Cinta Kedua Untuk Ardian

Cinta Kedua Untuk Ardian
Cinta kedua untuk Ardian


__ADS_3

Cinta kedua untuk Ardian.


Malam yang gelap dengan suara gemuruh petir, membuat seorang pria berusia dua puluh satu tahun melangkahkan kakinya keluar dari bandara. Karena pria itu baru saja tiba beberapa menit yang lalu sebelum hujan turun membasahi bandara itu.


"Dimana Danial?" Gumam pria itu yang belum melihat kedatangan sahabatnya, Daniel. Padahal tadi sahabatnya itu mengatakan kalau dia akan menunggunya di bandara.


"Ardian!" Pemuda itu langsung tersenyum saat mendengar namanya di panggil dan Ardian juga bisa melihat pemuda tampan dengan rambut bergelombang melangkah kearahnya sambil tersenyum."Maaf sudah buat Lo nunggu lama karena, tadi gue habis dari toilet." Jelas pemuda itu."Lo udah lama?"


"Gue baru aja keluar tadi." Jawab Ardian sambil menarik kofer nya.


"Syukurlah, gue kira Lo tadi nunggu gue kelamaan. Soalnya gue lama benget di vc." Ucap Daniel melirik kearah Ardian yang hanya diam."Tumben Lo pulang dadakan? Biasanya Lo ngomong dulu sama bokap lo? Apa ada sesuatu yang membuat Lo balik ke Indonesia?" Ardian menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah Daniel.


"Nanti gue jelasin, sebaiknya sekarang kita pergi dulu dari tempat ini, Karena gue makin pusing kalau banyak orang."


"Baiklah. Lo mau langsung pulang ke rumah atau kemana dulu gitu?"


"Hmmm, kita singgah ke club dulu sebentar." Jawab Ardian yang kembali melanjutkan langkahnya.


"Lo yakin? Gue nggak salah dengar kan?" Tanya Daniel terkejut karena sahabatnya itu ingin pergi ke club padahal Daniel sangat tau sifat sahabatnya itu yang tidak suka pergi ketempat gituan. Tapi ini? Entahlah Daniel jadi bingung.


"Lo nggak salah dengar, Daniel. Kita pergi ke club karena gue ingin menenangkan perasaan gue, sekarang." Jawab Ardian.


"Sepertinya Lo berubah Ardian."


.


.


"Ardian, stop! Lo sudah terlalu banyak minum-minum!" Cegat Daniel saat melihat sahabatnya itu benar-benar mabuk karena Ardian sudah menghabiskan satu botol minuman berwarna merah itu, tapi dia masih saja ingin tambah.


Ya, setibanya di club, Ardian langsung memesan satu botol minuman dengan kadar alkohol sedang, bahkan pria muda itu dengan tenang meminum minuman itu tanpa berpikir kalau dia akan mabuk.


"Jangan cegah gue, Daniel, gue masih ingin minum lagi." Jawab Ardian kembali menuangkan minuman itu kedalam gelas bening di tangannya.


"Cukup Ardian! Lo benar-benar tidak sadar sekarang!" Cegat Daniel tapi tangannya langsung di tepis.


"Daniel... Lo nggak tau apa yang gue rasakan sekarang! Lalu untuk apa lo hentikan gue buat minum!"


"Jika lo ada masalah, Lo bisa cerita ke gue Ardian. Bukan minum-minum seperti ini, apalagi lo sudah kelewatan sekarang!" Jawab Daniel yang tidak suka melihat sahabatnya seperti sekarang."Ardian, sebenarnya apa yang membuat Lo seperti ini?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan sahabatnya membuat Ardian terkekeh, karena Ardian sebenarnya belum sepenuhnya kehilangan kesadarannya. Ia masih mengerti apa yang ia lakukan ini salah, tapi karena rasa sakitnya membuat ia ingin melupakannya dengan cara minum-minum seperti sekarang. Lukanya terlalu sakit, sehingga ia tidak bisa menahan dirinya.


"Daniel.... Apa Lo tau, Kalau perasaan ini sangat sakit, karena gue kembali di tipu oleh wanita, yang begitu gue percaya... Tapi gue nggak berpikir waktu itu kalau mereka sama saja...... Lo harus tau Niel, Jika dulu wanita yang gue percaya tidak akan mengkhianati Bokap gue, ternyata salah. Karena wanita itu berselingkuh ke pria lain di mata gue sendiri.... Dan kemarin, gue juga mendapatkan hal yang sama saat wanita yang gue anggap berbeda ternyata dia sama saja seperti wanita itu.... Mereka sama saja, sama-sama wanita murahan...." Ucap Ardian dengan mata yang berkaca-kaca. Bahkan pria setengah sadar itu masih bisa merasakan sakitnya walaupun kesadarannya akan hilang.


