
Senin, 17 Oktober 20xx
Jam 09.00
Di ruang kuliah
Elvina sedang mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dengan lancar dan lantang
Para wanita ribut berbisik-bisik bahkan ada yang mengfoto Elvina diam-diam
"Aahh Melvin gagah banget, sudah ganteng pintar lagi" ucap wanita satu
"Benar say, jika saja dia mau jadi pacarku aku bahkan akan rela mati untuknya" ucap wanita dua
"Demikan presentasi kelompok kami jika ada yang ingin di tanyakan di persilahkan" ucap Elvina tersenyum
Para wanita langsung ribut,mengangkat tanganya
"Melvin aku bertanya aku kurang paham kenapa wajahmu tampan sekali" tanya wanita satu
Eehhh tiba-tiba ruang kelas langsung ramai
"Vin apa kamu punya pacar?
"Vin bisa minta nomor hpmu?
"Melvin alamatmu di mana?
"Eehhh teman-teman bukan bertanya soal aku ya tapi dengan materi yang saya sampaikan tadi" ucap Elvina canggung
"Kalian bisa diam tidak" ucap Dosen dengan nada tinggi
"Kelompok Melvin saya rasa presentasimu cukup bagus tolong ahkir saja"
"Aah baik pak terima kasih" jawan Elvina canggung
Selesai pembelajaran mahasiswa ribut, dosen keluar kelas, Elvina sedang memakai tas ya langsung digerumbungi para wanita
"Melvin kau belum menjawab pertanyaan kami tadi
"Ia Melvin ayo jawab pertanyaan kami
Elvina merasa risih dan berusaha menghindar keluar dari kelas tapi baru sampai kelas wanita para fans ya malah bertambah dan meneriaki dirinya sontak Elvina langsung berlari menjauh membuat para fans ya mengejar dirinya
"Aahh dasar wanita-wanita gila, aduh kemana aku bersembunyi ini" Elvina berlari tak sadar ke arah bangunan tua
"Aduh ini di mana? Mereka sebentar lagi sampai"
__ADS_1
Tiba-tiba tangan menarik Elvina masuk ke dalam gudang
Elvina hampir saja membanting orang itu jika tak melihat bahwa Mark yang menariknya
Mereka berdua sembunyi di sebuah gudang
"Lho mana Melvin tadi aku liat dia ke arah sini"
"Ia aku juga melihatnya dia ke arah ini
"Kita cari ke sana saja
Setelah mereka pergi, suasana lansung hening
Mark dan Elvina bernafas lega dalam posisi Elvina di peluk Mark
"Ahkirnya mereka pergi juga" ucap Elvina berusaha melepaskan pelukkan Mark
"Kau sepertinya semakin terkenal" ucap Mark mempererat pelukkannya
"Mark lepas bagaimana jika ada yang melihatnya"
"Kau ingat, ini seperti 3 bulan yang lalu kita bertemu akibat di kejar wanita" ucap Mark menuduk mendekatkan wajahnya ke Elvina
"Ah ia, sykur deh kamu masih ingat sekarang lepaskan aku sebelum aku banting kamu" ancam Elvina
"Vin kenapa kamu selalu merusak momen ku" ucap Mark melepaskan pelukkannya
Cup
Mark malah tersenyum dan mencium bibir Elvina
"Aku mencintaimu Melvin"
Sontak Elvina langsung kaget wajahnya memerah
"Arrgghh iiihh kamu" ucap Elvina kesal meremaskan tangannya ingin menonjok Mark tapi gak jadi
Elvina membuka pintu dan berjalan keluar dengan marah
"Gila ... gila..., aarrggghhh lepas dari jeratan ular malah ketemu singa" omel Elvina sepanjang jalan
"Vin tunggu, kok kamu marah sih" ucap Mark mengejar Elvina
"Jangan dekat-dekat, atau aku tak akan berbicara sama kamu" ancam Elvina namun tak di anggap Mark
Hari demi hari berlalu tak terasa sudah memasuki bulan Desember dan musim dingin mulai tiba
__ADS_1
Hubungan Mark dan Elvina berjalan lancar tapi tetap di rahasiakan karna Elvina tidak menerima atau menolak Mark tapi mereka bersikap seperti sepasang kekasih walaupun jika orang liat mereka sama-sama pria yang bersahabat
Di kantin kampus
Elvina, Zaskia, Jonata dan Mark duduk satu meja sedang makan
"Hhuufff udara makin dingin aku rasa" ucap Jonata mengosokkan tangan
"Hhmm sepertinya sebentar lagi musim salju datang"
"Bagaimana UTS mu Jon apakah nilainya memuaskan" tanya Elvina
"Aarrgghh kau ingatkan lagi, bulan lalu ayah ku memarahi ku seperti membacakan kitab suci yang tebalnya 30cm" ucap Jonata kesal
Mereka bertiga sontak tertawa
"Lalu bagaimana dengamu Vin, bagaimana nilai UTS mu" tanya Zaskia
"Kau tak usaha tanya Zas, Melvin dan Mark adalah pria paling sempurna di kampus jadi nilai mereka pastilah sempurna, bahkan para fans mereka saja semakin bertambah" jawab Jonata
Hubungan Elvina membaik dengan Zaskia, Elvina pura-pura tak ingat bahwa Zaskia mengungkapkan cintanya waktu dia pingsang tapi Zaskia pun sepertinya tak mengambil pusing soal itu karna ia menikmati setiap momen bersama Elvina
"Ini semua karna kamu Zas, akibat kau memajang lukis dan fotoku pada event kemaren wanita banyak yang menggila melihat aku" cetus Elvina cemberut
"Hehehe maaf kan aku Vin" ucap Zaskia mengelus kepala Elvina
Sontak Mark yang melihat hal itu langsung memasang wajah seriusnya
"Ia tidak apa-apa lain kali izin dulu ya, kau selalu saja merepotkanku" jawab Elvina sambil mencibit pipi Zaskia
Mark semakin marah
"Aku sudah kenyang aku duluannya" ucap Mark pergi tak tahan
"Eehh..... Mark..... hei... kau baru makan sendiri" teriak Elvina melihat Mark pergi
"Anak itu kebiasaan"
"Mark kenapa sih terkadang enak di dekati tapi kemudian seperti mendorong kita jauh" ucap Zaskia
"Gak kok sama kami dia enak aja, bahkan dia orangnya lucu" ucap Jonata
"Dia memiliki kenangan yang buruk makanya bersikap seperti itu" ucap Elvina tak sadar
"Hhaahh maksudnya Vin" tanya kompak Zaskia dan Jonata
"Aahh tidak apa-apa" ucap Elvina kembali makan
__ADS_1
"Aku lihat ahkir-ahkir ini kalian dekat sekali kemana saja selalu berdua?" tanya Jonata
"Gak ah biasa aja, sama kamu dan Zaskia aku selalu berusaha bertemu kalian, cuma Mark dan aku satu kelas jadi selalu bertemu" jelas Elvina berbohong