
Elvina dan Mark kaget, melihat sekitar 5 orang masuk ke dalam kamarnya, 2 orang berjaga di pintu dan sepertinya ada lagi yang diluar.
"Kalian siapa kenapa bisa masuk ke rumahku" ucap Elvina
"Ada dua orang masuk dan memegang Luxas yang terlihat ada luka di pipinya"
"Maaf tuan aku lengah" ucap Luxas
"Kalian siapa? Apa mau kalian?" teriak Elvina
"Lepaskan dia, mumpung aku masih berkata dengan baik"
Mark hanya terdiam bingung dengan apa yang terjadi. Tiba-tiba ada seorang pria paruh baya masuk ke dalam kamar Elvina
"Mark cepat pulang sebelum pacarmu dan anak buahnya ini aku bunuh" ucap Daniel dengan nada tinggi
"Kau gila ya" bentak Mark
"Tangkap dia" perintah Daniel
"Tunggu" halang Elvina
"Kalian datang ke rumah ku menghancurkan pintu kamar ku dan memukul orangku sekarang hendak menyentuh Mark, tak akan aku biarkan"
"Kau tak mengerti ya Melvin aku adalah Daniel ayah dari pria yang pacari itu, dan aku tak akan mengsetujui hubungan aneh kalian" ucap Daniel
"Mark kau ingin ikut baik-baik atau ingin melihat pacarmu terluka"
Mark terdiam dan menatap ayahnya dan balik lagi menatap Elvina, lalu ia menarik nafas panjang
"Vin aku pulang saja aku tak akan memaafkan diriku jika kau terluka gara-gara aku" ucap Mark memegang pundak Elvina menarik ya ke belakangnya dan berjalan ke arah ayahnya
"Mark kau..." ucap Elvina
__ADS_1
"Maafkan aku Vin" ucap Mark berjalan keluar kamar di ikuti ayahnya
Elvina ikut keluar kamar menarik tangan Mark "kau ingin pergi dariku Mark"
"Tangkap dia" perintah Daniel melihat Elvina menarik tangan Mark
Dua orang langsung menarik Elvina dan memegang tanganya
"Tunggu.. aku sudah mau ikut kau jangan sakit dia" ucap Mark melihat Elvina di pegang 2 orang
"Vin tolong pahami posisiku saat ini" ucap Mark keluar dari rumah dan berjalan masuk ke mobil.
"Melvin, kau salah memilih pasangan, anakku itu hanya anak manja yang tidak akan berani melawanku" ucap Daniel dengan senyum liciknya
"Habisi mereka" perintah Daniel sambil pergi keluar
Daniel masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Mark
"Jangan senang dulu pak tua aku ikut hanya karna aku tak ingin Melvin terluka"
Mobil mereka pun bergerak menjauh dari rumah Elvina.
Sementara itu Elvina dan Luxas sudah selesai menghajar 10 orang yang ada di rumahnya
"Aaarrgghhh bikin kerjaan saja" ucap Elvina menginjak anak buah Daniel tadi
"Maaf nona membuatmu harus turun tangan menghadapin mereka" ucap Luxas
"Mark kau malah memilih pergi dariku, aarrrgghhh aku masih emosi, woii bangun" ucap Elvina sambil menendang wajah pria yang ia injak tadi
Mark sudah sampai di rumah langsung naik ke kamar ya dan menguncinya.
Mark teriak-teriak dan menghancurkan semua barang yang ada di dalam kamarnya
__ADS_1
Bunda Ros khawatir dan mengetuk pintu kamarnya Mark
"Mark ada apa sayang?"
Tapi tak ada balasan Mark masih saja teriak dan suara ribut dari dalam kamarnya
"Biarkan saja anak manja itu" ucap Daniel lalu dan masuk ke kamarnya
Bunda Ros hanya terdiam melihat Daniel berlalu dan masuk ke kamarnya, lalu dia mengetuk pintu kamar Daniel
"Permisi tuan" ucap bunda Ros
"Masuk" jawab Daniel
"Maaf tuan sebelumnya" ucap Ross melihat Daniel duduk di meja kerjanya sambil memegang sebuah dokumen
"Ros kita hanya berdua saat ini panggil aku nama saja" potong Daniel
"Saat ini aku sedang berbicara dengan ayah dari anak yang aku asuh selama 15 tahun"
Daniel terdiam dan menatap Rossa
"Selama aku merawat Mark aku tak pernah melihat dia tersenyum bahagia yang tulus atau menangis tapi semenjak Mark mengenal Melvin, ia mulai tersenyum, marah dan mengungkapkan perasaannya, dia menjadi normal" ucap Rossa
"Jadi maksudmu selama ini anakku tidak normal, maka ya dia bisa jatuh cinta kepada pria begitu maksudmu Ros" ucap Daniel dengan nada tinggi
"Bukan...bukan itu maksudku Daniel, apa kau sadar bahwa anakmu itu perlu kasih sayangmu sebagai ayah, dia perlu pengertianmu" ucap Ross
"Aku sudah memberikannya semuanya, aku berkerja keras untuk memenuhi semua kebutuhannya, saat dia tak ingin sekolah di luar aku memberikan ya sekolah khusus di rumah dengan guru-guru terpercaya, dia tak suka wanita aku menganti semua pegawai di rumah ini dengan pria, apa lagi yang kurang Ros? dan sekarang kau ingin aku merestui hubungan dia dengan seorang pria, tidak Ross keluargaku memerlukan pewaris"
"Yang kau tak berikan adalah waktumu untuk bicara padanya, apakah kau pernah bertanya kenapa dia tidak mau sekolah di luar? Apa kau pernah bertanya mengapa dia tak menyukai wanita? Apa kau pernah bertanya bagaimana hari-harinya?"
Daniel langsung terdiam dan duduk di kursinya dan menatap Rossa.
__ADS_1