
15 menit film tayang, Mark mulai ketakutan dan kaget
"Aahhh...." teriak Mark memeluk tangan Elvina
"Hahahah,... kau sangat penakut Mark ternyata pria yang di cap sebagai pria sempurna di kampus memiliki banyak kekurangan" Elvina tertawa melihat Mark ketakutan
"Aku juga manusia Vin, tidak sempurna" Mark menghadap Elvina
Mereka saling menatap
(Bibir Melvin sangat kecil) batin Mark meperhatikan bibir Elvina
Mark tak sadar mendekatkan wajahnya ke Elvina
Elvina hanya terdiam tak bergerak
Cup.....
Bibir mereka bertemu
Sontak Mark sadar dan langsung bangun
"Maafkan aku, sepertinya aku harus pulang" Mark berlari keluar rumah Elvina
Elvina hanya terdiam dan memegang bibirnya, jantung Elvina seperti kuda pacu yang sedang balapan
"Aku di cium lagi oleh Mark" ucap Elvina memegang dadanya merasakan jantungnya
"Aarrgghhh... kenapa aku bisa terpesona dengan wajahnya Melvin, sadar Mark kau pria masa suka dengan pria" ucap Mark meremas rambutnya
Mark berlari keluar dan menelpon seseorang untuk menjemputnya padahal dia membawa mobil tapi malah lari ke arah jalan raya dan sekarang sedang duduk di trotoar menunggu jemputan
"Apa aku sudah gila? Aku mencium pria, ada yang salah dengan diriku" guman Mark
Tak berapa lama sebuah mobil dan menjemputnya dan membawa dia pulang
Sampai di rumah Mark langsung masuk kamar dan berbaring di kasur
"Aaaaaa...... kenapa rasa bibirnya tak hilang, kenapa pikiran ku hanya ada dia, apa aku menyukai sesama jenis" Mark mengusap kasar wajahnya
"Aku taruh di mana mukaku nanti, padahal baru merasakan punya teman"
"Kenapa aku tertarik padanya"
Kembali ke rumah Elvina
Elvina masih duduk terdiam berusaha sadar dan berpikir apa yang terjadi
__ADS_1
"Aarrgghhhh ciuman pertamaku benar-benar di ambil oleh Mark" ucapnya berdiri
"Ini tidak bisa di biarin, kalau sampai kak Melvin tau bahwa dirinya di cium oleh seorang pria, aku bisa di gantung hidup-hidup"
Elvina ke kamar mandi dan mengosok giginya
"Bibirnya tadi sangat lembut" Elvina mengingat rasa bibir Mark tadi
"Aarrggghh... aku pasti sudah gila"
Elvina kekamar dan berbaring di kasur mencoba untuk tidur melupakan kejadian tadi
"Aaaah dasar gila,
Elvina bangun dan memakai jaketnya beranjak hendak keluar rumah mencari udara segar
"Baru jam 1 siang aku ke harus mana" ucap Elvina keluar rumah sambil melihat jam tangannya, Elvina kaget melihat mobil berwarna merah di depan rumahnya
"Ini mobil Mark, lalu dia pulang tadi pake apa
"Aahh bodo amat bukan urusanku" ucap Elvina pergi jalan kaki mencari udara untuk menenangkan otaknya
Elvina berjalan menuju taman yang berada di pinggir kota, ia duduk di bangku taman di bawah pohon merasakan hembusan angin
"Segarnya" guman Elvina merasakan hembusan angin
Tak berapa lama ada sebuah suara kamera memotret dirinya
Elvina tersadar dan melihat ke arah orang yang memotretnya
"Kau.. sedang apa di sini?" tanya Elvina melihat Zaskia memegang kamera
"Apa kau memotretku tadi?"
"Hehehe, maaf habisnya tadi pose yang indah aku tak sabar mengabadikannya" ucap Zaskia mendekat dan duduk di samping Elvina
"Sedang apa kau di sini"
"Aku sedang duduk saja, mencari udara segar"
"Kau sendiri ngapain ke sini, aku rasa rumahmu tak daerah sini?" tanya Elvina
"Aku sedang mencari inspirasi di sini, ternyata bertemu dengamu, mau lihat foto mu tadi" ucap Zaskia menunjukkan foto Elvina tadi
"Bagus, nanti kirimkan ke aku juga ya" ucap Elvina melihat foto dirinya
"Kau sangat cocok untuk di foto atau di lukis kenapa tak jadi model saja" ucap Zaskia
__ADS_1
"Aku ini sebenarnya lebih ahli memegang pisau bedah" ucap Elvina sambil tersenyum
"Maksudnya Vin?" Tanya Zaskia heran
"Tidak apa-apa, bagaimana kabarmu?"
" aku baik-baik saja bahkan aku sudah menjelasakan kesalahpahaman kemaren Vin" ucap Zaskia
"Oh benarkah?, aku tadi tak ke kampus" ucap Elvina
"Kenapa?"
"Tunggu, jangan bergerak" perintah Elvina dan mendekatkan wajahnya
(Dia hendak menciumku) batin Zaskia melihat Elvina mendekatkan wajahnya, ia menutup matanya
"Ada daun jatuh di rambutmu" Elvina mengambilnya
Wajah Zaskia merah seperti buah tomat dengan mata masih tertutup
"Hei!! Kenapa kau tutup mata" tanya Elvina heran melihat Zaskia
"Aahh... tidak apa-apa" Zaskia membuka mata dan membuang mukanya
"Kau pasti berpikir aku hendak menciummu ya" goda Elvina
"Tidak jangan kepedeaannya, walaupun wajahmu tampan aku tak akan tergoda" Zaskia mengalihkan pandangannya
"Benarkah? Padahal aku sangat ingin menciummu" goda Elvina memegang wajah Zaskia untuk menghadapnya
Elvina mendekatkan wajahnya
Zaskia langsung menutup mata, wajahnya memerah
"Hahahahaha, kau sangat lucu Zas" tawa pecah Elvina berhasil mengerjai Zaskia
"Iiiiiihh kau sama saja seperti pria lain, dasar buaya" ucap Zaskia pergi
"Hei.. berhenti aku cuma bercanda.. hei tunggu" ucap Elvina menarik tangan Zaskia
"Kenapa kau selalu membuatmu mengejarmu"
"Hei kau menangis, apa bercandaku kelewatan, maaf kan aku"
Elvina memengang wajah Zaskia dan mengelap air matanya
"Bercandamu itu tidak lucu Vin, kau memainkan perasaanku" ucap Zaskia memukul Elvina
__ADS_1
(Astaga wanita ini menangis dua kali di hadapanku) batin Elvina