Cinta Kedua Untuk Ardian

Cinta Kedua Untuk Ardian
Cinta kedua untuk Ardian


__ADS_3

Cinta kedua untuk Ardian.


"Siapa kamu?! Apa yang kamu lakukan disini?!" Ucap Mayla kebingungan saat melihat pria yang duduk disebelahnya, kenapa bisa sampai berada didalam kamarnya.


Sedangkan pria itu hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Mayla. Bahkan dia hanya diam tidak bergerak, seakan bingung dengan apa yang terjadi.


"Siapa kamu!!" Tanya Mayla sedikit meninggikan suaranya karena ketakutan, apalagi pria itu yang hanya diam dengan menatapnya. Apakah terjadi sesuatu yang ia tidak sadari?


Melihat Mayla ketakutan, bukannya membuat Ardian kasian. Tapi pria itu malah mengepalkan tangannya karena geram. Ardian berpikir, kalau istrinya itu sengaja berpura-pura tidak mengerti apapun, karena ketahuan telah bermain main api dibelakangnya.


"HENTIKAN, MAYLA!! Hentikan drama yang kamu buat!!" Mayla menatap kearah Ardian dengan terkejut, karena mendengar suara suaminya yang biasanya lembut, baru saja membentak nya dengan suara yang meninggi. Selama mereka menikah, baru kali ini Mayla melihat suaminya meninggikan suaranya dihadapannya.


"Kak..." Lirih Mayla dengan mata yang berkaca-kaca. Mayla menatap mata yang biasanya menatapnya lembut, kini menatapnya dengan marah bahkan ada tatapan menjijikan disana.


"Hahah, saya kira kamu wanita baik-baik Mayla, karena waktu itu saya yang menjadi pria pertama untuk mu." Ucap Ardian sambil terkekeh miris menatap wajah istrinya yang kini terlihat akan menangis."Ternyata dugaan ku, salah. Karena kamu sama saja seperti wanita diluar sana. Sama-sama menjijikkan dan MURAHAN!" Ucap Ardian menekan kata terakhirnya.


"Kak, ini tidak benar. Apa yang kakak lihat tidak sepenuhnya benar. Aku atau dia tidak melakukan apapun. Sungguh kak." Lirih Mayla mencoba menjelaskan."Bahkan aku tidak mengenalnya."


Sedangkan pria itu hanya diam tidak bersuara, dia lebih banyak diam dan menyaksikan perdebatan keduanya, tanpa ikut berbicara.


"Benarkah? Jika itu memang benar? Lalu apa yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan, saat mereka berada dalam satu kamar, dengan kondisi tidak mengenakan sehelai kain pun? Bahkan mereka tidur dengan saling berpelukan? Apa yang mereka lakukan Mayla?!" Ucap Ardian semakin mengepalkan tangannya. Ardian sengaja memberikan pertanyaan itu agar ia bisa mendengar alasan apalagi yang istrinya itu berikan.


"JAWAB MAYLA!!" Bentak Ardian, membuat air mata wanita itu mengalir membasahi pipinya.


"Aku tidak tau, kak. Aku tidak tau. Aku tidak tau apa yang telah terjadi, tapi aku bersumpah aku aku tidak melakukan apapun dengan dia." Isak Mayla disalah tangisannya, Mayla tidak berani menoleh kearah pria disampingnya. Ia sedang mencoba mengingat sebenarnya apa yang terjadi. Tapi apa yang dia ingat tidak ada.


"Jika kamu dan dia tidak melakukan apapun, apa buktinya Mayla?! Apa kamu mempunyai bukti, sedangkan bukti nya sudah ada didepan mataku. Kalau kamu sudah bermain api dibelakang ku! Apa yang harus aku percayai Mayla! Apakah aku harus percaya dengan kata-kata mu?! Atau aku harus percaya dengan bukti didepan ku?!" Tanya Ardian bertubi-tubi dengan mata yang memerah.


Telunjuk yang tidak pernah menunjuk istrinya dengan kasar, kini menunjuk istrinya dengan kasar.


Ardian memegang dadanya yang terasa nyeri. Beberapa bulan yang lalu ia melihat gadis yang ia cintai sedang bercinta dengan pria lain, dan sekarang. Ia kembali melihat hal yang sama. Sepertinya takdir sedang mempermainkan perasaan nya kembali?


Apakah takdir tidak bisa melihat nya bahagia setelah bertahun-tahun mendapatkan luka?


"Kak, aku berani bersumpah kalau aku tidak melakukan apapun.... Hiks...."Air mata itu mengalir membasahi pipinya hingga jatuh membasahi selimut yang Mayla genggam erat-erat, menutupi tubuhnya.


