
"Maaf ya Vin membuatmu menangis" ucap Mark duduk di samping Elvina
"Padahal kata bunda air mata seorang pria tak boleh terjatuh, seorang pria harus kuat tapi jika sampai terjatuh berarti hal itu sangat menakutkan dan menyakitkan"
Elvina langsung terdiam mendengar apa yang Mark katakan
(Tapi aku wanita Mark wajar aja aku takut dasar bodoh) batin Elvina pengen memukul kepala Mark
"Ia air mata seorang pria itu tak boleh terjatuh Mark, tapi bukan berarti seorang pria tak boleh menangis" ucap Elvina melihat wajah Mark
"Kalau kau mau menangis, peluklah aku dan menangislah agar bedan di hatimu hilang" ucap Elvina tersenyum
Sontak Mark langsung terdiam dan memeluk Elvina tak berapa lama dia menangis
"Ada apa Mark apa yang kau rasakan" Elvina mengelus punggu Mark
"Aku merasa sakit hati melihatmu menangis gara-gara aku"
"Hahaha maaf membuatmu menangis tapi aku baik-baik saja sekarang" tawa Elvina pecah karna tingkah lucu Mark
"Entah kenapa aku selalu lepas kendali melihatmu rasanya aku ingin membuatmu mendesah di bawahku" ucap Mark
Sontak Elvina kaget, wajah ya memerah melebihi tomat, bahkan jika ini komik maka ada uap ledakan di kepala Elvina
"Tolong jangan berbicara seperti itu Mark, kamu mau membuatku jantungan ya" ucap Elvina mendorong Mark melepaskan pelukkanya
"Emang ada apa Vin, kau juga menginginkan ya kan" Mark senyum nakal
"Eeehhh aku, sudah lah aku lapar kita cari makan yyuu" bangun dan berjalan ke keluar kamar
"Kau selalu saja menghindar Vin" ucap Mark mengejar Elvina keluar
__ADS_1
Tenyata di ruang tamu ada 2 pria berdiri dan 1 pria paruh baya duduk
Elvina terdiam melihat orang yang duduk di sofa, Mark berjalan mendekatin Elvina
"Untuk apa kau datang ke sini" ucap Elvina kepada pria itu
Pria itu hanya terdiam lalu bangun dari kursinya
"Aku baru saja datang dan sudah melihat anakku keluar dari kamar bersama pria" Pria itu berjalan mendekat ke depan Elvina
Elvin menggenggam tangannya
"Kau adalah Mark Carlos Christopher kan, aku kenal baik ayahmu" ucapnya melihat Mark di samping Elvina
"Aku lihat kau menyukai anakku" ucap pria itu sambil senyum penuh makna
"Anda siapa?" tanya Mark heran melihat reaksi Elvina seperti ketakutan tapi emosi
"Aku lihat kau hidup bahagia 5 bulan ini di sini, pantas saja ada pria yang di kagumi seluruh dunia di sampingmu ternyata" ucap Adya kepada Elvina
"Mark apakah sudah tau bahwa"
Elvina langsung memotong perkataannya
"Baik kau menang, ayo pulang" ucap Elvina beranjak ke pintu
Mark mengejar dan menarik tangan Elvina
"Tunggu urusan kita belum selesai Vin"
"Aku akan pulang sebentar saja Mark januari aku akan ke sini lagi kok" ucap Elvina tersenyum
__ADS_1
"Aku kasih waktu 10 menit di mobil pamitlah yang benar" ucap Adya berjalan keluar lalu di ikuti 2 pengawalnya tadi
Setelah mereka keluar Elvina langsung memeluk Mark
"Tunggu aku ya" ucap ya Elvina tersenyum
"Kabarin aku ya kalau ada waktu" ucap Mark membalas pelukkan ya Elvina
Elvina hanya mengangguk dan tersenyum lalu melepas pelukkannya dan keluar rumah
Mark hanya bisa diam melihat Elvina masuk kedalam mobil hitam dan pergi
Hari demi hari berlalu bahkan tahun barupun sudah lewat tapi Mark tetap di kamarnya tak mau keluar
"Hari ini pun kau tak memberikan kabar bahkan hpnya saja tak aktif, pa kau pergi juga" ucap Mark membanting semua yang ada di depannya
Rabu, 10 Januari 20xx
Mark sedang main video game di apartemen Jonata
"Ahkirnya kau mau ke sini Mark kau ngapain aja sih tahun baru menghilang juga sama kaya Melvin" ucap Jonata
"Entahlah mungkin aku mau memperbaikin moodku dan juga kalau ada Melvin dia pasti akan marah-marah melihatku" ucap Mark
"Hore aku menang ahkirnya" ucap Jonata senang
"Ternyata aku hebat juga ya"
"Aku sengaja mengalah itu gak usaha pamer, ayo main lagi" ucap Mark
Ahkirnya Mark mulai mau menjalani hidup dengan normal
__ADS_1