Cinta Dua Arah

Cinta Dua Arah
Berdamai


__ADS_3

"Aawww" rintih Elvina


"Eehhh maaf, aku tadi terlalu marah hingga melukaimu ya" ucap Mark memegang bibir Elvina


Elvina memeluk Mark dengan erat, "aku kangen padamu tapi aku tak bisa menghubungimu"


"Melvin apa kau mencintaiku?"


"Iiihhh imutnya wajah priaku ini" Elvina mengcubit pipi Mark


"Vviinnn..... kau selalu saja mengubah pembicaraan" Mark kesal


"Jangan pasang wajah cemberut gitu"


Cup


Elvina mengcium kening Mark


"Aku tak berkata cinta aku menunjukkannya" ucap Elvina dengan senyuman


"Kalau begitu menginaplah di sini"


"Eeehhh Mark bukan yang seperti itu" wajah Elvina langsung memerah


"Tenang aku hanya ingin memelukmu semalaman"


"Janji?"


"Ia janji, aku ingin kau sendiri ya memberikan hati dan jiwamu untukku, aku tak ingin memaksanya"

__ADS_1


"Terima kasih Mark"


"Aku tak ingin kau pergi dariku, tapi kalau kau pergi maka aku akan mencarimu, dan mengurungmu" ucap Mark dengan wajah serius


"Itu tak akan terjadi, jika kamu tak akan menyuruhku pergi" Elvina tersenyum dan memeluk Mark


Mereka tidur berpelukkan dalam keadaan kamar yang berantakkan, untung saja kasurnya masih bisa di gunakan untuk tidur. Tengah malam Elvina gelisah


"Tidak... aku juga tak ingin dilahirkan, bukan.... jangan membenciku..." Elvina mengingau


Mark merasakan gerakkan Elvina lantas bangun, dan melihat Elvina berkeringat bahkan menangis


"Jangan bunuh aku, jangan benci aku"


"Vin... bangun..." Mark menggoyangkan tubuh Elvina.


Elvina tersadar dan membuka matanya, langsung duduk dan melihat sekeliling


"Tenang Vin aku di sini, tidak ada yang akan menyakitimu" Mark memeluk dan mengusap rambut Elvina


Beberapa saat kemudian Elvina mulai tenang dalam pelukkan Mark


"Vin ada apa? Siapa yang di dalam mimpimu" ucap Mark sambil mengelus rambut Elvina


"Dia yang kemaren menjemputku, Mark" jawab Elvina


"Maksudmu ayahmu sendiri mau...." Mark melihat Elvina


"Sudah tenanglah, dia tak akan melukaimu lagi aku berjanji"

__ADS_1


"Dia memang tak akan melukaiku lagi Mark"


"Vin........ apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu selalu tak pernah mengceritakan apa yang kau rasa" Mark memengan tangan Elvina dan menatapnya


"Maafkan Mark, aku tak ingin terlihat lemah di hadapan siapapun termasuk kamu"


"Kau tidak akan menjadi lemah hanya karna membagi apa yang kau rasakan padaku Vin, aku mohon percayalah padaku" ucap Mark memohon.


Elvina terdiam dan menatap Mark tak lama kemudian ia mulai berbicara.


"Aku dan adikku adalah penyebab ibuku meninggal, sebenarnya ibuku hanya bisa melahirkan salah satu dari kami tapi ia tetap memaksa hingga ahkirnya menghembuskan nafas terahkirnya, semenjak itu setiap bulan desember ayahku pulang dengan keadaan mabuk dan menghancurkan rumah, saat berumur 5th aku mulai mengerti apa yang dia katakan saat mabuk semua hinaan, semua sakit yang ia rasakan bahkan pukulan yang aku rasakan"


Elvina terdiam dan menahan tangisnya


"Kau bisa ceritakan perlahan Vin, ini pasti berat untukmu" ucap Mark memeluk dan mengelus rambut Elvina


"Luka di kening ku adalah bekas yang tak bisa aku lupakan. Dan sekarang ayahku sedang sakit kanker paru-paru, saat ini aku tak tau harus bersikap seperti apa, bahkan selama aku di rumahnya aku hanya bicara sekali padanya saat pamit untuk ke sini lagi" tangis Elvina pecah air matanya tak tertahan lagi


"Sudah.... sudah Vin aku mengerti sekarang maaf memaksamu untuk cerita"


Mark kembali memeluk Elvina dan membaringkannya


Mereka berbaring sambil berpelukkan


Suasana hening hanya tangan Mark yang bergerak mengelus kepala Elvina, tak berapa lama Mark berkata memecah keheningan


"Ibuku pergi saat ayahku bangkrut, ibuku sosok yang di tidak bisa hidup susah, ia tak bisa terima ayahku bangkut, ia pergi meninggalkan aku yang masih berusia 5th dengan bunda Ros dan ayah, semenjak itu ayah ku menjadi berbeda dia menjadi dingin susah di dekati, lalu dia bangkit, mulai membangun perusahannya lagi dan hingga sekarang. Tapi ayahku suka sekali membawa wanita dan berbeda setiap minggu ya, hal itu membuatku jijik bahkan aku membenci wanita"


"Mark kau.." ucap Elvina terpotong

__ADS_1


Cup


Mark mencium bibir Elvina


__ADS_2