Cinta Dua Arah

Cinta Dua Arah
Gosip


__ADS_3

"Sudah, berhentilah menangis"


"Melvin hanya emosi sesaat" Jonata berusaha menenangkan Diana


Sementara itu Elvina berhasil mengejar Zaskia yang berlari ke belakang kampus


"Heii tunggu" ucap Elvina menarik tangan Zaskia


"Kau tidak apa-apa" Elvina memegang wajah Zaskia


"Maafkan aku Melvin aku membuat kesalahpahaman dan membuat pacarmu marahucap Zaskia menangis


"Tidak... sudah tidak apa-apa" ucap Elvina mengelap air mata Zaskia


"Kau pasti kaget dan malu, aku minta maaf atas tindakkan Diana terhadapmu" ucap Elvina membuka jaketnya dan memakainya ke Zaskia


"Bagaimana dengan pacarmu Melvin, ayo kita jelaskan sama dia" ucap Zaskia


"Dia bukan pacarku Zas, berhentilah menangis" ucap Elvina memeluk Zaskia berusaha menenangkannya


"Maafkan aku Vin, seharusnya aku tak....." Zaskia menangis di pelukkan Elvina


"Aku tidak peduli dengan gosip itu Zas, sudah tidak apa-apa" ucap Elvina mengelus kepala Zaskia


Tak jauh dari situ Mark baru yang turun dari mobilnya melihat Elvina memeluk wanita, dia merasa jengkel


"Kenapa aku kesal melihat hal itu, itu kan hak dia memeluk atau menghamili wanita mana pun kenapa aku yang khawatir dan marah" guman Mark pergi


"Lebih baik kalau kau pulang saja, mau aku antar" ucap Elvina melepas pelukkannya dan melihat jam


"Aku masih punya waktu untuk mengantarmu pulang"


Elvina menarik tangan Zaskia dan berjalan ke arah mobilnya Zaskian hanya terdiam mengikuti


Mereka hanya berdiam selama di perjalanan hingga sebuah bunyi telpon memecah keheningan


Elvina mengangkat panggilan itu


"Apa kau gila? Bagaimana hal ini bisa terjadi? siapa wanita itu" ucap Melvin marah


"Itu hanya kesalahpahaman saja, jangan teriak kepadaku, maka ya cepat selesaikan urusanmu aku sudah mulai gila" Elvina marah, mematikan telpon lalu melemparkannya ke kursi belakang


Zaskia hanya terdiam melihat Elvina melihat marah

__ADS_1


"Aahhh sial kenapa sesusah ini" ucap Elvina memukul kemudi mobilnya


"Maaf kan aku, aku tidak menyangka dampak dari perkataanku kemaren akan sebesar ini dan aku benar-benar tidak tau bahwa kau adalah Melvin Joseph Stefanus putra tertua di keluarga Stefanus" ucap Zaskia tertunduk


"Sekarang kau sudah tau, makanya lain kali jangan ceroboh" ucap Elvina melajukan mobilnya


Sampai di rumah Zaskia


"Aku langsung saja karna ada kelas dan semoga aja aku tak terlambat" ucap Elvina pergi


"Dia benar-benar marah" ucap Zaskia masuk ke dalam rumah dan membersihkah dirinya


Elvina melaju dengan cepat sampai di kampus.


Lalu berlari sambil melihat jam dan berdoa semoga tak telat


Elvina sampai di depan kelas meminta izin untuk masuk, dosen memperbolehkan masuk sambil meperingatinya agar tak telat lagi


Bangku semua sudah penuh sisa di samping Mark, Elvina terpaksa duduk di samping Mark


"Hei,, kau telat gara-gara mengantar pacarmu dulu ya" bisik Mark


"Dia bukan pacarku" jawab Elvina sambil mengeluarkan buku dari tasnya


"Lalu aku melihatmu memeluknya dan ada gosip bilang dia hamil dan minta pertanggungjawabmu" ucap Mark pelan takut ada yang dengar


"Tolong yang baru datang jangan ribut" ucap Dosen di depan menatap Elvina


Elvina dan Mark langsung diam memperhatikan pelajarannya


Sekitar dua jam berlalu ahkirnya pelajaran selesai


"Oh ia Mark aku lupa bilang bahwa kita punya tugas kelompok sama Melinda, dan dia mengajaknya mengerjakan hari ini di taman kampus dekat lapangan basket" ucap Elvina merapikan bukunya


"Kenapa tak bilang dari kemaren, baiklah ayo kesana" ucap Mark


"Aku tak memiliki nomor hpmu" ucap Elvina bangun berjalan keluar kelas


"Aneh padahal kemren aku mengirimkan pesan dan kau balas" ucap Mark mengikut Elvina


"Aku tidak menerima pesan apa pun"


"Aneh.. tunggu sebentar aku cek" ucap Mark mengeluarkan hpnya

__ADS_1


Elvina berjalan ke lorong loker dan membuka lokernya


Surat-surat warna warni berhambur saat Elvina membuka lokernya


"Wow... ternyata kau juga populer" Mark melihat itu dan berjalan mendekat


"Lebih banyak darinya kemaren, sepertinya karna gosip itu" ucap Elvina mengeluarkan surat-surat itu


"Ini dia, ini nomormu kan" ucap Mark meperlihatkan pesannya yang dia kirim


"Oh ini nomor kakakku"


"Eeehhh maksduku nomor ini sudah bukan aku yang pakai" ucap Elvina meraba kantong celananya mencari hpnya


"Kenapa?" tanya Mark melihat Elvina kebingungan


"Sepertinya hp ku di mobil" ucap Elvina mengingat kejadian di mobil


"Oh begitu, ketik saja nomormu" Ucap Mark menyerahkan hpnya


Elvina mengetik nomornya dan memberikan hp Mark kembali


"Kenapa banyak sekali surat ini" ucap Elvian kembali mengeluarkan semua surat dari lokernya


"Aku sudah simpan nomormu"


"Itu tidak banyak bro lebih banyak punya ku" ucap Mark berjalan ke arah lokernya dan membukanya


Setumpuk surat keluar lebih banyak dari punya Elvina


"Wanita di sini bar-bar semua ya" ucap Elvina melihat surat yang keluar dari loker Mark jauh lebih banyak dari punya dia


Elvina menaruh buku di dalam loker dan menutup, menguncinya dan berjalan ke Mark


"Kau tau Melvin, wanita di sini sangat sadis sebaiknya kau hati-hati" ucap Mark menutup kembali lokernya


"Aku sudah punya satu yang mengangguku terus, bahkan wanita tadi sudah jadi korbanya" ucap Elvina


"Oohh wanita yang kau peluk tadi, apa yang terjadi?" tanya Mark


Elvina menceritakan apa yang terjadi sambil berjalan, mereka menuju taman kecil


"Jadi wanita itu hanya korban" ucap Mark

__ADS_1


"Ya seperti itu lah, aku tak mengerti kenapa hal ini terjadi, padahal aku hanya ingin kuliah normal" ucap Elvina sambil menaruh badannya di meja


Tak lama kemudian Melinda datang lalu mereka mulai mengerjakan tugas mereka


__ADS_2