
Cinta kedua untuk Ardian.
Ardian mengehentikan mobil nya di sebuah taman dekat dengan sungai. Kebetulan Ardian lewat disana, makanya ia menghentikan mobilnya ditempat itu.
Ardian hanya diam menatap langit yang gelap, karena cahaya bulan yang sudah ditutupi oleh awan hitam. Sepertinya malam ini akan turun hujan kembali, setelah beberapa hari yang lalu.
"Apakah aku tidak pantas bersamamu Nalda, sehingga orang menatapku sebagai penjahat." Gumam Ardian menatap sungai didepannya, yang terlihat tenang."Akkk, aku membenci diriku sendiri. Kenapa aku menjadi pria yang brengsek." Ucap Ardian yang terlihat frustasi, bahkan pria itu mengacak-acak rambutnya sekarang.
Saat sedang menenangkan pikirannya, agar tidak terbawa oleh emosi nya. Dari kursi taman yang tidak terlalu jauh darinya, ada seorang pria bersama dengan seorang wanita yang sedang bercanda bersama, bahkan suara tawa keduanya sampai terdengar sampai di telinga Ardian. Ardian terus menatap kedua pasangan itu, sampai pandangannya tertuju pada anak perempuan, yang mungkin berusia sebelas tahun.
Sepertinya kedua pasangan itu tidak hanya berdua, karena mereka ternyata sudah memiliki seorang anak. Lihatlah bagaimana bahagianya keluarga itu, sampai suasana seperti ini mereka masih saja bahagia, padahal disini hanyalah sebuah taman yang sederhana.
Saat sedang melamun menatap keluarga bahagia itu, tiba-tiba saja ponselnya berdering, yang membuat Ardian tersadar dari lamunannya. Ardian mengambil ponselnya, lalu mengangkat nya.
"Tuan, kami sudah menemukan foto, suami dan juga anak dari nyonya Mayla. Saya sudah mengirimkan nya di email anda." Ucap orang suruhannya diseberang sana.
"Tapi semua informasi yang kalian dapat semua nya lengkap?"
"Untuk yang ini semuanya lengkap tuan." Jawab disana membuat Ardian mengagunkan kepalanya.
"Saya akan menyuruh kalian lagi, jika saya tidak puas dengan apa yang kalian berikan." Setelah mengatakan itu, Ardian langsung mematikan sambungan teleponnya.
Ardian kembali mengotak-atik ponselnya untuk membuka email yang anak buahnya kirim. Karena ia begitu sangat penasaran.
Satu persatu kata yang terketik dengan rapi mulai keluar dari ponselnya dan dengan teliti Ardian membaca satu persatu kata itu.
Mayla Saynia, telah menikah sebelas tahun yang lalu dengan seorang pria bernama, Sardin Ahmad, yang bekerja sebagai pegawai bang. Mereka memiliki putri yang kini beranjak dewasa berusia sebelas tahun.
Selama sebelas tahun terakhir, tidak ada kabar miring terhadap keluarga itu. Karena suaminya, Sardin, Begitu sangat menyayangi keluarganya, sehingga sekarang Mayla hanya duduk di rumah dan tidak diperbolehkan berkerja. Bahkan ( Sardin ) suami Mayla, membangunkan sebuah ruko untuk istrinya, agar istrinya tidak perlu cepek- capek berkerja lagi.
Informasi yang sama seperti sebulan yang lalu hanya saja ia sudah mendapatkan informasi siapakah nama suami dari mantan istrinya. Membaca informasi barusan, membuat Ardian merasa iri dengan kebahagiaan Mayla. Berbeda dengan dirinya sekarang, yang begitu sangat kacau. Karena ia harus mengalami gangguan mental yang mengacaukan hidupnya, bahkan ia dikenal sebagai pemain wanita. Apakah ini karma untuk nya, karena merusak Mayla dulu?
Setelah membaca informasi, yang sama seperti sebulan yang lalu. Ardian kembali membuka foto yang anak buahnya kirim. Sebenarnya ia penasaran dengan wajah anak dan suami Mayla, apalagi beberapa waktu yang lalu Ardian menemukan foto Mayla di tas Harum. Ardian ingin tau, apakah Harum memiliki hubungan dengan Mayla atau tidak.
Ardian membuka foto keluarga itu. Dia bisa melihat wajah bahagia mantan istrinya bersama dengan keluarganya. Lihatlah ada foto suami dan juga anak nya disana. Begitu sangat lengkap kebahagiaan Mayla. Tapi ada yang membuat Ardian bingung dengan foto pria dan juga anak gadis didalam foto itu, karena Ardian merasa pernah melihat keduanya. Tapi ia lupa dimana?
Saat sedang menatap foto di ponselnya dengan baik-baik untuk mengingat dimanakah Ardian pernah melihat kedua orang itu. Sampai ponselnya kembali berdering, dan yang menelpon nya ternyata anak buahnya yang tadi memberikan informasi.
"Tuan, informasi yang anda baca tidak sepenuhnya benar. Karena informasi itu semua ternyata bohong." Jelas diseberang sana, membuat Ardian mengerutkan keningnya bingung.
__ADS_1
"Apa maksud mu?"
"Sepertinya informasi yang kami dapatkan telah di manipulasi orang lain, tuan. Karena informasi satu bulan yang lalu dan informasi yang saya kirimkan tadi tidak benar."
"Kenapa bisa begitu? Dan kenapa kalian bisa tau kalau informasi yang kalian dapatkan tidak benar?" Tanya Ardian kebingungan.