"Daniel, Lo tau... Kalau wanita itu ternyata sangat murahan, bahkan dia mau berselingkuh dengan ayah tirinya.... Lo bayangkan, suami dari ibunya."


Daniel yang mendengar cerita sahabatnya itu mulai mengerti, kenapa Ardian seperti sekarang. Ternyata Ardian sedang putus, akibat dia melihat kekasihnya sedang selingkuh.


"Gue ngga percaya lagi dengan wanita Niel. Apalagi ingatan gue masih mengingat bagaimana mereka menikmati permainan mereka.... Itu sangat menjijikkan..." Racau Ardian di tengah kesadarannya."Mereka sangat murahan Daniel, hahaha. Mereka sangat murahan." Tawa Ardian membuat orang-orang yang berada di club itu langsung melihat kearah Ardian yang sepertinya sudah kehilangan kesadarannya.


"Hentikan Ardian! Orang-orang banyak yang memerhatikan tingkah Lo! Sebaiknya kita pulang!"


"Tidak Niel, gue nggak mau pulang, gue masih mau disini!" Tolak Ardian saat Daniel mencoba menariknya pergi.


Saat Daniel sedang memaksa Ardian untuk pergi. Tiba-tiba saja pria itu muntah, dan mengenai baju Daniel, bahkan muntah Ardian sampai tercecer di mana-mana.


"Astaga Ardian!" Pekik Daniel terkejut."Lo jorok banget sih!" Kesal Daniel yang merasa begitu sangat tidak nyaman dengan bau muntahan Ardian."Sepertinya gue harus ke toilet, sebelum gue ikutan muntah karena muntahan Ardian." Gumam Daniel yang begitu sangat tidak tahan dengan muntahan Ardian.


"Ardian lo, tunggu disini sebentar. Gue mau membersihkan kemeja gue dulu." Ucap Ardian setelah itu ia pergi meninggalkan Ardian dengan langkah terburu-buru kearah toilet.


Sedangkan Ardian yang melihat kepergian Daniel langsung meninggalkan tempat itu untuk pergi kearah lain. Dengan langkah gontai nya ia pergi kearah belakang dari club itu.


"Tu_tuan lepaskan."Cicit nya ketakutan saat tangan kekar itu menarik tangannya.


"Tidak akan.... Sebaiknya kamu antarkanku keluar dari sini." Jawab Ardian menatap mata cantik berwarna kuning keemasan itu saat cahaya lampu menyoroti matanya.


Gadis itu tampak berpikir, lalu ia menganggukkan kepalanya."Baik tuan, saya akan mengantarkan anda keluar. Tapi setelah itu tuan melepaskan saya." Jawab gadis itu yang menyetujui permintaan Ardian.


Ardian yang mendengarnya tersenyum. Sedangkan gadis itu memapanya keluar melewati pintu belakang. Kondisi yang hujan deras membuat gadis itu sedikit ragu untuk keluar mencari mobil Ardian. Tapi mendengar suara pria itu yang mengatakan kalau mobilnya berada tidak jauh dari sana membuat gadis itu kembali setuju.


Kini dua pasangan itu berada di bawah derasnya hujan, bahkan gadis yang berusaha memapah tubuh Ardian, kini sudah basah seperti Ardian saat sudah sampai di depan mobil Daniel.


"Saya sudah mengantarkan tuan disini. Kalau gitu saya pergi." Izin gadis itu sambil melepaskan tangan Ardian.


"Tidak, kamu tidak boleh pergi sayang...." Jawab Ardian yang benar-benar kehilangan kesadarannya, bahkan tangannya kini memeluk erat tubuh gadis itu.


"Tidak tuan saya harus pergi.... Lepaskan...." Lirih gadis itu ketakutan berusaha untuk melepaskan tangan Ardian yang membelit tubuhnya.


"Tidak akan..." Bisik Ardian, lalu membuka pintu mobil Daniel. Karena Ardian membawa kunci mobil itu tadi, saat Daniel melemparkan nya di atas meja.

