Cinta Dua Arah

Cinta Dua Arah
Sakit


__ADS_3

"Maksudnya Vin? tanya wanita itu heran


"Aku tanya kamu siapa? Jika tak penting pergilah" bentak Elvina


Wanita itu kaget dan langsung pergi ketakutan, Mark tersenyum senang


Elvina menarik tangan Mark membawanya di samping gedung dan mendorongnya ketembok


"Apa maksud semua ini?, ada apa dengan kamu? ucap Elvina dengan mata menatap Mark


"Aku marah Vin, kau bangun dan nama pria lain yang kau ucap pertama kali" ucap Mark


"Hanya karna itu kau berbuat seperti ini Mark" bentak Elvina sambil menonjok dinding di samping Mark


Mark kaget melihat hal itu "APA-APA KAMU VIN" teriak Mark melihat tangan Elvina berdarah


"Hati ku lebih sakit Mark, dari pada tangan ini" ucap Elvina pergi


"Vin..... tunggu" ucap Mark berusaha mengejar namun Elvina cepat menghilang di antar mahasiswa yang baru keluar dari kelas


"Aarrrggghhh Sial..... kenapa jadi seperi ini" ucap Mark meremas Rambutnya


Lalu tak berapa lama berjalan ke arah parkiran mobil. Mark masih melihat sekeliling tapi tak menemukan Elvina, ahkirnya ia masuk ke mobil dan pergi.


Sementara itu Elvina sedang duduk di UKS kelas Seni dan tangannya sedang di obati oleh Zaskia


"Apa yang terjadi Vin? Kenapa kau datang dengan luka seperti ini" ucap Zaskia sambil mengelap darah di tangan Elvina


"Tidak ada apa-apa Zas, aku hanya mengalihkan rasa sakit ku" ucap Elvina tersenyum


"Rasa sakit karna apa Vin?" Zaskia memberikan obat dan memakaikan perban


Elvina hanya tersenyum tak menjawab

__ADS_1


"Ya sudah, nih sudah selesai maaf aku tak terlalu bisa memakaikan perban, tapi setidaknya darahnya berhenti" ucap Zaskia


"Ini saja sudah cukup terima kasih Zas dan maaf tak jadi menemanimu mencari pelengkapan lukis mu" ucap Elvina bangun dan memakai tasnya


"Tidak apa-apa Vin aku bisa sendiri kok, hati-hati ya di jalan" ucap Zaskia tersenyum melihat Elvina pergi


******


Sesampai dirumahnya Elvina masuk ke dalam, dan langsung memasang wajah cemberut karna melihat Mark sudah duduk di ruang tamu.


Melihat Elvina masuk lantas Mark langsung berdiri dan menariknya


"Kemana saja kamu? Bagaimana tanganmu?" tanya Mark menarik Elvina untuk duduk di sofa, lalu ia memegang tangan Elvina yang terbalut perban. Elvina hanya diam dan sekali-kali melihat Luxas yang tersenyum memasang wajah tak bersalah


"Aku buka lagi perban ya dan aku obatin dengan benar ya, atau kita perlu ke rumah sakit" ucap Mark


"Tidak usaha" jawab Elvina


"Luxas aku pusing" ucap Elvina lagi


Elvina menyandarkan kepalanya kesofa dan menutup matanya dengan tangan kirinya


"Ini akan sedikit sakit" ucap Mark memberikan obat ke tangan Elvina


"Maafkan aku" ucap Mark


Elvina hanya terdiam merasakan tangannya di obatin Mark.


"Vin aku minta maaf"


"Hhhhmmm"


"Vin aku melakukan itu karna kau tak pernah mengakuiku, kau tak memberikan rasa aman kepadaku" ucap Mark

__ADS_1


"Apa sikapku belum menunjukkan perasaanku Mark"


Saat Mark hendak menjawab Luxas datang membawa obat dan air di dalam gelas


"Ini obat ya tuan"


Elvina duduk normal kembali, mengambil obat itu dan meminumnya, lalu melihat tangannya sudah selesai di obati lalu ia bangun.


"Aku mau tidur tolong jangan ribut" ucap Elvina masuk ke kamarnya


Mark dan Luxas hanya terdiam dan duduk di sofa. Luxas merasa heran dan bertanya "Apa yang terjadi dengan tangan Tiger"


"Aku membuatnya cemburu eehh dia malah menonjok tembok, semoga saja tulangya tidak ada yang retak" jawab Mark


"Ooohhh pantas saja, untung tidak wajahmu yang di tonjoknya, tapi tenang saja tulang dia kuat kok" ucap Luxas tersenyum


"Sebenarnya apa yang terjadi Lux?" tanya Mark


"Tuan Melvin dan Nona Elvina itu tidak bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan, dan selalu menutupin ya dengan senyuman" jawab Luxas


Mark hanya terdiam, berpikir apa yang di katakan Luxas. Lalu ia bertanya lagi "kamu terlihat sangat mengenal mereka"


"hhhmmm begitu lah aku direkrut oleh perusahaan saat umur 13 tahun dan pada saat itu mereka masih 10 tahun, jadi bisa di bilang aku cukup lama mengenal mereka." jawab Luxas tersenyum


"Eehhh aku berangkat dulu ya, titip Tiger dia kalau sakit kepala seperti itu pasti akan memimpi buruk" ucap Luxas berdiri


"Kau ke mana?" tanya Mark


"Kekantor polisi" jawab Luxas sambil pergi


"Kekantor polisi" guman Mark heran, lalu ia bangun dan berjalan ke arah pintu kamar Elvina


"Ternyata tak di kunci" ucap Mark tersenyum dan membuka pintu lalu masuk

__ADS_1


Mark tersenyum melihat Elvina tertidur pulas, "Dia pria tapi kenapa wajahnya cantik" ucap Mark memperhatikan wajah Elvina. Tak berapa lama ia naik ke atas kasur dan masuk ke dalam selimut Elvina lalu memeluknya


__ADS_2