"Dari informasi yang baru saja saya dapatkan, mengatakan. Kalau sebenarnya nyonya Mayla belum menikah saat dia berpisah dengan anda tuan sebelas tahun yang lalu. Saat nyonya Mayla berpisah dengan anda, ternyata nyonya Mayla sedang dalam kondisi mengandung." Jelasnya membuat kaki Ardian lemes seketika seperti tidak ada tulang nya, karena begitu sangat terkejut saat mengetahui kebenaran ini.
"Itu artinya anak dan suaminya itu?"
"Foto yang saya kirimkan itu bukan anak ataupun suami nyonya Mayla tuan, karena mereka hanya tetangga nya nyonya Mayla saat nyonya Mayla masih berada di kota S."
Deg
Jantung Ardian langsung berdetak tidak karuan saat mendapatkan kebenaran ini.
"Apa maksud mu, jadi orang ini bukanlah suami atau anak dari nya?"
"Iya tuan, memang benar seperti itu."
Pikiran Ardian tidak karuan sekarang saat mendapatkan kebenaran ini. Rasanya dia kebingungan dengan apa yang terjadi. Jadi selama sebulan lebih dia dibohongi oleh informasi palsu.
"Jika bukan mereka, apakah kalian memiliki foto anak dari nya?"
"Sial! Aku tidak mau tau, kalau kalian harus menemukan foto anaknya sekarang juga!"
"Baik tuan, kami akan mencarinya." Setelah itu sambungan teleponnya Ardian matikan.
Dengan perasaan sangat linglung, Ardian menatap lurus ke depan untuk mencerna semuanya.
Saat nyonya Mayla berpisah dengan anda, ternyata nyonya Mayla sedang dalam kondisi mengandung.
"Jika Mayla pergi saat sedang mengandung, berarti anak yang dia kandung adalah anakku! Jika itu benar, artinya aku telah menelantarkan mereka. Aku menelantarkan Mayla saat sedang mengandung."
Wajah Ardian langsung berubah menjadi berembun karena merasa bersalah."Apa yang telah aku lakukan, tuhan!" Lirih Ardian menjambak rambutnya sendiri.
Saat ditengah-tengah rasa bersalahnya. Ardian baru teringat akan foto dua orang tadi yang Ardian kira adalah suami dan anak dari Mayla.
"Bukannya orang di foto tadi, orang yang sama seperti pria dan keluarga nya tadi." Ardian baru sadar, kalau pria bersama dengan keluarganya yang tadi duduk di taman itu, ternyata pria yang sama dengan pria yang berada di foto."Jika itu benar, pasti dia tau tentang Mayla juga anaknya."
__ADS_1
Dengan harapan yang masih ada, Ardian menoleh sampingnya untuk mencari keluarga tadi. Tapi mereka sepertinya sudah pergi saat Ardian sedang menelpon bersama dengan orang suruhannya.
Dengan panik, Ardian meraih ponselnya dan dengan langkah yang cepat ia mencari keberadaan pria tadi.
"Dimana mereka?" Ardian terus melangkah mencari keberadaan ketiga orang tadi, sampai pandangannya tertuju pada seorang pria bersama dengan dua orang lainnya sedang menaiki motor. Melihat wajah pria itu, Ardian langsung mengenali nya, kalau ternyata dia orang yang dia cari.
Dengan berlari, Ardian mendekati pria itu sebelum dia benar-benar pergi.
"Tunggu sebentar, pak Sardin!" Teriak Ardian, membuat pria yang tadi ingin menjalankan motornya langsung mengehentikan nya.
"Ada apa, pa? Kenapa berhenti?"
"Tadi papa mendengar, seperti ada yang memanggil papa, ma."
"Masa sih? Tapi mama koh ngga dengar? Mungkin cuman perasaan papa aja kali."
"Mungkin aja ya ma."
"Cepat jalan, kasian putri kita sudah ngantuk."
"Iya, ma."
Saat pria itu kembali ingin menjalankan motornya. Tiba-tiba saja sebuah tangan memegang pundaknya, yang membuat pria itu bersama dengan sang istri terkejut.
"Tolong berhenti sebentar mas, ada yang mau saya bicarakan!" Ucap Ardian dengan nafas yang terengah-engah Ardian menatap pria itu.
Sedangkan pria tadi bersama dengan istri serta anaknya terlihat terkejut. Karena tiba-tiba pria yang tidak dikenal menghentikan mereka. Apakah mereka memiliki masalah makanya mereka tiba-tiba dihentikan seperti ini?
"Maaf pak, ada apa ya, sampai bapak mengehentikan saya?" Tanya pria itu dengan hati-hati.
"Ada hal penting yang ingin saya tanyakan."
"Hal penting? Hal penting apa itu pak?"
"Saya akan menjelaskan nya, tapi sebaiknya anda turun dulu. Karena anda pasti capek jika berdiri terus seperti itu." Ucap Ardian merasa kasihan pada pria itu jika terus berdiri dengan beban berat di kaki serta tangannya.
Pria itu terlihat bingung serta ketakutan. Ia sampai melirik kearah spion untuk melihat anak dan istrinya yang sekarang juga sedang ketakutan sama seperti dirinya.
"Anda tidak perlu takut, karena saya tidak akan menyakiti mas dan juga keluarga mas, jika anda mau bicara dengan saya sebentar."
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun dan perasaan mereka juga ketakutan mengikuti permintaan Ardian. Pria itu bersama dengan istri serta anaknya turun dari motornya. Putri pria itu terus memeluk tubuh pria itu karena takut dengan Ardian.
...----------------...