Cinta Dua Arah

Cinta Dua Arah
Penjelasan 2


__ADS_3

"Eehh, tunggu Mark jangan marah ya?" Ucap Elvina melihat Mark pergi


Mark masuk ke mobil dan pergi tak memperdulikan Elvina yang mengetuk kaca mobilnya


"Argh dia marah sekali" ucap Elvina melihat Mark pergi


"Ternyata dia pencemburuannya, tiger" ucap Luxas tertawa


"Iiihh kamu ini, sudah cepat kita berangkat aku harus cepat mengurus hal lain" ucap Elvina berjalan ke mobil Luxas


Sesampainya Mark di rumah, ia langsung masuk kamar dan menguncinya


Jam 5 sore hari


Elvina turun dari mobil yang berhenti dirumah Mark


"Yakin ini rumahnya?" tanya Luxas


"Ia ini rumahhya, kau pulang saja ke rumah" jawab Elvina sambil tersenyum


"Kau pulang jam berapa biar aku jemput?"


"Gak usaha nanti aku akan pulang sendiri, aku masuk dulu ya" ucap Elvina berjalan


Luxas hanya tersenyum melihat Elvina pergi "ahkirnya kau memiliki sesorang yang dapat meluluhkan kerasmu, semoga saja dia memang orangnya" guman Luxas melihat Elvina masuk


Elvina masuk ke dalam rumah langsung di sambut oleh bunda Ros


"Kenapa lama sekali Vin, apa yang terjadi? Kenapa setiap pulang Mark selalu marah?" tanya bunda Ros


"Eeehhh maaf Bun membuatmu khwatir tapi ada kesalahpahaman antar kami dua, maaf ya" jawab Elvina dengan wajah takut kena marah


"Sudah nanti saja jelaskan sekarang masuk ke kamar Mark dulu, dari tadi ada suara ribut dari dalam tapi sekarang hening"


"Eehh ia Bun aku ke atas dulu ya" pamit Elvina pergi


Sampai di pintu kamar Mark, Elvina mengetuk pintu


Tok.....tok......tok

__ADS_1


"Mark ini aku"


Tak ada jawaban, Elvina mengetuk lagi dan masih tak ada jawaban, hampir lima menit berlalu tapi pintu Mark masih belum terbuka


"Mark katanya kamu ingin penjelasan tapi kenapa tak mau bertemuku" ucap Elvina sambil mengetuk pintunya lagi


Tak berapa lama suara kunci terbuka dari dalam, Elvina mendorong pintu, berjalan masuk menaruh tas nya di sofa dan melihat sekeliling kamar Mark hancur berantakan, Mark berjalan ke kasur dan membaringkan dirinya.


"Hhhmmm ternyata kau memiliki kesamaan dengan kembaranku, suka menghancurkan kamar" ucap Elvina tak sadar


(Mati aku, semoga dia tak mendengarkannya kenapa aku bisa bicara seperti itu, ingat Elvina kamu sekarang Melvin) batin Elvina


"Dimana sekarang saudara kembarmu?" tanya Mark


"Eehh dia sekarang masih kuliah jurusan dokter mau ambil spesialis bedah jantung" ucap Elvina berjalan mendekat ke Mark


"Kamu marah" tanya Elvina duduk di samping Mark yang berbaring di kasur


Mark tak menjawab ia malah menarik Elvina lalu memeluknya


"Eeehhh Mark"


"Apa yang terjadi kau sama Zaskia dan siapa pria yang kau peluk itu" ucap Mark memeluk Elvina


"Ia aku berjanji"


"Kemaren saat di villamu Zaskia dan aku" Elvina mengantung katanya


"Lanjutkan, aku janji tak akan marah"


"Kami berciuman" lanjut Elvina


Seketikan Mark langsung bangun dan menindih Elvina


"Mark kau tadi berjanji tak marah" Elvina mendorong tubuh Mark


Mark malah menangkap tangannya dan menguncinya di atas kepala Elvina


"Aaawww, sakit Mark tangan ku masih ngeri" ritih Elvina tapi Mark tak memperdulikan

__ADS_1


Mark memegang wajah Elvina dan mencium bibirnya dengan kasar, Elvina kaget dan meronta-ronta berusaha keluar dari posisi itu. Mark melepaskan ciumanannya karna bibirnya di gigit Elvina


"Kau gila ya Mark, bibir ku masih sakit" ucap Elvina


Bibir Elvina mengeluarkan darah lagi akibat tergigit juga, tapi Mark malah mengjilat darah itu dan luka di bibir Elvina, ia mencium bibir lagi Elvina dengan lembut


(Argh gimana ini, aku harus apa) batin Elvina


"Bibir ini punyaku, badan ini punyaku, semua yang ada dirimu adalah punyaku" ucap Mark sambil berusaha membuka kancing kemeja Elvina


"MARK.... kalau kamu tetap bersikap seperti ini aku tak akan pernah memaafkanmu dan aku berjanji kau tak akan pernah melihatku lagi" teriak Elvina melihat kancing kemejanya sudah terbuka setengah


Untung Elvina memakai kaos dalam berlapis jadi korset yang ia pakai tak langsung kelihatan.


Mark terdiam tak melanjutkan membuka baju Elvina, Mark bangun dan duduk di samping Elvina,


Elvina bangun, duduk dan mengancing kemejanya. Suasana tiba-tiba hening sampai suara jam berdetak pun terdengar. Elvina menarik nafas panjang dan duduk menghadap ke Mark


"Malam kemaren aku menolak Zaskia, aku berbicara padanya bahwa aku tak bisa menerima cintanya, dan Luxas itu adalah pengawal dan bisa juga dibilang dia guruku aku belajar bela diri dengannya, sudah seperti itu penjelasakan dari ku" ucap Elvina hendak turun dari kasur


Tanganya di tarik lagi hingga terjatuh kembali dikasur


"Aku kangen padamu, apa kau tak peduli dengan apa yang aku rasa" wajah Mark sedih


"Aku juga kangen, mau peluk" ucap Elvina dengan senyum


Mark berbaring di samping Elvina dan melukknya


"Apa kabarmu? kemaren kita tak sempat bicara berdua, ini semua gara-gara Jonata salah membeli minuman aku sampai seharian hanya tidur"


Elvina tersenyum dan mengelus rambut Mark


"Lalu di kampus melihatmu dengan wajah dan luka seperti itu bahkan Zaskia penyebabnya dan kamu malah pergi dengan pria lain di depanku padahal sudah mengajakku kencan" ucap Mark lagi


"Kau seperti anak kecil Mark" ucap Elvina tersenyum


"Melvin kenapa kau tak pernah mengatakan bahwa kau mencintaiku" Mark menatap mata Elvina


"Eeehhh... Mark kita sudah berdua seperti ini apa lagi yang kurang"

__ADS_1


Cup


Mark mencium bibir Elvina


__ADS_2