
"Hallo" ucap Mark sambil mengaduk susu
"Maaf ini siapa" suara pria paruh baya
"Saya Mark teman ya Melvin" jawab Mark
"Oh ia maaf tuan Mark perkenalkan saya Frank kepala pelayan keluarga Stefanus, apakah saya bisa berbicara dengan tuan Melvin"
Frank sudah tau soal penyamaran Elvina yang mengantikan Melvin
"Melvin sedang mandi, ada apa ya kalau ada pesan biar saya sampaikan" ucap Mark
"Bagaimana keadaan tuan Melvin, apakah jari-jari ya sudah terbungkus perban"
"Anda mengetahuinya? Sebenarnya ada apa?" Ucap Mark semakin curiga
"Saya tak punya hak untuk cerita tuan
Saat Mark mau menjawab tiba-tiba tangan Elvina mengambil telpon itu
"Hallo ini aku, ada apa" ucap Elvina dengan wajah serius
"Nona di suruh pulang oleh tuan besar" ucap Frank dengan nada pelan
"Kau tau aku di sini sedang menggantikan" Elvina langsung diam tak melanjutkan perkataanya tadi karna Mark memeluk Elvina karna perbedaan tinggi badan mereka Mark membungkuk
"Bilang saja aku sibuk" Elvina mematikan telponnya lalu mencabutnya kabel agar telpon ya mati
"Melvin sebenarnya ada apa?" Mark mutarkan badannya Elvina menghadap ke dirinya
"Tidak apa-apa Mark, aku ngantuk mau tidur"
Mark langsung tersenyum dan mengendong Elvina masuk ke kamar
"Eeehh aku cuma tidur biasa bukan yang aneh-aneh turunkan aku" Elvina meronta-ronta
Mark tak bergeming dan tertap berjalan ke arah kamar lalu masuk
__ADS_1
Mark menaruh Elvina di atas kasur dan mengunci pergerakkannya Elvina, Mark berada di atas Elvina
(Gawat-gawat... cari cara menghentikan ini) batin Elvina
"Mark lepaskan aku turun dari atasku, atau aku akan marah sekali dan pulang ke Amerika" ancam Elvina
Mark langsung sadar
"Aku kangen padamu, dan masa dari tadi aku bertanya kau tak menjawabnya" ucap Mark menindih Elvina dan mendekatkan wajahnya
"Aku akan melakukannya jika kau tak mau cerita, walaupun kau akan marah dan pulang aku akan mencarimu, menculikmu mengingkatmu dan mengurungmu" ucap Mark dengan wajah serius
"Aahh hehehe, sayang jangan marah ya aku akan cerita tapi jangan posisi seperti ini" rayu Elvina dengan senyuman, Elvina sadar kalau ia tetap keras Mark akan makin keras
Mark langsung terdiam dan luluh
"Baiklah tapi aku ingin kau cerita selengkapnya jangan ada yang kau tutupi" Mark bangun dari badan Elvina dan duduk
Elvina bangun dan duduk di depan Mark
"Mark apa kau tau aku memiliki kembaran?" tanya Elvina
"Bukan kebanggaan tapi sebuah kesalahan"
"Maksudnya?" Mark heran
"Aku sangat membenci bulan ini, tepatnya 3 hari lagi aku sangat membencinya"
Mark hanya terdiam mendengarkan apa yang di ucap Elvina
"Tanggal itu adalah tanggal di mana aku dan adikku di lahirkan tapi juga tanggal ibu ku meninggal, saat itu ibuku hanya bisa melahirkan satu anak tapi dia tetap memaksa untuk melahirkan kami berdua, hal itu membuat banyak orang tak mengetahuinya" ucap Elvina berusaha bercerita dari posisi Melvin
Elvina mulai menangis dan hendak mengigit ibu jari ya namun Mark langsung menariknya dan memegang kedua tangan Elvina
"Ceritakan pelan-pelan tanpa kamu mengigit jarimu, nah gigit saja tanganku jika itu membuatmu tenang" ucap Mark memberikan tangannya
Elvina tersenyum
__ADS_1
"Kau pikir aku ini anjing apa, kok nguruhku mengigitmu"
"Habisnya lihat semua jarimu ini aku yakin semua ya bekas kau gigit"
Elvina tersenyum
"Maaf ini sudah kebiasaan yang tak bisa aku ubah"
"Jangan minta maaf padaku" Mark memeluk Elvina dan menjatuhkan badannya ke kasur
"Aaahh Mark kau tadi bilang tak akan
Ucapan Elvina terpotong karna Mark mencium bibirnya
Cup
Ciuman kecil di bibir Elvina
"Aku cape duduk terus, kita sambil berbaring ya"
"Baiklah tapi awas kau macam-macam ya, kau tau aku bisa membantingmu kemaren dan ingat rasa sakit ya" ancam Elvina
"Siap bos" senyum Mark
"Kau bisa lanjutkan ceritamu Vin"
"Hhhmm aku lupa tadi cerita ya sampai di mana, dan sekarang aku malah ngantuk Mark" ucap Elvina
"Eehhh kok gitu sih Vin kau tadi sudah bilang mau cerita"
"Nanti saja, sekarang biarkan aku tidur, dari kemaren aku sudah tak tidur" ucap Elvina memeluk Mark
"Kau curang Vin, kalau kamu menghindariku kau pasti bersikap lembut, dan membuatku tak bisa memaksamu Vin" ucap Mark memeluk Elvina
Tak berapa lama kemudian Elvina tertidur pulas di pelukkan Mark hampir satu jam Mark
"Kau ini selalu tertidur pulas tak berjaga-jaga, memang kau tak takut aku menyerangmu" ucap Mark sambil merapikan poni
__ADS_1
"Lihat wajah ya sangat imut tapi kenapa memiliki sifat keras kepala"
Padahal Mark lebih keras kepala bahkan jika di adu dengan batu maka batunya yang pecah 🤣