
Elvina kaget, tak berapa lama Mark melepaskan ciumannya
"Kata orang dengan memaafkan maka hati akan menjadi tenang, tapi bagaimana dengan kenangan yang selalu berputar di ingatan, bagiku lebih susah melupakan dari pada memaafkan" ucap Mark tersenyum
Elvina menatap mata Mark dan tersenyum
"Kita sudah melewati hal itu, maukah kau membuat kenangan yang indah bersamaku"
"Apa sekarang kau sedang melamar aku Vin" ucap Mark tersenyum
"Eeehh Mark kau..." Wajah Elvina memerah
Cup
Mark mengcium bibir Elvina lagi
"Kau sudah melamarku dan jawabku ia, jadi kau tak akan bisa lari lagi" ucap Mark tersenyum
Elvina hanya terdiam dan tersenyum
"Ya sudah ayo tidur lagi, ini masih malam" ucap Mark mengeratkan pelukkannya
Tak berapa lama mereka kembali tidur lagi.
Pagi hari
Matahari sudah tinggi bahkan cahaya sudah masuk ke dalam kamar Mark tapi mereka berdua masih tidur saling berpelukkan
"Mark, Melvin ayo bangun buku pintunya" bunda Ros memanggil sambil mengetuk pintu
Mark tersadar bangun dan membukakan pintu, "Melvin masih tidur Bun kami juga gak ada kelas pagi ini, tolong jangan ribut ya"
"Eehh ia sayang" ucap bunda Ros tersenyum
Mark menutup kembali pintu kamarnya dan berjalan ke kasur, "jadi tadi malam bukan mimpi dia memang tidur di ranjangku semalaman" ucap Mark tersenyum melihat Elvina tertidur lelap
Mark naik ke kasur dan berbaring di samping Elvina
"Imut sekali, kau pria tapi wajahmu cantik" guman Mark sambil merapikan poni Elvina
"Vin ayo bangun, aku sudah mulai tak tahan"
__ADS_1
"Hhhmmm lima menit lagi" jawab Elvina sambil menarik selimutnya
Mark tersenyum dan membuka selimutnya dan menggoyangkan badan Elvina
"Ayo bangun atau aku akan menyerangmu"
"Bentar lagi Luxas"
Elvina tersadar, kaget dan langsung duduk melihat sekeliling (astaga aku lagi di kamar Mark) batin Elvina sambil melihat sekeliling dan menunduk melihat bajunya (Bajuku masih terpasang, berarti masih aman) batin Elvina.
Mark wajah ya memerah menahan marah
"Eehh selamat pagi Mark" sapa Elvina tersenyum
Mark hanya diam dan turun ke dari kasur lalu berjalan ke kamar mandi. Elvina heran kenapa Mark bersikap seperti itu, ia tak sadar tadi mengucap nama Luxas, ia terdiam dan berpikir
"Kenapa dia bersikap seperti itu, bukannya tadi malam sudah baikkan" guman Elvina sambil menggigit kuku telunjuknya dan turun dari kasur
Tiba-tiba suara pintu di ketuk membuyarkan lamunan Elvina.
Tok.....tok....tok
"Permisi tuan, saya hendak membersihkan kamarnya" ucap suara pria dari depan kamar
Lalu masuk dua orang pria dan mulai merapikan barang-barang Mark yang di hamburkannya, Elvina melihat hal itu turun dan kasur mengambil hpnya dan keluar dari kamar
"Hallo.... hhhmmm ia jemput aku" ucap Elvina di telpon sambil berjalan menuruni anak tangga
"Eehh Melvin kamu sudah bangun?" tanya bunda Ros keluar dari dapur
"Hhmm ia bun" jawab Elvina berjalan mendekat
"Bunda sedang apa? Ada yang bisa aku bantu"
"Tidak usaha ini sudah selesai" ucap bun Ros sambil membawa masakkannya ke meja makan
Melihat itu Elvina mengantongi hpnya dan membantu bunda Ros membawa makannya
"Kamu ini di bilang gak usaha bantu" ucap bunda Ros
"Hehehe aku gak tahan kalau gak membantu" Elvina tersenyum
__ADS_1
Tiba-tiba Mark teriak-teriak mencari Elvina
"MELVIN....MELVIN di mana kamu"
"Mark aku di sini" jawab Elvina yang berada di meja makan
"Kenapa kamu turun gak bilang, aku kira kamu sudah pulang tanpa pamit lagi" ucap Mark kesal
"Eehh bukannya kamu tadi tak mau bicara kepadaku" ucap Elvina
Mark langsung terdiam dan duduk di kursi meja makan. Bunda Ros hanya tersenyum melihat kejadian ini
"Sudah-sudah ayo kita makan"
Mereka bertiga pun makan, Elvina merasa heran dengan sikap Mark tapi ia tak bertanya
"Maaf Bun, ayah Mark ke mana ya kok tidak ikut sarapan?" tanya Elvina
Mark langsung menghentikan kegiatan makannya, dan menatap Elvina
"Eehhh maaf aku tak bermaksud....
Perkataan Elvina terpotong karna hanya hpnya berdering. Elvina mengeluarkan hpnya dan melihat siapa yang menelpon
"Maaf ya bun aku mengangkat telpon dulu" ucap Elvina bangkit dan pergi dari meja makan
Mark hanya menatap Elvina berbicara di telpon sambil makan
"Mark kamu kenapa?" tanya bunda Ros
"Gak apa-apa bu" jawab Mark melanjutkan makannya.
"Dasar anak bandel kamu nginap dirumah ya Mark jangan membuat citraku semakin buruk" omel Melvin di telpon
"Maaf tadi malam gak sengaja kok, dia belum tau juga kok" jawab Elvina
"MAKA DARI ITU YANG BAHAYA" teriak Melvin dari telpon membuat Elvina menjauhkan hpnya dari telinga
Mark yang melihat dari meja makan tampak heran, (siapa yang dia telpon sampai selama ini) batin Mark jengkel
"Sudah cepat pulang, dan tolong jangan ada berita yang aneh-aneh, aku masih normal ya" ucap Melvin kesal
__ADS_1
"Ia ia ia tenang saja, sudah lanjutkan pekerjaanmu saja aku sedang sarapan ini" tutup Elvina
Selesai berbicara Elvina kembali duduk dan melanjutkan makannya, Mark menatap Elvina dengan tajam, Elvina senyum canggung melihat Mark seperti itu.