
"Siapa yang kau telpon Vin?" tanya bunda Ros melihat Elvina kembali duduk di meja makan
"Eehh..... itu orang rumah Bun" jawab Elvina tersenyum
"Oohhh ya sudah cepat selesaikan sarapanmu"
Mark tetap menatap Elvina sampai selesai makan, Elvina berusaha cuek, ia mulai jengkel dengan sikap Mark. Selesai mereka makan ada seorang pelayan datang mendekat
"Permisi tuan Melvin, jemputan anda sudah datang di depan" ucap pelayan
"Oohh ia makasih" jawab Elvina
Pelayan itu pun pamit pergi, wajah Mark langsung memerah menahan emosi
"Bun aku pulang dulu ya soalnya aku belum mandi, maaf ya dan terima kasih sarapannya" pamit Elvina tersenyum lalu bangun
"Mark aku pulang dulu ya, sampai ketemu di kampus" Elvina berjalan keluar ke arah pintu
Mark mengejar dan menarik tangan Elvina di ruang tamu. "Siapa yang memperbolehkan kamu pulang" ucap Mark meremas tangan Elvina
"Aaww Mark, tangan ku itu belum sembuh"
Mark sadar dan langsung melepaskan remesan tangannya
"Kau juga tak mau berbicara dengan ku bahkan sikapmu aneh, perasaan tadi malam sudah aku jelaskan semuanya kenapa pagi ini kau marah lagi" omel Elvina jengkel
Mark terdiam menahan emosi ya "Ya sudah pulang saja" ucapnya lagi
"Ooh lihat sekarang kau mengusirku" ucap Elvina kesal membuka pintu dan keluar
"Aaarrrggghhh dasar cwo gay, sikapnya tak bisa di tebak" guman Elvina keluar berjalan ke mobil
"Hai tiger" sapa Luxas
Tapi tak di balas Elvina, ia langsung masuk ke mobil dan duduk diam
Luxas hanya terdiam lalu masuk ke mobil dan menjalankannya pulang ke rumah Elvina
__ADS_1
"Hei... ada apa?" tanya Luxas memecah keheningan
"Aku tak mengerti jalan pikirnya pria, aku sudah mulai membuka diriku untuknya tapi dengan alasan tak jelas dia marah dan mengusirku" ucap Elvina sambil memengigit kukunya
"Jangan" tangan Luxas menarik tangan Elvina
"Sudahlah mungkin dia sedang PMS, hahaha" tawa Luxas
"Tapi kau hebat ya tiges jadi seorang pria saja ada seorang yang jatuh cinta padamu apa lagi kalau jadi wanita, pria akan mengantri untuk mendapatkanmu" ucap Luxas memarkirkan mobil di halaman rumah Elvina
Elvina hanya tersenyum dan turun dari mobil lalu masuk ke rumah, Luxas mengikuti dari belakang
"Aku ke kampus jam 1, aku mandi dan tidur sebentar lagi, nanti banguni jam 11 ya" ucap Elvina masuk ke kamarnya
"Siap komandan"
Jam 1 siang
Di dalam kelas Elvina duduk dengan wajah merah, merasa kesal melihat Mark duduk dekat wanita dan kelihatannya dekat sekali
"Apa yang mereka bahas, dasar buaya lihat senyum ya itu" guman Elvina sambil meremas pulpennya
"Vin kamu kenapa aku lihat dari tadi kok gak fokus" ucap Jonata
Di semester 4 ini mereka sekelas karna ada mata kuliahnya sama dosennya
"Tidak apa Jon" ucap Elvina sambil memasukkan buku ke dalam tasnya
"Bye Mark" ucap wanita itu pergi dengan melambai
Mark tersenyum dan melambaikan tangannya
"Hoii.... Mark ayo ke kantin bareng" ajak Jonata
"Ia ayo" jawab Mark
Elvina hanya diam mengikutin mereka berdua berjalan ke kantin.
__ADS_1
Sampai di kantin mereka duduk di bangku kantin nah menaruh makanannya di meja.
"Siapa cwe tadi Mark, aku lihat kalian berdua dekat?" tanya Jonata
"Oh dia hanya teman ku kok" jawab Mark tersenyum
(Kemarin bilang gak suka wanita sekarang menggoda wanita dasar pria tak bisa dipercaya) batin Elvina sambil makan
"Bukannya pacarmu ya? Soal ya aku gak pernah melihatmu dekat dengan wanita"
"Uuuhh...... bukan kok, hanya saja bisa jadi pacar jika tidak ada yang mengakuiku" ucap Mark tersenyum penuh makna
"Hhhhmm siapa yang tak mengakuimu Mark, aku curiga"
Mark menatap Elvina
"Kenapa kau jadi tukang gosip gini Jon" ucap Elvina kesal
"Iiihhh Vin aku cuma penasaran kok"
"Sudah makan cepat bukannya kau ada kelas lagi nanti"
Mark hanya tersenyum melihat Elvina kesal, mereka pun melanjutkan makannya
"Eehh aku duluan ya" ucap Mark bangun dan pergi setelah melihat hpnya
"Vin lihat Mark sepertinya punya pacar deh" ucap Jonata
"Terserah dia saja" ucap Elvina memakai tasnya dan bangun
"Aku duluannya"
"Eehhh Vin makananmu masih belum habis"
"Ada apa sih mereka berdua, yang satunya kelihatan seperti jatuh cinta dan satunya seperti patah hati" ucap Jonata melanjutkan makannya
Elvina berjalan ke lorong menuju falkultas seni, namun di tengah jalan ia melihat Mark bersama wanita berbicara,Elvina berjalan ke arah mereka, langkahnya semakin cepat melihat wanita itu hendak memeluk Mark. Tangan Elvina menarik wanita itu saat hendak memeluk Mark
__ADS_1
"Kau siapa? Jangan asal peluk dia punyaku" ucap Elvina dengan wajah kesal
Mark kaget namun langsung tersenyum