
Elvina kaget melihat hal itu, ia langsung berlari ke mereka dan menonjok pria yang hendak membuka celana Zaskia. Lalu menendang pria satunya pas di uluh hatinya membuat pria itu langsung terjatuh. Lalu kembali menghajar pria yang di tonjoknya tadi, Elvina menginjak-injak badan pria itu
Pria yang tadi memegang Zaskia melempar Zaskia dan mendekat ke Elvina, menarik baju Elvina menghadapnya kedirinya lalu ia menonjok wajah Elvina hingga jatuh terduduk.
Zaskia syok dan hanya terdiam.
"Hhaaa padahal aku hanya ingin menghajar kalian sedikit, harusnya kau pergi saat ada waktu" ucap Elvina bangun dan memegang bibirnya yang berdarah
"Zaskia tutup matamu sebentar" ucap Elvina melihat Zaskia duduk terdiam
Zaskia langsung menutup matanya mengikuti perintah Elvina, Zaskia hanya mengdengarkan suara ribut, lalu tak berapa lama tiba-tiba hening.
Zaskia membuka mata karna merasa dirinya terangkat, ia melihat Elvina mengendong dirinya dan ada darah di wajahnya
"Eeehhh... Vin aku baik-baik saja" ucap Zaskia
Elvina hanya diam dan tetap menggendong Zaskia keluar dari lorong itu
"Vin ayo ke rumah sakit, kau berdarah"
"Ini bukan darahku Zas, kamu ada yang luka?"
"tidak ada aku baik-baik saja" jawab Zaskia kebingungan
Zaskia melihat ke belakang, 3 pria tadi tak bentuk lagi dan dilumuri darah
Zaskia ketakutan ia memeluk Elvina dengan erat, Elvina menggendong Zaskia sampai ke mobil lalu memasukkanya ke dalam mobil.
Elvina masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya pulang ke rumah Zaskia, sepanjang jalan mereka hanya terdiam hingga sampai di rumah Zaskia.
"Masuklah ke rumahmu mandi dan beristarhatlah" ucap Elvina
"Kau masuk juga Vin, biarkan aku mengobatin kamu" ajak Zaskia
__ADS_1
"Tidak usaha aku harus langsung pulang saja dan sekarang mood ku sedang tidak baik Zas" tolak Elvina
"Baiklah aku masuk dulunya, obatin lukamu, dan terima kasih sudah menolongku" ucap Zaskia turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya
"Aahhh ternyata menghajar tiga orang tadi membuat beban ku sedikit berkurang" ucap Elvina menjalankan mobilnya untuk pulang
Sementar itu Mark bangun dari kamarnya dan teriak mencari Elvina
"Melvin, dimana kamu" ucap Mark keluar dari kamarnya.
Bunda Ros keluar kamar juga karna Mark teriak dan mengdekat ke Mark
" Melvin sudah pulang Mark, dia tadi mengantarmu dan merawatmu"
"Lalu kenapa bunda menyuruhnya pulang, seharusnya menahan dia pulang" ucap Mark kesal dan kembali ke kamarnya
Bunda Ros ikut masuk ke dalam kamar melihat Mark marah sedang duduk di kasurnya
"Sudah jangan marah, lebih baik kamu mandi dan makan biar besok bisa ketemu Melvin lagi" ucap Bunda Ros
"Oh ia ini kado dari Melvin, di bukanya nanti" ucap Bunda Ros menunjuk ke kotak besar di meja tv di kamar Mark
"Ia nanti aku akan buka, bunda keluar saja aku mau mandi" usir Mark
"Baik bunda akan keluar dan menyuruh orang mengantarkan makanan untukmu ya" ucap Bundar Ros keluar dari kamar Mark
Keesokan harinya dikampus
Semester 4 telah di mulai
Elvina sedang duduk di dalam kelas, pelajaran sedang berlangsung tapi Mark tak menghadap ke depan malah melihat ke Elvina terus dengan wajah marah karna bibir Elvina sobek, biru bagian kanan dan tangan Elvina dibalut perban, Elvina berusaha tidak merasakan tatapan tajam dari Mark.
Para wanita berbisik dalam kelas
__ADS_1
"Lihat wajah ya Melvin, ternyata Melvin anak nakal juga ya" bisik wanita 1
"Iiihhh gemes deh lihatnya, tapi tunggu lihat deh Mark segitunya memperhatikan Melvin" bisik wanita 2
"Aaahh jangan bilang mereka benaran pasangan, iiihhh gemes banget, Mark juga selalu bersikap dingin dan tak pernah tersenyum beda dengan saat bersama Melvin"
Suara ribut wanita, Mark dan Melvin pura-pura tak mendengarkan.
Dua jam pelajaran berlangsung dan ahkirnya selesai Elvina bangun dan memakai tasnya, ia berjalan keluar kelas
"Elvina cepat ceritakan apa yang terjadi dengan wajahmu dan tanganmu itu, kenapa kau diam saja dari tadi aku tanya" ucap Mark mengikuti langkah Elvina
"Aku sudah menjawabnya Mark, aku hanya terluka sedikit tak perlu hebot" jawab Elvina
"Ia tapi kau tak mengceritakan apa yang terjadi"
"Aku lapar, ayo makan nanti akan aku ceritakan" Elvina berjalan ke arah kantin
"Aaarrrggghhhh" Mark kesal meremas rambutnya, tapi Elvina malah tetap berjalan meninggalkan dia
Sampai di kantin Elvina sudah mengambil makanan dan duduk
"Aaawww ternyata masih perih" ritih Elvina berusaha membuka mulutnya hendak memasukkan makanan
Mark datang membawakan sekantong es batu dan menempelkannya ke pipi Elvina yang bengkak
"Aahh" Elvina kaget
"Terima kasih"
"Cepat ceritakan apa yang terjadi atau aku akan mengangkatmu dan membawanya ke rumah sakit" ancam Mark
"Astaga, cuma luka seperti inikan membuat ku semakin ganteng dan macho" ucap Elvina tersenyum
__ADS_1
"Aaww ternyata buat senyum pun sakit" rintihnya lagi