Cinta Kedua Untuk Ardian

Cinta Kedua Untuk Ardian
Cinta kedua untuk Ardian


__ADS_3

Cinta kedua untuk Ardian.


Flashback, sebelas tahun yang lalu.


Ardian menatap seorang gadis yang kini terlihat sangat cantik saat sedang serius memasak. Walaupun masih berusia enam belas tahun, jalan tujuh belas, tapi gadis itu begitu sangat lihai di semua pekerjaan. Seperti memasak contohnya.


"May." Panggil Ardian membuat gadis itu menoleh kearahnya.


"Iya kak. Kakak butuh sesuatu?" Tanya gadis itu membuat Ardian menggelengkan kepalanya.


"Tidak May. Aku melihatmu tampak cantik pagi ini ." Jawab Ardian dengan menggombal nya. Sedangkan Mayla yang mendengar ucapan Ardian, dibuat malu.


"Kakak, ngomong apa sih."


"Iya memang seperti itu kenyataannya. Kamu cantik, apa adanya. Nggak salah aku nikah sama kamu." Lagi-lagi Mayla dibuat malu oleh ucapan, Ardian. Pria yang sudah tiga bulan ini menjadi suaminya.


Ya, setelah kejadian dimana Ardian memp erkosa Mayla tiga bulan yang lalu, Ardian langsung menikahi gadis itu satu hari sesudah kejadian, sebagai tanda tangung jawabnya, karena menghancurkan kehidupan gadis yang masih belasan tahun, yang mungkin memiliki cita-cita. Tapi dengan kasar ia menghancurkannya. Ardian begitu merasabersalah pada gadis yang telah ia dihancurkan masa depannya.


Jika saja waktu bisa di putar, Ardian tidak ingin minum malam itu. Tapi apa yang sudah terjadi tidak bisa di rubah, karena nasi sudah menjadi bubur.


Walaupun awal-awal pernikahan mereka Mayla sering ketakutan saat bertemu dengannya, tapi satu bulan kemudian. Gadis itu luluh dengan perlakuan lembut Ardian. Bahkan Mayla mau mengerjakan tugasnya sebagai seorang istri. Seperti memasak dan yang lainnya. Bukan saja itu. Sebulan setelah kejadian malam itu, Ardian kembali merasakan arti kenikmatan, karena Mayla mau melakukan nya, tanpa ketakutan.


Mungkin trauma Mayla belum sepenuhnya sembuh dengan perlakuan Ardian waktu itu, tapi berjalannya waktu Mayla mau menerima nya. Bahkan sekarang Mayla mulai menyukai suaminya itu, Sama halnya seperti Ardian yang kini sudah mencintai istrinya. Padahal kebersamaan mereka baru tiga bulan, tapi Ardian sudah mau menerima dan mencintai istrinya.


"Kakak, kenapa diam?" Tanya Mayla saat melihat suaminya itu hanya diam sambil menatap kearahnya. Karena tidak mendapatkan respon apapun, Mayla melambaikan tangannya didepan wajah Ardian, sehingga membuat pria itu langsung tersadar dari lamunannya.


"Iya, kenapa May?" Tanya Ardian balik, dengan wajah bingung.


"Kakak melamun ya?"


"Melamun? Ngga, May, kakak ngga melamun?"


"Terus kalau bukan melamun, apa, hmm? Tidur gitu?" Mendengar sindiran istrinya membuat Ardian mengulum senyumnya.

__ADS_1


"Itu namanya bukan melamun, istriku Mayla. Tapi sedang mengagumi ciptaan tuhan, yang begitu sempurna." Jawab Ardian asal.


"Mengagumi ciptaan tuhan yang begitu sempurna?" Ulang Mayla kebingungan."Emangnya, apa itu kak?"


"Kamu."


"Aku?"


"Iya, kamu. Istrinya Ardian Natan Ronaltan. Gadis yang sempurna, yang tuhan titipkan untuk menjadi istriku." Jawab Ardian, lalu menarik istrinya itu untuk ia peluk."Jika tidak ada kamu. Aku tidak tau arti bahagia sebenarnya." Jawab Ardian dengan jujur, sambil mengusap rambut istrinya itu.


Mendengar ucapan suaminya, perlahan-lahan bola mata amber itu, menatap wajah suami nya yang begitu sangat tenang memeluknya.


"Seharusnya, aku yang mengatakan itu kak. Karena dirimu, aku bisa terbebas dari siksaan sebenarnya. Berkat dirimu, aku bisa merasakan kasih sayang kembali setelah bertahun-tahun lamanya." Batin Mayla, sambil membalas memeluk tubuh pria yang sudah menjadi suaminya.


Ya, begitulah hari-hari kedua nya yang terlihat sangat bahagia. Karena Ardian akan selalu membuat istrinya tersenyum dengan gombalan receh nya dan juga kata-kata manisnya, sehingga membuat pagi mereka selalu terdengar tawa Mayla atau pekikan kekesalan Mayla akibat Ardian yang berulah. Walaupun kelakuan Ardian seperti itu, tapi Mayla tetap menyukai suami nya.


Hari-hari terus mereka jalani dengan tenang, dan damai. Sampai hari dimana, ada hal yang berbeda dari Mayla. Karena selama seminggu Mayla terus saja muntah-muntah, bahkan selera makannya juga berkurang, yang membuat Ardian menjadi khawatir dengan kondisi istrinya.


"May, kamu nggak apa-apa kan sayang? Kakak lihat kamu tidak sehat dari beberapa hari yang lalu." Ucap Ardian khawatir sambil mengusap lembut kepala istrinya yang sedang berbaring diatas ranjang.


