Cinta Dua Arah

Cinta Dua Arah
Bicara Sama Mark


__ADS_3

"Selama ini Mark selalu sekolah di rumah, tak pernah keluar rumah atau bergaul dengan teman seusianya bahkan dia memiliki fobia terhadap wanita dan baru sembuh setahun ini, kau adalah orang pertama yang di ceritakan dengan wajah bahagia oleh Mark" cerita Bunda Ros dengan wajah sedih


"Untunglah kamu datang tolong bujuk Mark untuk keluar dari kamarnya dan bantu dia menjalankan kehidupan yang normal" Bunda Ros memohon sambil memegang tangan Elvina


"Eehhh bun"


"Baiklah bun aku akan berusaha" jawab Elvina sambil tersenyum canggung


"Tapi kalau boleh tau kenapa Mark bisa seperti itu" tanya Elvina penasaran


"Hal itu terjadi karna ibu kandung Mark"


Bunda Ros langsung terdiam


"Selangkapnya lagi lebih baik kamu tanya sendiri ya" timpahnya lagi


"Ooh begitu ya, maaf"


"Kalau begitu kamar Mark di mananya bun?"


"Kamu naik kelantai dua lalu belok kiri kamarnya di ujung pintu warna merah atau mau di antarkan pelayan" arah Bunda Ros


"Oh ia bun terima kasih, tidak usaha takut ya nanti Mark malah tak mau membuka pintu, saya datangin Mark dulu ya" ucap Elvina bangun dan beranjak ke tangga


"Semangat Vin" ucap Bunda Ros


Elvina hanya tersenyum dan menaiki anak tangga (rumahnya besar sekali, rumah ayah kalah) batin Elvina sambil melihat sekeliling dan berjalan ke kamar sesuai arahan bunda Ros tadi


"Sepertinya ini kamarnya"


Tok....tok......tok


"Mark ini aku Melvin, kita bisa biacara" ucap Elvina mengetuk pintu kamar Mark


Sudah 5 menit Elvina mengetuk tapi tak ada jawaban dari dalam


"Ya sudah kalau gitu Mark, aku tak ingin berteman lagi sama kamu aku pergi ya" ucap Elvina dengan nada keras


Saat Elvina berbalik hendak pergi, pintu kamar Mark langsung terbuka dan tangan keluar menarik Elvina masuk


Elvina kaget hampir teriak


Mark mengunci kembali kamarnya, sedangkan Elvina berdiri di samping Mark


Mark hanya diam dan berjalan ke kasurnya, kamar Mark sangat besar megah dan luas bahkan ada sofa,kulkas dan tv besar di dalam kamarnya


"Mark aku ke sini" Elvina medekat ke Mark yang berbaring di kasurnya

__ADS_1


Mark hanya diam dan menarik Elvina terjatuh di atasnya lalu memeluknya


"Mark apa yang kamu lakukan lepaskan" ucap Elvina memberontak


"5 menit saja Vin biarkan aku memelukmu" ucap Mark dengan nada pelan


Elvina langsung terdiam di pelukan Mark (Badannya panas) batin Elvina


Detik berlalu menjadi menit bahkan sudah lebih dari 5 menit tapi Mark tetap tak mau melepaskan pelukannya


"Eehh Mark ini sudah lebih dari 5 menit" ucap Elvina sambil melihat melihat wajah Mark


"Vin apa kau masih mau berteman denganku?" tanya Mark


"Aku... aku.."


Belum selesai Elvina menjawab Mark langsung duduk tapi tak melepaskan pelukkannya


"Aahh, Mark kau" ucap Elvina merasa pegerakkan Mark


Mark hanya terdiam dan menaruh kepalanya di pundak Elvina


"Kau sakit ya, mau aku ambilkan obat" ucap Elvina mengelus kepala Mark


(Semoga tidak ada yang melihat ini, jika tidak pasti akan ini akan menjadi berita yang menghebohkan dunia) batin Elvina sambil mengelus rambut Mark


"Mark apa kamu marah atau jijik terhadapku?" tanya Mark masih di posisi itu bahkan sekarang ia memeluk perut Elvina


Mark langsung mengangkat kepalanya dan mehadap Elvina


"Aku tak mengerti kenapa aku bisa memiliki rasa suka kepadamu Vin tapi aku mohon jangan menghindariku lagi Vin, hatiku sakit melihat kau selalu menghindariku" ucap Mark menatap wajah Elvina


"Mark kita sama-sama pria, kita tidak...


Belum selesai Elvina berbicara Mark langsung mencium bibir Elvina


"Hhheemmm Mark" Elvina berusaha mendorong Mark


Mark melepaskan ciumannya


"Maafkan aku selalu lepas kendali melihat wajahmu" ucap Mark


"Sekali lagi kau menciumku tanpa izin aku akan benar-benar menghilang darimu" ancam Elvina


"Maaf....


"Diam dan dengarkan aku dulu jangan berbuat aneh-aneh atau aku akan pulang" ucap Elvina kesal

__ADS_1


Mark mengganguk


"Dengarkan, Mark kita sama-sama pria hal ini akan membuat masalah buat kedua keluarga kita" ucap Elvina


(Ada apa dengan aku kenapa aku tak bisa bilang tidak padanya, ingat Elvina sekarang kamu adalah kak Melvin) batin Elvina


"Aku belum bisa menjawab atau memberikan respon apapun terhadap perasaanmu"


"Tapi Vin" potong Mark


"Diam dan dengarkan dulu" bentak Elvina


Mark langsung diam


Untung saja Elvina adalah orang yang di sukai Mark jika tidak pasti akan babak belur berani membentak Mark


"Aku juga tak mengerti apa yang aku rasakan kepadamu saat ini, yang jelas bisakah kau menunggu aku siap" ucap Elvina


Mark langsung tersenyum dan mendekatkan wajahnya hendak mencium tapi tangan Elvina langsung menutup mulut Mark


"Sudah aku bilang jangan berbuat aneh-aneh atau aku akan pergi"


Mark menarik tangan Elvina dan menciumnya


"Aahh Mark" teriak Elvina malu


"Terima kasih kau tak menolak atau mendorongku" ucap Mark tersenyum


"Hhhmmm... sekarang lepaskan aku sampai kapan kau akan memelukku bagaimana jika ada yang lihat"


"Hehehe tawa Mark melepaskan pelukkanya Elvina langsung bangun dari kasur


Tapi tangannya langsung di tarik Mark


"Kau mau ke mana?"


"Mark aku hanya mengambil tas ku yang terjatuh itu" ucap Elvina melepaskan tanganya


Mark hanya diam


"Oh ia sekarang kau makan dan minum obat ya" Perintah Elvina


"Tidak mau"


"Aku mau makan dan minum obat asal kamu menginap malam ini di sini"


Elvina langsung kaget

__ADS_1


"Gila kau Mark, GAK" tolak Elvina


Mark langsung cemberut dan masuk ke dalam selimutnya dan bersembuyi seperti anak kecil yang ngembek


__ADS_2