
Baru 5 langkah Mark langsung terjatuh. Mereka keget meilihat hal itu. Elvina langsung bangun dan menolongnya
"Kan sudah aku bilang jangan minum kalau tak kuat" ucap Elvina mengangkat Mark untuk bangun
"Maafkan Aku, aku tidak tau kalau dia tidak kuat minum" ucap Anna membantu Elvina mendirikan Mark
"Kau perempuan, pergi dariku" ucap Mark mabuk
Sontak mereka berdua kaget dan hendak menjauh, tapi Elvina sadar bahwa dia pria sekarang dan tak jadi menjauh dan terus memapah Mark untuk berdiri
"Kau pergi saja, aku akan membawanya" ucap Elvina membawa Mark keluar dari bar
(Aneh sekali Melvin kok dingin terhadap wanita, sikapnya berubah) batin Jonata melihat Elvina pergi membawa Mark
"Kita perlu menolong ya Jonata?" tanya Alice
"Tidak perlu, Melvin bisa mengurusnya sendiri" jawab Jonata tersenyum
Elvina susah payah membawa Mark untuk sampai ke mobil dan memasukkannya
"Heii... alamat rumahmu di mana" ucap Elvina menggoyangkan tubuh Mark agar bangun
Mark malah tak bergeming dan tertidur pulas
"Aarrgghhh.... bikin repot saja" ucap Elvina masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil pulang ke rumahnya
Sampai di rumah Elvina berusaha membawa Mark masuk ke dalam
"Kau berat sekali" Elvina bersusah payah membawa Mark masuk ke dalam kamar
"Kau pria cantik yang membantuku" Mark bangun menujuk Elvina yang sedang melepaskan sepatu Mark
"Ia aku memang cantik kau baru tau" ucap Elvina sambil membuka jaket Mark
"Kau tau bibirmu lembut sekali" ucap Mark
__ADS_1
"Sudah tidur" ucap Elvina menyelimuti Mark
Tiba-tiba Mark menarik dan memeluk Elvina
"Kau sangat imut" Mark mengeratkan pelukkannya
"Dasar gila lepaskan aku, setelah kejadian ini keputusanku untuk menjauhinmu semakin benar" ucap Elvina memberontak
Mark memegang wajah Elvina dan mendekatkan bibirnya
Cup.... bibir Mark mendarat di bibir Elvina
Sontak kaget dan mendorong Mark dan berlari keluar kamar.
"Argh.. dasar bere*ek"
Elvina berjalan ke kamar mandi dan membersihkan dirinya
"Aku bisa gila kalau seperti ini terus, harusnya tidak ku terima permohonan Melvin untuk menggantikkannya" guman Elvina yang sedang berendam di bathtup, wajahnya langsung merah menggingat kejadian itu
"Aargh... apa yang harus aku bilang ke Melvin? Dan itu ciuman pertamaku, aku harus bagaimana ini" ucap Elvina bangun dan membersihkan dirinya
Jam 6 pagi
"Mmmm di mana aku" Mark bangun dan melihat sekelilingnya dan kaget
"Ini kamar siapa?" Mark berusaha mengingat apa yang terjadi
"Mark kau sudah bangun?" Elvina mengetuk pintu kamar
"Sudah...." ucap Mark sambil membukakan pintu kamar
"Ayo bangun kita sarapan dulu, aku ada kelas pagi ini" ajakan Elvina sambil berjalan ke arah dapur
"Ini ternyata rumahmu ya Melvin" Mark berjalan mengikutin Elvina
__ADS_1
"Ia, ayo makan, bagaimana kepalamu apakah masih sakit?" ucap Elvina berusaha bersikap normal
"Sudah lebih enak, apakah tadi malam aku berbuat sesuatu yang aneh?"
"Ini semua kau masak sendiri" tanya Mark
Sontak Elvina yang sedang makan langsung tersedak, melihat itu Mark langsung memberikan air minum
"Tidak ada, cuma kau berat membuat ku kesusahan membawamu, ia aku masak sendiri" ucap Elvina selesai minum
Wajah Elvina memerah mengingat kejadian tadi malam, tapi dia berusaha bersikap normal Mark tidak akan curiga
"Aku minta maaf Vin, dan terima kasih"
"Aku rasanya senang bisa memiliki teman" ucap Mark
"Kau tak punya teman, bukannya ada ratusan baik pria maupun wanita ingin berteman sama kamu" Elvina heran mendengarkan perkataan Mark tadi
"Aku selalu di rumah jadi jarang bertemu dengan orang dan aku rasa mereka mau berteman denganku karna ada maunya" Mark kelihatan sedih
"Lalu dari bagaimana aku? Kenapa kau ngotot ingin berteman sama aku" tanya Elvina sambil bangun membawa piring kotor
"Kau satu-satunya orang yang menghindariku" ucap Mark
"Aku cuci piring, kau mandi lah" ucap Elvina
"Baiklah"
"Aku akan menelpon orang ku untuk menjemputku" ucap Mark sambil pergi
Elvina selesai cuci piring dan bersiap ke kampus, dan Mark pun di jemput
"Bye Melvin, semoga kita bisa berteman terus" ucap Mark sambil pergi
Elvina hanya diam dan tersenyum melihat Mark sudah pergi lantas dia bersiap-siap ke kampus
__ADS_1
"Sudah lah anggap saja kak Melvin punya teman baru, dan tadi malam bukan ciuman itu hanya tersentuh tak masuk dalam katagori ciuman bahkan orang ya saja tak ingat" guman Elvina sepanjang jalan di dalam mobil
Untung tidak ada yang melihat Elvina bicara sendiri, kalau ada pasti dia kira gila