Walaupun takut, tapi Mayla mencoba untuk berani menoleh kearah pria disampingnya, yang sekarang sedang menatapnya."Aku tidak mengenal mu dan aku yakin, kalau kita tidak melakukan apapun. Jadi tolong jelaskan pada suamiku, kalau semuanya ini tidak benar." Ucap Mayla menatap pria itu dengan mata yang basah.


Pria itu terlihat terdiam, sampai."Apa yang harus aku katakan nona, sedangkan kita benar-benar melakukannya tadi." Jawab pria itu membuat Mayla semakin hancur, setelah mendengar jawaban pria itu. Apakah tidak ada orang yang mau membelah nya? atau ia benar-benar melakukan, hal sebejat ini?


"BRENGSEK!!" Mendengar jawaban pria itu, membuat emosi Ardian semakin menjadi. Karena terbawa emosi, Ardian langsung menarik pria itu keluar dari selimut yang sama dengan Mayla.


Bung

__ADS_1


Bung


"Hentikan kak! Apa yang kamu lakukan!!" Mayla berteriak histeris saat melihat pria yang ia tidak kenali di pukul oleh Ardian dengan membabi buta. Bahkan pria yang tidak mengenakan sehelai kain itu berusaha untuk melawan tapi tidak bisa, karena ia dihajar mati-matian oleh Ardian.


"Kak, hentikan!! Dia akan mati jika kakak memukulnya seperti itu!!" Teriak Mayla, membuat tangan Ardian yang tadi memukul pria itu langsung berhenti seketika. Ardian menoleh kearah Mayla yang ketakutan.


Sebenarnya Mayla tidak bermaksud membelah pria itu, tapi Mayla takut Ardian akan membunuh nya dan suaminya itu akan masuk penjara karena kasus pembunuhan.


"Kau dengar sendiri Mayla dari dia, kalau kamu benar-benar melakukannya! Jadi tidak ada alasan yang membuktikan kalau kamu tidak bersalah." Ucap Ardian melepaskan tangan yang tadi memegang tubuh pria itu, berdiri mendekati istrinya.


Pakkk


Tamparan keras mendarat di pipi mulus Mayla, yang membuat sudut bibir nya pecah dan mengeluarkan darah.


"Itu sebagai balasan karena mempermainkan perasaanku!!


Pakkk


"Itu sebagai hukuman, karena membuat ku tertipu dengan wajah polos dan lugu mu yang ternyata Munafik!!"


Pakkk


"Ini hukuman, karena kamu berani bermain api dibelakang ku dan membawa pria brengsek itu kedalam rumah ku!!"


Karena terlalu terbawa emosi, Ardian sampai menampar istrinya, Karena marah dengan apa yang terjadi.


Mayla menatap punggung suaminya dengan mata terus menetaskan air mata. Bukan saja batin nya yang hancur, tapi fisik nya juga.


.


.


Ardian melangkah kearah ruangan kerjanya, dan membanting pintu dengan sangat kuat untuk melupakan amarahnya.


"Akkkkk!! Aku membenci mu Mayla, aku membenci mu. Dasar wanita murahan!!" Teriak Ardian melupakan emosi nya, bahkan pria itu kini menghancurkan seluruh ruangan kerjanya hingga berantakan. Sampai pandangannya tertuju pada komputer disana. Ardian ingat kalau seluruh rumah nya terdapat kamera cctv, termasuk didalam kamarnya.


Karena tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. Ardian membuka cctv yang berada dirumahnya untuk melihat, apakah istrinya itu sudah lama bermain api atau baru-baru saja.


Ardian membuka video Cctv, yang memunculkan semua adegan yang beberapa bulan ini, yang ternyata aman-aman saja. Sampai video Cctv itu tertuju pada hari ini, dimana istrinya itu membawa pria lain, sampai adegan itu terjadi.


Ardian memejamkan matanya, saat melihat dilayar komputer nya terdapat adegan yang seharusnya ia tidak lihat. Kamar yang biasanya ia pakai untuk berdua bersama dengan istrinya, kini di pakai oleh orang lain.


Ardian kembali keluar dari ruangan kerjanya untuk menemui istrinya. Karena istrinya sudah berani membohongi nya, bahkan bermain api.

__ADS_1


Apakah baru hari ini istrinya, membawa pria itu atau sebenernya hari-hari lain mereka sudah sering melakukannya tapi tidak di rumah nya seperti hari ini, melainkan di luar. Memikirkan hal itu, membuat tangan Ardian semakin terkepal.


