Cinta Dua Arah

Cinta Dua Arah
Bermain


__ADS_3

"Ayolah Melvin, aku hari ini lupa bawa mobil, bagaimana kalau kita jalan-jalan" ucap Mark sambil tersenyum


Saat Elvina marah di dalam mobil tak berapa lama pintu samping mobil ya terbuka dan Jonata masuk


"Haii!!! Guys, apa rencana kita" ucap Jonata masuk tak merasa bersalah


"Astaga bertambah lagi, kalian berdua kenapa menganguku" ucap Elvina


"Kan tadi aku sudah ngajak kamu main bro, makanya aku naik ke mobilmu" Jonata sambil melihat jam tangan


"Come on bro, ini sudah sore ayo kita berangkat"


"Ayolah Melvin, aku ikut kalian" ucap Mark


"Oke oke tapi besok kalian jangan gangu aku karna tugas ku numpuk" ucap Elvina menghidupkan mobilnya dan bergerak meninggalkan kampus


"Kita ke mana?" Tanya Elvina


"Kita main tempat biasa dulu baru nanti mampir ke bar langganan kita" ucap Jonata sambil memainkan hpnya


"Yaitu di mana tempatnya, aku lupa" ucap Elvina yang sebenarnya gak tau tempatnya


"Kau lupa, bukannya tempat ini yang sering kita kunjungi" ucap Jonata melihat ke Elvina


"Aku juga manusia bro, aku bisa lupa" Elvina mulai gugup


(Dasar Melvin kenapa tak memberikan info yang lebih rinci tentang kehidupannya, kalau begini aku bisa ketahuan) batin Elvina


"ikutin saja jalur pentujuk arah ini" Jonata menunjukkan suatu alamat


"Hhmmm oke bro" Elvina melaju ke arah itu


"Kita akan ke mana" tanya Mark


"Nanti kau juga tau"


"Tapi nanti dulu kenapa kalian berdua bisa dekat" tanya Jonata heran


"Ceritanya panjang bro" jawab Mark


Elvina hanya diam fokus menyetir. Sekitar 20 menit mobil Elvina terparkir di halaman sebuah gedung yang terlihat adalah tempat bermain billiard

__ADS_1


Mereka tiga turun dan berjalan masuk. Jonata memesan meja billiardnya


Mereka sudah di meja billiard dan mulai bermain, untung Elvina bisa bermain ini jadi dia tak perlu takut bahkan sebenarnya Elvina lebih jago dari pada Melvin


"Wow bro permainanmu makin bagusnya" ucap Jonata melihat Elvina yang berhasil memasukkan semua bola


"Kau saja yang tak bisa main" ucap Elvina


"Hei Mark kau tak ikut main" Elvina melihat Mark hanya duduk dan menonton


"Aku tak bisa main itu" ucap Mark


"Sini, gampang kok mau aku ajarin"


Mark mendekat ke mereka, dan mulai belajar bagaimana cara bermain. Merea asyik bermain hingga tak sadar kalau hari sudah malam


"Kita pulang yyuu, ini sudah malam" ucap Elvina melihat jam ternyata sudah jam 8 malam


"Ayo Vin, Mark benar-benar tak bisa di ajari tapi kita minum dulu yyuu" ucap Jonata


"Aku tak menduga ya ternyata lebih susah dari memimpin rapat saham" ucap Mark meletakkan stik dan berjalan mengikutin Elvina dan Jonata


"Nih kau yang menyetir, aku cape" ucap Elvina melemparkan kunci mobilnya ke Jonata


"Kenapa kau tak memesan minum beralkohol Mark?" Tanya Jonata sambil melihat Mark


"Aku tidak bisa minum" jawab Mark


"Masa seorang pria tidak bisa minum" Elvina mengejek


"Aku memang tak bisa minum, apa kau punya masalah dengan itu" ucap Mark melihat ke Elvina


Mereka asyik sendiri, berbicara dan bercanda sepertinya pertemanan mereka mulai terjalin tak menyadari mereka menjadi pusat perhatian para wanita di bar itu


"Permisi, saya tertarik dengan anda bisa kita berkenalan dan bisakah saya ikut bergabung? " seorang wanita seksi mendatangi mereka dan berbicara kepada Elvina


"Maaf saya tidak ingin di gangu" ucap Elvina


"Tidak, kau boleh bergabung" ucap Jonata mempersilahkan wanita itu duduk


"Tapi kata temanmu tadi" ucap Wanita itu

__ADS_1


"Jangan dengarkan dia memang jual mahal" ucap Jonata menarik wanita itu untuk duduk di sampingnya


"Perkenalkan aku Jonata, itu Melvin dan ini Mark" ucap Jonata memperkenalkan dirinya


"Oh salam kenal aku Disty"


"Boleh kah aku ajak teman-teman ku bergabung juga mereka ada 2 jadi pas"


"Boleh panggil saja teman-teman" ucap Jonata dengan senyuman


Langsung di hadiahi tatapan tajam dari Elvina dan Mark. Disty pergi memanggil teman-teman


"Kau gila ya, aku hanya ingin minum tak ingin di gangu" ucap Elvina


"Aku pulang saja" Mark berdiri hendak pergi


Tapi terlambat tiga wanita sudah datang


"Haii semuanya silahkan duduk" ucap Jonata tak bersalah


Mereka langsung duduk di samping Elvina, Mark dan Jonata. Mark mulai kesal karna seorang wanita duduk disampingnya dan menatap Jonata dengan tatapan tajam membunuh


"Perkenalkan aku Anna"


Mark hanya tersenyum


"Kalian bertiga saudara ya" Jonata berusaha memecah keheningan


"Tidak kami, hanya berteman" jawab Disty yang duduk di samping Elvina


"Kalian cantik-cantik, apa lagi kamu Alice" ucap Jonata sambil tersenyum ke wanita yang duduk di sampingnya


Mark dan Elvina hanya diam mendengarkan Jonata yang sibuk berbicara ke tiga wanita itu.


"Mark kau tak minum" ucap Anna


"Aku tak bisa minum" Mark dengan wajah datar


"Ayolah hanya segelas tak membuatmu mabuk" ucap Anna menyodorkan gelas ke Mark


"Aku akan meminumnya tapi kau jangan gangu" ucap Mark mengambil gelas itu dan meminumnya sampai habis

__ADS_1


"Hei hei kau jangan minum" ucap Elvina melihat Mark minum


"Sudah habis, jadi saya permisi pulang" Mark bangun dan berjalan


__ADS_2