Cinta Dua Arah

Cinta Dua Arah
Tamu bulanan


__ADS_3

Tak terasa mereka sampai mengejarkannya sampai sore tapi belum selesai juga


"Aahh cape" Elvina bangun merengangkan ototnya


Tak sadar para wanita berteriak dari lantai 2 gedung kuliah jurusan lain


"Melvin, cape ya mau aku pijitin" teriak salah satu wanita


Elvina langsung duduk kembali, Mark dan Melinda hanya tersenyum


"Kau sangat terkenalnya" ucap Melinda merapikan leptopnya dan buku-buku


"Mark lebih terkenal" ucap Elvina sambil tersenyum


"Tidak kok" Mark menolak


"Ya pada inti ya kalian berdua sangat populer, aku saja dari tadi saja merasakan tatapan membunuh dari para fans kalian" ucap Melinda


"Jangan pedulikan mereka" ucap Elvina


"Aku duluannya kepalaku pusing"


"Kau baik-baik saja Melvin, apa mau aku antar" ucap Mark melihat Elvina bangun memakai tasnya


"Tidak perlu"


"Kita lanjutkan lain waktu saja ya" ucap Elvina bangun dan pergi


"Aku duluan" ucap Mark pergi mengikutin Elvina


Melinda hanya terdiam lalu merapikan barang-barangnya


"Melvin tunggu" ucap Mark mengejar Elvina


"Ada apa lagi Mark, aku sedang tak enak badan" ucap Elvina berjalan ke arah parkiran


Elvina merasa pusing dan hampir kehilangan keseimbangan, tangan Mark langsung menahan tubuh Elvina membantunya berdiri


"Heii hati-hati" tangan Mark menahan Elvina


"Kau kenapa? Apa kuat bawa mobil"


"Tidak apa-apa Mark aku kuat, dan terima kasih" ucap Elvina berusaha bangun dan berjalan ke mobilnya


"Aku duluannya Mark" ucap Elvina masuk ke mobil dan pergi


Mark hanya terdiam melihat Elvina pergi


"Dia pasti sangat cape" ucap Mark beranjak kemobilnya untuk pulang juga


Sampai di rumah Elvina langsung mandi


"Pantas saja, aku pusing dan tak enak badan, kenapa tamu bulananku cepat sekali datang, apa aku terlalu stress" ucap Elvina sambil memakai pakaiannya

__ADS_1


Elvina berbaring dan tertidur


Keesokan paginya


Tttttrriiiingg........


Tttrrrriingg.......


Hp Elvina tak berhenti-henti berdering


"Hallo..." ucap Elvina baru bangun tidur, mengucek mata


"Melvin kau tak masuk kuliah" ucap Mark


"Ah.. aku lupa Mark tolong izinkan aku" ucap Elvina kaget langsung duduk


"Oke.. apa kau sakit? Apakah parah" tanya Mark dengan nada khwatir


"Tidak aku hanya tak enak badan, nanti akan suruh orangku mengantarkan surat izinku" ucap Elvina kembali berbaring


"Baik lah, boleh aku berkunjung"


"Hhmmm" ucap Elvina tertidur lagi


Tak terasa hari sudah menunjukkan jam 10 dan Elvina masih tertidur di kamarnya


Tok....tok...tok....


Suara pintu dan bel berbunyi terus


Elvina terbangun mendengar ada yang memanggil


"Melvin ini aku Mark" suara dari pintu Elvina sontak kaget dan langsung memakai jaket.


Elvina membuka pintu


"Ada apa Mark, kenapa kau ke sini?" ucap Elvina membukakan pintu


"Tadi aku sudah bertanya dan kau memperbolehkannya" ucap Mark sambil berjalan masuk


"Lalu bagaimana kau tau alamatku?" tanya Elvina menutup kembali pintu


"Alamatmu masih tercatat di mobil asistenku" ucap Mark duduk di sofa


"Kalau gitu tunggu ya aku mau ke kamar mandi dulu" ucap Elvina menuju kamarnya


"Aku bisa pinjam dapurmu, aku membelikanmu bubur" ucap Mark


"Ia pakai saja" ucap Elvina sudah berada di dalam kamar


Sekitar 30 menit Elvina di dalam kamar


Ahkirnya keluar juga, Elvina melihat sekeliling ruang tamu tak ada tanda-tanda Mark lalu dia berjalan ke dapur

__ADS_1


"Oh kau sudah selesai, ini aku sudah siapkan bubur" ucap Mark duduk di meja makan


Elvina berjalan ke arah meja makan dan duduk di samping Mark


"Kau mandi lama sekali, seperti wanita" ucap Mark


"Uuhuk.... uhhkk.. Elvina batuk mendengar perkataan Mark


"Maaf karna aku harus menunggu air panasnya" ucap Elvina habis minum


"Oohh pantas saja"


Elvina dan Mark makan dengan tenang tak ada salah satu dari mereka yang berbicara


"Oohh ia bagaimana pelajaran tadi, apakah ada tugas" Elvina membuka kata karna merasa canggung


"Tidak ada tugas, dan kau sudah dapat izin"


"Bagaimana sakitmu" Mark mendekatkan wajahnya dan memegang dahi Elvina untuk mencek suhu


Sontak wajah Elvina langsung memerah


"Kau masih deman, mau aku panggilkan dokter?"


"Tidak usaha aku baik-baik saja, aku cuma butuh istarhat" tolak Elvina


"Oh baiklah" jawab Mark tersenyum


"Kenapa kau sangat baik kepadaku Mark? Aku dengar dari teman-teman di kampus kau menjaga jarak dengan mereka" tanya Elvina bangun membawa piring kotornya


"Karna kau teman pertamaku Melvin" jawab Mark


"Apa kau tak punya teman selain aku"


Mark hanya terdiam


"Ya sudah ayo ke ruang tamu" ajak Elvina


Mereka beranjak dari dapur menuju ruang tamu


"Kau tak ada jam kuliah lagi Mark" tanya Elvina sambil menyalakan tv


"Tidak ada lagi, tapi bolehkan aku disini Vin" ucap Mark berbaring di sofa


"Boleh rasa ya tidak enak juga di rumah sendiri" ucap Elvina duduk di sofa lain


"Kau tinggal sendiri?" tanya Mark


"Ia aku tinggal sendiri, aku berusaha hidup mandiri tapi jika terjadi sesuatu terkadang aku menyuruh orangku membantuku"


"Aku ingin nonton film horor Mark, apa kamu keberatan?" tanya Elvina beranjak ke depan tv


"Tidak aku suka film horor" ucap Mark bangun dan duduk

__ADS_1


(Tubuhnya sangat kurus, seperti wanita jika dilihat dari belakang) batin Mark memperhatikan Elvina mencari kaset dan memasangnya ke DVD


"Oke ini dia filmnya" ucap Elvina berjalan mendekat dan duduk di samping Mark


__ADS_2