya terpenuhi, jadi yang ikhlas donk bantu kakakmu yang tampan ini" ucap Melvin
"Ya sudah, aku mau istarhat aku merasa tak enak badan, belum lagi dadaku terasa gatal akibat korset itu" ucap Elvina
"Baiklah, obatin rasa gatalmu ya, aku tutup ya telponnya" ucap Melvin
Elvina menaruh hpnya di meja dan berbaring di kasurnya
"Aaahhh aku lama-lama bisa memiliki penyakit jantung kalau begini terus"
Tak berapa lama Elvina bangun dari kasur hendak mandi dan masak
Elvina di sibuk dengan kegiatannya tak mendengar hpnya berbunyi
__ADS_1
Selesai kegiatannya Elvina membuka pintu
"Aku tau kalian di luar, masuk ada yang aku ingin bicarakan" teriak Elvina di depan pintu
Tak berapa lama 2 orang pria berpakai serba hitam keluar dari persembunyiannya dan berjalan ke depan Elvina
"Masuk ada yang aku ingin bilang ke kalian"
Elvina masuk diikutin dua pria itu lalu duduk di sofa ruang tamu sedangkan dua pria itu tetap berdiri
"Duduklah" perintah Elvina tapi kedua orang itu tetap tak bergerak
"Aku bilang duduk" wajah Elvina langsung serius
Sontak kedua pria itu kaget dan duduk di lantai
Elvina menarik nafas melihat hal itu
Sontak kedua pria itu langsung bangun dan duduk di sofa samping Elvina
"Aku tau kalian anak buahnya kak Melvin, dan kalian pasti tau kan aku siapa?" tanya Elvina dengan senyum penuh makna
Kedua pria itu tampak ketakutan dan mengangguk
"Besok aku ingin pergi ke pameran seni lukis dan aku tak ingin ada yang mengangu, apa kalian paham"
"Tapi nona muda, tuan Melvin pasti akan marah besar kalau tau soal itu" ucap Salah satu pria itu
"Maka dari itu kalian harus membuat laporan yang palsu" ucap Elvina dengan wajah marah
Kedua pria itu semakin ketakutan dan mengangguk cepat
__ADS_1
"Tapi laporan bagaimana nona"
"Terserah kalian saja" ucap Elvina sambil tersenyum
"Apa kalian tau aku ini pintar sekali memainkan pisau baik itu pisau bedah atau pisau lainya" ucap Elvina
Kedua pria itu meneguk salivanya dengan susah payah
"Kalian tau aku ini calon dokter bedah jantung, jadi aku harus banyak latihan" Elvina senyum dan memasang wajah polosnya
"Baik nona muda kami mengerti, kalau begitu kami permisi dulu" kedua pria itu bangun dan berlari keluar
Elvina tersenyum puas dan masuk ke kamarnya
Di dalam mobil kedua pria itu mengatur nafasnya
"Ya ampun nona muda sangat mengerikan dari pada aku dengar" ucap pria satu
"Apa kau liat dia bisa tersenyum sambil mengancam kita, aku pikir dia memiliki sifat ganda" ucap pria dua
"Aku pernah dengar bahwa kalau tuan muda Melvin saja kalah dengannya, nona muda Elvina tidak ada yang bisa mengalahkannya, bahkan aku pernah dengar nona Elvina membuat 7 pria masuk ke rumah sakit tapi dirinya tak tergores sedikitpun" ucap pria satu
Mereka semakin bergementar ketakutan sambil menyalakan mobilnya
Kembali ke dalam rumah Elvina sedang duduk di depan cermin
"Aahh lama sekali tak memakai pelembab wajah bahkan bibirku juga kering" ucapnya sambil memperhatikan wajahnya di cermin
"Pakai pelembab bibir sepertinya tak masalah" Elvina mengoleskan pelembab ke bibirnya langsung terpintas memori Mark menciumnya
"Aahh, astaga aku sudah gila" ucap ya selesai memoleskan pelembab bibirnya
__ADS_1