__ADS_1


"Tidak tuan.... Lepaskan! Aku mohon..." Isak gadis itu ketakutan, tapi tenaganya tidak kuat untuk melepaskan tarikan Ardian yang menyeret nya masuk kedalam mobil.


"Ayo kita bersenang-senang sayang. Aku tau kalau kau sangat hebat di atas ranjang, Nadila...." Bisik Ardian yang menganggap kalau gadis itu adalah kekasihnya.


"Tidak tuan.... Lepaskan, aku tidak mau...." Gadis itu semakin ketakutan saat Ardian benar-benar akan merusak nya. Ia berusaha untuk lepas, tapi sangatlah sulit karena tenaganya tidak akan kuat. Bahkan mobil itu menghentikan pergerakannya sekarang.


Dan dibawah langit yang gelap bersama dengan derasnya hujan disertai petir. Ardian berhasil merusak seorang gadis yang ia tidak kenal. Bahkan mobil sahabatnya, Daniel. Menjadi saksi akan kebejatan Ardian dimalam itu.


Sedangkan didalam club, Daniel dibuat panik saat ia tidak melihat kehadiran Ardian disana.


"Kemana dia?" Ucap Daniel cemas yang terus menerus mencari sahabatnya."Mas, anda melihat pria yang tadi bersama dengan saya disini?" Tanya Daniel kepada pria yang bertugas mengantarkan minuman disana.


"Tuan tadi baru saja kami antarkan ke kamar 01 tuan. Karena tadi dia pusing, makanya kami mengantarkannya ke sana." Jawab pria itu membuat Daniel bisa bernafas lega.


"Syukurlah... Apakah ada kamar yang masih kosong disini mas?"


"Masih ada tuan. Apakah anda ingin memesan kamar satu seperti pria tadi?"


"Boleh..." Jawab Daniel."Kebetulan ini sudah malam dan juga hujan deras, bahkan aku tidak memungkinkan untuk membawa Ardian yang sudah tidak sadarkan diri untuk pulang, Sebaiknya aku ikut menginap disini." Batin Daniel.


Tapi yang Daniel tidak tau, kalau sahabatnya tidak berada didalam kamar seperti yang pria tadi katakan. Karena sekarang sahabatnya itu sedang berada didalam mobil. Bahkan Daniel sendiri tidak sadar kalau kunci mobilnya sekarang tidak ada di tangannya melainkan di tangan Ardian.


🌾🌾🌾🌾🌾


Ardian mengusap wajahnya kasar saat ingatan nya kembali tertuju dimana ia pertama kali bertemu dengan mantan istrinya sebelas tahun yang lalu. Dimana ia dengan paksa merenggut kehormatan gadis itu saat hujan deras. Bahkan orang-orang banyak yang tidak perduli dengan kelakuannya malam itu. Karena orang-orang yang berada di club malam sudah biasa melakukan hal seperti itu disana, bahkan didalam mobil sekalipun.


Tapi yang orang tidak tau, malam itu dia baru saja melakukan kejahatan besar. Yaitu memperkosa seorang gadis belia yang baru berusia enam belas tahun.


Bahkan Ardian masih mengingat bagaimana tangisan gadis itu saat mereka sadar. Gadis itu hampir saja mengakhiri hidupnya karena dirinya. Di hari dimana ia merusak gadis itu, hari itu juga Ardian langsung bertanggung jawab.


"Semoga kita bisa bertemu kembali Mayla, Walaupun jalan kita sudah berada dan tidak seperti dulu lagi. Karena kamu hidup bersama pendamping mu sedangkan aku akan mengejar wanita lain yang akan mendampingi ku nanti." Gumam Ardian menatap langit-langit ruangan kerjanya.


Ya, satu bulan mencari tau. Ardian mendapatkan titik terang tentang kehidupan mantan istrinya, yang katanya sudah menikah dan sekarang mantan istrinya itu sudah memiliki anak perempuan yang cantik. Hanya saja Ardian tidak menemukan foto anaknya dan juga foto suami dari mantan istrinya itu.


Apakah Ardian sedih saat mengetahui mantan istrinya sudah menikah lagi? Jawaban nya adalah tidak. Karena Ardian ikut senang jika mantan istrinya itu bahagia dengan hidup nya yang baru.


Walaupun dalam hatinya ada penyesalan yang begitu sangat besar, karena wanita yang pernah ia cintai ia ceraikan begitu saja, tanpa meninggalkan selembar uang.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2