"Tapi, sayang. Kakak tidak bisa meninggalkan mu saat kamu dalam keadaan sakit begini. Kakak tidak bisa." Tolak Ardian lembut.


"Tapi bagaimana dengan pertemuan kakak. Bukannya ini harapan kakak sendiri, yang ingin membangun perusahaan besar dengan cara menjadikan mereka investor terbesar di perusahaan kakak." Jelas Mayla, membuat Ardian terdiam. Karena membenarkan ucapan istrinya itu, hanya saja ia tidak bisa meninggalkan istrinya saat sedang dalam keadaan sakit.


Ardian tidak bisa melakukannya. Ardian khawatir akan terjadi sesuatu dengan istri nya jika ia meninggalkan nya sendiri.


"Begini saja, kak. Bagaimana kalau kakak pergi saja melakukan pertemuan terlebih dahulu, barulah kakak mengantarkan ku kerumah sakit, untuk mengecek aku sedang sakit apa." Ucap Mayla memberikan saran."Kakak tidak perlu khawatir, karena aku akan menelepon bik Susi untuk menemani ku disini. Bagaimana?" Ardian terlihat berpikir, Tapi tidak lama kemudian, pria itu menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, kakak setuju. Tapi sayang, harus janji. Kalau sayang ngga boleh kelelahan sampai kakak pulang."


"Iya kak, aku janji ngga bakalan kelelahan, dan akan istirahat di tempat tidur." Ucap Mayla mengangkat jari kelingkingnya.


"Baiklah, kakak percaya." Jawab Ardian, melingkarkan jari kelingkingnya di jari kelingking istrinya.

__ADS_1


Mungkin hari itu adalah hari terakhir kebahagiaan Ardian bersama dengan sang istri. Karena malam yang seharusnya malam bahagia, sebab Ardian mendapatkan investor tadi, yang mau menanamkan setengah investasi di perusahaan nya dengan dana yang tidak main-main.


Malam itu Ardian membelikan istrinya satu cincin emas, walaupun bukan berlian. Tapi cincin itu sangat mahal dan Ardian membelinya dari uang tabungannya sendiri. Hitung-hitung sebagai tanda terimakasih nya dan juga tanda maaf, karena pulang telat.


Hati Ardian terlihat sangat cerah karena bahagia. Tapi tidak dengan cuaca malam itu yang dingin dan juga gelap akibat hujan deras di sertai petir, serta angin kencang.


Bahkan malam itu terjadi banjir dimana-mana, yang membuat Ardian terjebak macet, sehingga ia harus sampai dirumahnya jam sebelas malam.


Dengan senyuman diwajahnya, Ardian membuka pintu rumah nya dan masuk kedalam. Ardian yang sedang bahagia, meneruskan langkahnya ke kamarnya, dimana sekarang istrinya sedang tidur dan menunggu nya.


Saat membuka pintu, Ardian bisa melihat kalau kamar itu terlihat gelap, mungkin sangat gelap. Karena lampu tidur tidak menyala sama sekali.


Setelah lampu menyala, Ardian bisa melihat kamar itu terlihat berantakan. Bahkan baju istrinya berhamburan di mana-mana. Bukan saja baju istrinya. Tapi baju lain, yang tentu itu bukan bajunya.


Setelah melihat kamar yang berantakan, pandangannya kembali tertuju pada kasur tempat istrinya sedang tidur. Tapi ada yang aneh dari kasur itu, karena istrinya seperti tidak sendirian.


Dengan bingung, serta perasaan nya juga berpikir hal-hal yang lain tentang istrinya. Ardian mendekati kasur itu, dan secara paksa Ardian menarik selimut itu, Sehingga tubuh yang tadi tertutupi oleh selimut sampai tidak terlihat, kini terbuka.


Ternyata terdapat istrinya bersama dengan pria lain sedang dalam posisi berpelukan. Bahkan tubuh keduanya tidak mengenakan sehelai benang pun.


Melihat pemandangan didepannya, membuat Ardian mengalihkan wajahnya kearah lain. Entah apa yang harus ia katakan malam ini setelah melihat apa yang terjadi didepannya, karena ia tidak bisa mengucapkan satu katapun akibat syok.


Wajah Ardian yang tadi terkejut berubah menjadi merah, karena kemarahan yang sudah sampai diatas kepala. Tangan nya juga mengepal seperti ingin membunuh dua orang didepannya. Dengan emosi, Ardian melempar selimut ditubuh keduanya dan ia kembali melirik kearah air yang berada di tempat minum.


Dengan perasaan terbakar oleh emosi, Ardian menyiramkan air itu, tepat di wajah keduanya. Sehingga dua orang itu langsung terbangun dari tidur mereka.


Uhuk.... uhuk


Mayla terbatuk-batuk, karena air masuk kedalam hidungnya. Mayla belum sadar akan kondisinya sekarang, tapi matanya tertuju pada suaminya yang kini menatapnya dengan wajah yang memerah. Bahkan tidak ada tatapan kelembutan disana, seperti biasanya. Tapi ada tatapan kebencian dan juga amarah yang tidak tergambarkan.


Sampai Mayla merasakan hawa dingin yang mengenai kulitnya, membuat Mayla melihat kearah tubuhnya dan begitu sangat terkejut nya Mayla saat melihat tubuhnya sekarang, tidak terbungkus apapun.


"Akkk." Pekik Mayla dan dengan sigap Mayla menarik selimutnya sampai menutupi tubuh polosnya. Pandangan Mayla beralih melihat kearah samping dan begitu sangat kagetnya ia saat melihat ada pria lain disana.

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2