
(Ya Tuhan aku harus apa, sudah janji sama bunda Ros tapi kalau sampai ketahuan akan hancur dunia persilatan) batin Elvina berpikir gimana caranya
"Mark jika kau makan dan minum obatmu aku akan mengajakmu kencan bagaimana mau tidak? Dan jika kau masih sakit bagaimana" bujuk Elvina duduk di kasur samping Mark
"Benarkah itu" ucap Mark keluar dari selimutnya
"Eehh ia, aku punya 2 tiket masuk pameran seni dari Zaskia kita bisa pergi berdua minggu ini" ucap Elvina tersenyum
"Benar ya awas kamu berbohong, baik lah aku mau makan dan minum obat, aku akan sembuh dan hari minggu ini kita akan kencan" Mark tersenyum
(Ya Tuhan hari minggu berhargaku harus aku habiskan di tengah keramaian, dan semoga saja tidak terjadi masalah) batin Elvina
Mark menekan telpon di meja kecil samping kasurnya
"Antarkan 2 porsi makanan dan obat ku" perintah Mark di telpon itu
"Ah ia, senin kita presentasi tugas kelompok kemaren tolong datang ya, kamu cuma ikut saja nanti aku yang presentasi oke" ucap Elvina
"Aku mau datang tapi peluk aku dulu" manja Mark sambil membuka tangannya minta di peluk
"Mark bagaimana jika ada yang melihat ya" tolak Elvina
"Ini kamarku Vin tidak ada yang bakalan melihat atau akan memarahinya" ucap Mark dengan wajah yang berharap
"Oke baiklah cuma sebentar sampai makanan itu datang kau harus makan dan minum obatmu"
Elvina mendekat, masuk ke dalam pelukkan Mark dan membalas pelukkan Mark
(Kak Melvin tidak marahkan aku memakai dirinya untuk memeluk pria, bukan wanita tapi pria yang aku peluk dan sekarang aku juga dalam posisi sebagai pria) batin Elvina sambil memeluk Mark
Tak berapa lama pintu kamar Mark di ketuk
"Aah itu makanan ya sudah datang,cepat lepaskan" ucap Elvina mendorong Mark
"5 menit lagi biarkan mereka menunggu"
__ADS_1
"Mark cepat lepaskan atau perjanjian kita batal" ancam Elvina
"Baiklah" Mark melepaskan Elvina dan bergerak turun dari ranjang lalu membukan pintu karna pintu tadi di kuncinya
Ada 2 pelayan membawa makan dan menaruhnya di meja depan sofa setelah menaruh makanan itu mereka pamit pergi
"Sini Vin kita makan sama-sama" ucap Mark yang sudah duduk di sofa
"Eehh ia" Elvina berjalan mendekat dan duduk di samping Mark
"Tolong suapin aku" ucap Mark denga manjanya
"Tidak cepat makan dan minum obatmu Mark"
"Baiklah" Mark cemberut dan makan
Mereka makan dengan tenang
Selesai makan Mark langsung minum obat dan berbaring di kasur
"Ini sudah malam apa tidak sebaiknya kau menginap saja disini Vin"
"Tidak aku harus pulang dan mengerjakan beberapa tugasku Mark"
"Baiklah hati-hati di jalan dan maaf tak bisa mengantarmu"
"Sudah tidur ya selamat malam aku pulang dulu"
Cup Elvina mencium kening Mark
Wajah Mark langsung memerah
Elvina keluar dari kamar dan menutupnya lalu berjalan kearah tangga
Mark langsung bangun dan lompat seperti anak kecil
__ADS_1
"Hore... ternyata Melvin juga memiliki rasa yang sama sepertiku dan minggu ini aku kencan seperti di film-film"
"Aaaa aku tak sabar hihihi" Mark melompat kegirangan
Sementara itu di bawah bunda Ros memeluk Elvina berterima kasih membuat Mark mau makan dan minum obat dia tak tau apa yang di rasakan Elvina
Elvina pamit pulang lalu keluar rumah dan masuk ke dalam mobilnya lalu pergi
Bunda Ros langsung naik ke lantai dua dan mengentuk kamar Mark
Mark mendengar ketukan di pintu ya langsung kembali ke kasur dan memakai selimutnya
"Masuk" katanya
Bunda Ros masuk dengan tersenyum berjalan mendatangin Mark yang berbaring di kasur
Melihat bunda Ros masuk Mark langsung duduk
"Ada apa bunda kok masuk?"
"Bunda ingin melihat keadaanmu sayang, bagaimana keadaanmu?" tanya bunda Ros
"Aku sudah membaik bun" jawab Mark
"Aku lihat kau sangat bahagia sayang, ada apa? Apa yang di katakan Melvin sampai kau berubah pikiran dan mau makan" tanya bunda Ros sambil tersenyum
Mark tersenyum mengingat apa yang terjadi tadi wajah ya langsung memerah
"Ada apa ini kau tak pernah tersenyum tulus seperti ini" ucap bunda Ros memegang pipi Mark
Tiba-tiba senyum Mark menghilang dan wajahnya kembali serius dan menatap bunda Ros
"Bun, jika aku menyukai pria apa bunda akan marah?" tanya Mark dengan wajah sedih
Bunda Ros langsung terdiam dan menarik kembali tangannya
__ADS_1