
Karna merasa wajah di sentuh Elvina tersadar dan membuka mata
"Aahh maaf aku tak sengaja, tidur lagi saja Vin" ucap Mark
"Mark jika suatu saat nanti kau mengetahui jati diriku yang sebenarnya apa kau akan menjauhinku" tanya Elvina dengan wajah sedih
"Vin apapun dirimu, siapa pun dirimu aku akan selalu menerima semua kekuranganmu" ucap Mark memegang wajah Elvina
"Kau berjanji Mark"
"Ia aku berjanji Vin" ucap Mark tersenyum
"Kenapa kau bisa menyukaiku Mark, kau tau kan kita sama-sama pria, kalau kedua keluarga kita tau bagaimana" tanya Elvina
"Aku tak peduli dengan apa kata orang Vin, yang aku tau aku nyaman bersamamu, dan aku yakin dengan cintaku Vin" ucap Mark dengan wajah serius
"Kalau aku menolak dan pergi darimu bagaimana"
Mark langsung terdiam dan wajah ya langsung sedih
"Hahaha lucu sekali wajah kagetmu itu"
Tawa Elvina pecah melihat wajah ketakutan Mark
"Melvin kau menolakku ya" tanya Mark dengan sedih
"Iiihhh gemes ya, seorang pria yang di cap pria sempurna sekarang lagi memohon di depanku dengan wajah lucu" Elvina mengcubit pipi Mark
"Melvin aku serius, tolong jawab" Mark memegang tangan Elvina
"Maaf Mark aku belum bisa menjawab sekarang" ucap Elvina
Mark langsung bangun dan turun dari kasur
Elvina bangun dan duduk di kasur
"Mark, aku sebenarnya juga memiliki rasa padamu" ucap Elvina menghentikan langkah Mark yang hendak pergi
Mark terdiam di depan pintu kamar Elvina
"Aku takut, jika suatu saat nanti kita akan saling melukai Mark" Elvina berjalan mendekat dan memeluk dari belakang
"Aku tak akan pergi walaupun terluka Vin tapi aku mohon jangan pergi dariku" ucap Mark berbalik
__ADS_1
Elvina melihat wajah Mark, dia berjinjit dan mencium Mark
Cup
Sebuah ciuman singkat membuat wajah Mark memerah
"Aku gak akan pergi jika tak kau yang minta" ucap Elvina
(Ya Tuhan kenapa aku tak bisa menolak Mark, apa ini yang di namakan Cinta) batin Elvina
Mark langsung mencium Elvina
Awalnya Elvina kaget tapi tidak menolaknya
Berawal dari cium biasa lalu kelama-lamaan berubah menjadi saling menghisap dan mengemut memainkan lidah
Mark bergerak membawa Elvina jatuh di atas kasur dengan posisi masih berciuman
(Eeeehhhh Elvina sadar kau sedang menyamar jadi kaka Melvin ayo bangun sebelum terlambat) akal sehat Elvina berkerja
Seketika Elvina sadar dan mendorong Mark melepaskan bibirnya
"Aahh Mark kita tidak bisa, jangan di lanjutkan" ucap Elvina mendorong Mark
Tapi tangan Elvina malah di tarik dan dikunci Mark
"Eeehhh Mark" rintih Elvina
(Aahh ini gak bisa, gak boleh terjadi, aku harus apa)batin Elvina
Elvina bergerak-gerak merasa tubuhnya di tindih
"Aaaaww Vin" rintih Mark merasakan sakit akibat bibirnya di gigit Elvina
"Ahkirnya kau sadar juga, lepaskan aku"
"Aku menginginkanmu Vin" ucap Mark mendekatkan kembali wajahnya
"Tidak, kita sama-sama pria Mark kita bisa"
"Aku baca di internet bisa kok, kau cukup lemaskan pinggulmu biar aku yang melakukannya" ucap Mark
Seketika wajah Elvina kaget dan memerah mendengarkan ucapan Mark tadi.
__ADS_1
Mark mencium leher Elvina
"Aahh tidak Mark aku belum siap" Elvina meronta-ronta berusaha mendorong Mark
"Melvin aku baru sadar kau tak memiliki jakun" ucap Mark
(Mati aku, ya ia lah aku gak punya aku wanita Mark) batin Elvina
Elvina berpikir cepat mencari alasan
"Eehh itu, Mark aku...." ucap Elvina terbata-bata
"Hhhmmm tapi tidak apa-ap leher mu tetap cantik kok, aku juga pernah lihat seorang pria tak memiliki jakun sebelumnya" ucap Mark tersenyum
"Aahh ia aku jakun ku kecil Mark, ini mungkin salah satu akibat telahir kembar" ucap Elvina berbohong
"Oh ia"
Cup Mark kembali mencium leher Elvina
"Eehhh Mark jangan lepaskan aku" ucap Elvina
Mark terus mencium leher Elvina bahkan meninggalkan bekas merah
"Aahh Mark jangan, lepaskan aku" ucap Elvina panik dan menangis karna tangan Mark berusaha membuka kaos yang ia gunakan
"Mark cukup, aku belum siap... aku mohon lepaskan aku" ucap Elvina menangis ketakutan
Mark tersadar melihat Elvina menangis
"Hei sayang maafkan aku.... aku terlalu semangat karna kau menerimaku" Mark menghentikan aksinya dan memegang wajah Elvina
Elvina hanya diam
"Tenang Vin aku gak akan melanjutkannya kok, sudah ya berhenti menangis" ucap Mark bangun dan duduk di samping Elvina
"Aku akan ambilkan susu tadi ya tunggu sebentar" Mark keluar dari kamar
Elvina masih berbaring dan mengapus air matanya
(Aahh gila hampir aja ketahuan, posisi tadi sangat bahaya, aku lebih baik berkelahi dengan preman dari pada menghadapi Mark kenapa aku lemah terhadap pesonanya) batin Elvina sambil duduk
Tak berapa lama Mark datang membawa segelas air
__ADS_1
"Maaf susu tadi sudah bersemut jadi aku membawakanmu air aja, minumlah dulu" ucap Mark memberikan gelas
"Tidak apa-apa ini sudah cukup" Elvina meminum air tersebut lalu menaruh gelasnya di meja kecil di samping kasur