Cinta Kedua Untuk Ardian

Cinta Kedua Untuk Ardian
Cinta kedua untuk Ardian


__ADS_3

Mendengar nada tidak bersalah sama sekali dari Jerry, Nalda hanya bisa menggelengkan kepalanya bingung dengan pikiran sahabatnya itu. Bagaimana bisa sahabatnya merusak hubungan orang lain, hanya untuk dendam nya saja.


"Aku tidak habis pikir Jerry. Ternyata kamu seh mengerikan ini."


"Ya, kau memang benar, Nalda. Aku mengerikan, aku sangat mengerikan, dan itu semua karena ibu dari pria yang sekarang sedang mengejar mu!"


"Apa maksudmu?"


"Ahh, ternyata kamu belum mengetahui satu fakta ya Nal. Padahal kamu menemui ku dengan membawa bukti-bukti yang lengkap kalau aku adalah pria brengsek. Tapi melihat kamu kekurangan satu informasi dari ku." Ucap Jerry tersenyum remeh, menatap wanita di depannya itu."Satu fakta ya harus kamu ketahui, Nal. Kalau Ardian adalah anak dari wanita yang merebut ayah ku dari ibu ku!"


Deg


Bagaikan tersambar petir di siang bolong, saat Nalda mengetahui satu fakta mengenai Ardian, dan sahabatnya. Ternyata ibu Ardian adalah wanita yang merusak rumah tangga orang tua Jerry. Sungguh Nalda sangat terkejut mengetahui satu fakta yang selama ini Jerry sembunyikan. Bukan saja Jerry, tapi Ardian juga ikut adil. Bagaimana tidak, padahal Ardian dan Jerry sudah sering bertemu, tapi Ardian tidak pernah memberitahukan. Kalau Jerry lah pria yang pernah tidur dengan mantan istrinya.

__ADS_1


Sungguh Nalda merasa di bohongi selama ini. Dia bagikan orang bodoh yang tidak mengetahui apa-apa, padahal di sekitarnya terdapat pisau yang bisa saja melukai nya.


Nalda mengerti sekarang, kenapa Jerry selalu membenci Ardian. Sama halnya seperti Ardian membenci Jerry. Ternyata keduanya terdapat dendam masa lalu yang tidak bisa di ceritakan.


"Kau tidak ingin bertanya, kenapa aku bisa tidur dengan mantan istri dari pria itu?" Nalda mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan Jerry."Hahaha, ternyata kamu bodoh Nal. Kamu bisa mendapatkan informasi mengenai kejahatan ku, tapi tidak dengan lukaku." Jerry merubah ekspresi nya menjadi datar saat mengetahui, kalau wanita itu tidak mengetahui lukanya selama ini. Padahal Nalda bisa dengan cepat mendapatkan informasi mengenai kebrengsek kan nya selama ini, tapi tidak dengan luka nya.


Mendengar ucapan Jerry, Nalda seperti mendapatkan tamparan keras. Nalda akui mereka berdua sudah berteman puluhan tahun, tapi untuk semua rahasia sahabatnya Nalda benar-benar tidak tahu. Karena Jerry begitu sangat menyembunyikan kesedihannya, agar terlihat baik-baik saja di mata mereka.


"Satu hal yang perlu kamu tau Nal, kalau aku sengaja membuat hubungan mereka berantakan, agar dia bisa merasakan apa yang ibu ku rasakan saat itu. Aku ingin melihat dia hancur saat mengetahui, kalau istrinya ternyata berkhianat pada ku. Yaitu anak dari wanita yang ibunya hancurkan rumah nya, seperti apa ibunya lakukan pada ibu ku. Merebut ayah ku dari sisi kami!"


"Aku ingin melihat dia menderita seperti sekarang, memiliki gangguan mental seperti ku, yang selalu melampiaskan hasrat nya ke wanita lain, karena menurut nya wanita lain sama seperti mantan istrinya. Dan apa yang aku rasakan sekarang dia juga merasakan nya! Aku sengaja merusak hubungan mereka, Nal! Aku sengaja menerima tawaran mantan pacarnya, untuk merusak hubungan mereka! Aku sengaja melakukannya Melisenda Nalda Alessandro, agar semuanya impas. Aku menderita, dan dia juga merasakan hal yang sama!" Ucap Jerry melupakan semua rasa sakitnya selama ini, melupakan apa yang terjadi pada diri nya. Hanya saja orang-orang tidak mengetahuinya.


"Bagaimana Nal, aku jahat bukan? Hahaha, aku memang penjahat Nal! Tanpa kamu ketahui, kalau sebenarnya penjahat pasti merasa memiliki luka di masa lalunya." Ucap Jerry sambil tertawa. Bukan tertawa karena kebahagiaan, melainkan dia menertawakan nasib nya sekarang. Menertawakan kehidupannya yang benar-benar hancur. Apalagi semua yang terjadi pada dirinya, telah di ketahui oleh wanita yang dia cintai. Wanita yang dia anggap rumah untuk dia pulang, mengingat rumahnya sudah hancur berkeping-keping. Tapi ini, orang yang dia anggap rumah malah ikut menghancurkan rumahnya.

__ADS_1


Apakah ia tidak pantas bahagia?


Mendengar curhatan kemarahan Jerry, Nalda merasa sangat bersalah. Karena menyalahkan sahabatnya itu. Tapi yang ia tidak tau, kalau ternyata selama ini sahabatnya itu sedang terluka, dan Jerry sengaja menutupi luka nya dengan terlihat baik-baik saja. Tapi sebenernya, Jerry perlu mencurahkan apa yang dia rasakan selama ini.


Sejahat itu ia sampai tidak mengetahui bagaimana sahabatnya?


Ia sangat mengerti, kenapa Jerry sampai melakukan kejahatan nya selama ini. Karena ia trauma dengan masalalu nya, dan menganggap orang lain sama seperti wanita yang merebut ayahnya. Jika di bilang, Ardian dan Jerry memiliki masalah mental yang sama. Hanya saja Jerry lebih parah, dan juga sadis. Ia rela menjebak semua wanita yang dia anggap buruk dengan cara meniduri nya. Tapi setelah para wanita itu bercerai dengan suami mereka, Jerry akan melepaskan mereka. Karena menurut Jerry pekerjaan nya sudah selesai.


Nalda menatap Jerry dengan dalam, wajah penuh amarah tadi seakan hilang dengan wajah penuh luka. Bukan karena luka fisik, melainkan luka batin yang tidak pernah di obati.


"Aku mencintaimu, Nal. Karena itu aku menganggap kamu adalah rumah untukku pulang." Lirih Jerry menatap kearah Nalda yang sekarang sedang menatapnya juga.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2