Ardian melangkah kearah ruangan keluarga, yang disana terdapat istrinya yang baru saja keluar dari kamarnya dengan penampilan yang masih acak-acakan. Bahkan luka disudut bibirnya masih terlihat merah dan juga biru pada kedua pipinya.


Tidak lama keluar nya Mayla, kini pria tadi ikut keluar dari kamar itu, dengan penampilan yang sama acak-acakan nya seperti Mayla.


"Apa kalian baru saja melakukannya lagi?!" Sindir Ardian membuat Mayla mengangkat kepalanya menatap suaminya itu.


"Tidak...."


"Saya lupa, kalau kamu saya temukan di dalam klub malam, dan tentu saja kamu sama murahan nya seperti wanita disana." Ucap Ardian dengan sinis, tanpa merasa peduli, kalau wanita didepannya terluka dengan kata-katanya.


Ruangan itu seketika diam dan hanya terdengar suara isakan kecil dari Mayla, dan juga suara hujan lebat dari luar sana yang disertai petir.


"Mayla Saynia. Kamu bisa keluar dari rumah saya sekarang, karena kamu bukan istri saya lagi." Ucap Ardian menatap datar kearah Mayla.


Mendengar ucapan Ardian, membuat tubuh wanita itu menegang."Kak Ardian, tolong dengarkan aku terlebih dahulu... Ini semua hanyalah salah paham... Hiks..."


"Tidak ada penjelasan lagi, karena semuanya sudah jelas. Bukti sudah saya lihat dan saya tidak mau mendengar penjelasanmu lagi." Semakin menetes air mata Mayla mendengar ucapan suaminya."Mayla Saynia, saya menceraikan mu, dan menjatuhkan talak tiga padamu."


Air mata itu terus jatuh tidak berhenti, seperti hujan diluar. Membuat Mayla memegang perutnya dengan kuat, dan tentu Ardian menyadari akan hal itu. Tapi Ardian masa bodoh.


"Jika kakak ingin menceraikan ku, maka ceraikan lah. Tapi ku mohon dengarkan aku sebentar saja.."


"Saya sudah mengatakan beberapa kali Mayla! Kalau saya tidak ingin mendengar penjelasan mu!" Bentak Ardian membuat Mayla ketakutan."Saya mau sekarang, kalian keluar dari rumah saya! Saya tidak ingin melihat wajah menjijikkan kalian terus, menerus di rumah ini!" Ardian membalikkan tubuhnya untuk tidak melihat kepergian wanita itu. Karena bagaimanapun, Ardian merasakan sakit pada hatinya, tapi tidak sesakit saat mengetahui istrinya selingkuh.


"Untuk mu Mayla. Jangan ambil apapun dari rumah ini, karena barang-barang disini tidak pantas untuk tubuh kotor mu."


Flashback off.


Setelah malam di mana Ardian mengusir Mayla bersama pria itu pergi dari rumah nya di tengah hujan deras. Ardian tidak pernah bertemu lagi dengan Mayla ataupun pria itu, bahkan saat ia pindah dari kota malang ke kota B.


Tapi anehnya setelah sebelas tahun berlalu, ada kebenaran yang membuat ia tidak percaya, Tapi kebenaran itu memang seperti itu.


Jika memang benar informasi yang pernah dia dapatkan satu bulan yang lalu telah di manufulasi oleh orang. Apakah kejadian beberapa tahun yang lalu itu juga salah satu rencana orang lain? Jika itu benar Ardian perlu mencari tau nya langsung.


"Bagaimana, apakah masih sakit?" Tanya Nalda yang sedang memeriksa Ardian, yang hanya diam tidak merespon pertanyaan nya.


Ya, setelah kejadian tadi malam dimana Ardian kembali mengamuk dan hampir mencelakai diri nya sendiri. Keesokkan paginya Jidan langsung menelpon Nalda untuk datang memeriksa kondisi Ardian, karena semalam Nalda tidak bisa datang sebab ia singgah di rumah sahabatnya Annchi.


"Kamu melamun." Ardian yang baru saja tersadar dari kami menatap kearah Nalda."Apa yang kamu rasakan? Apakah kamu ingin bercerita?" Ardian menggelengkan kepalanya.


"Walaupun aku bercerita, tapi setelah kamu mendengar nya cerita ku, mungkin kamu juga akan membenci ku, Nalda. Karena aku memang pria jahat." Ucap Ardian menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Apakah itu soal Mayla, mantan istri mu dulu?" Kepala Ardian kembali terangkat."Aku sudah tau Ardian, apa hubungan mu dengan Harum."


...----------------...


__ADS_2