Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 10


__ADS_3

Sudah dua hari ini, aku berada di Jakarta bersama suamiku, Mas Liam. Dia, memperlakukan aku layaknya istri sah. Mas Liam pernah bilang padaku, jika dia menikahi aku, hanya untuk balas dendam pada istri pertamanya, Nona Arabella. Aku marah mendengar perkataannya, dan bahkan ingin bercerai darinya. Tapi, Mas Liam, tidak menyetujuinya. Dia, berkata jika dia akan berusaha keras untuk mencintai aku selayaknya seorang suami pada istrinya. Dengan perkataannya tersebut, membuat aku luluh dan ingin mempertahankan posisiku sebagai istrinya. Memang aku salah, terlalu cepat aku jatuh cinta. Aku memang dungu, sehingga aku tidak bisa bercerai dengannya. Padahal, aku bertekad untuk kabur dari Mas Liam. Akan tetapi, mengapa sekarang aku tidak bisa lari darinya.


Namun, Mas Liam itu sangat bisa menyentuh hatiku. Sehingga, membuat aku jatuh semakin dalam untuk mencintainya. Tapi, aku sadar diri, karena diri ini hanyalah pelampiasan hasrat lelakinya semata. Tapi, daripada aku kembali ke kampung, bertemu dengan Asep maka aku lebih memilih untuk tinggal disini bersama suamiku. Aku berjanji, akan menjadi istri yang baik untuknya, tidak peduli apapun yang terjadi.


Terdengar suara bel pintu berbunyi, aku heran siapa yang datang berkunjung kemari. Karena, selain Mas Liam, aku dan asistennya tidak ada yang mengetahui tentang apartemen ini. Aku, mencoba melihat siapa yang ada dibalik pintu, ternyata itu adalah suamiku sendiri. Ada apa dengannya, mengapa dia datang kembali ? . Setelah itu, aku membukakan pintu untuknya, Mas Liam tersenyum manis kemudian memeluk tubuhku.


" Sayang, Mas tadi kepikiran kamu terus. Jadi, Mas kembali lagi, Mas tidak mau meninggalkan kamu sendiri. Untuk hari ini, kita berduaan dulu ya. Setelah menikah, kita juga belum berbulan madu bukan ? Bagaimana kalau kita ke Bali? " ujarnya.


" Boleh, sekalian bikin anak ya Mas. Itu kan yang kamu inginkan? "


Pria tampan brewok itu, mengulas senyumnya. Dia, mengusap lembut wajahku, kemudian mencium mesra keningku.


" Istri muda Mas, memang pengertian ya. Mas makin sayang sama kamu , Kalila ! "


Aku, mencoba, berjinjit dan mencium pipi suamiku.


" Cieee, sudah mulai nakal ya istriku! "


" Menjadi wanita penggoda, untuk suami sendiri kata ustadzah boleh kok. Daripada, Mas selingkuh dan mencari yang lebih segar dari Kalila , masih mending Kalila yang berinisiatif! "


" Aih, gemasnya! "


Dia, menggelitik pinggangku, dan mengangkat ku terbang ala artis Bollywood yang sedang menari dengan mesra. Sontak, hal tersebut membuat aku, berteriak dan memintanya untuk menurunkan tubuhku. Diapun, kemudian menurunkan tubuhku, lalu memangku tubuhku. Kini, posisiku berada di atas pahanya. Aku, berinisiatif melepaskan dasinya, dan kami mulai bermesraan, di sofa panjang di apartemen ini.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, kami mandi bersama, dan setelahnya kami shalat dzuhur berjamaah. Lalu, makanan yang tadi dipesan oleh Mas Liam, di aplikasi hijau sampai juga. Lalu, kami makan bersama. Mas Liam, setelah makan siang , dia mengajakku untuk bersiap-siap memakai pakaian yang dia pesan barusan. Dia bilang, kami berdua akan melakukan perjalanan ke Bali, menggunakan jet pribadinya. Mas Liam, tidak sabar untuk pergi bersamaku. Dia bilang, kalau istri pertamanya selingkuh saja bisa, mengapa dia tidak bisa menyirami rahimku dengan airnya. Dia bilang, aku harus segera hamil, agar Bayi itu menjadi pewaris keluarga Efendy selanjutnya. Dia bertekad untuk menceraikan, istri pertamanya yang sudah mengkhianatinya itu.


Namun, walaupun begitu, aku masih ragu padanya. Sebab, cinta tidak akan datang secepat itu bukan? Jadi, sebaiknya, aku harus waspada. Supaya, aku tidak sakit hati dan terkejut, jika pada akhirnya Mas Liam membuang ku. Bukankah, aku hanya istri sirinya? Karena, tanpa ke pengadilan pun Mas Liam bisa menceraikan aku kapan saja dan dimana saja.


" Sayang, kok kamu melamun sih ? "


" Ah itu, tidak apa-apa kok Mas. Aku, hanya mengantuk! " aku mencoba berdalih.


Pria tampan, yang merupakan suami diriku ini mengangguk sebagai jawaban. Kemudian, dia sibuk dengan laptopnya kembali. Entah apa yang sedang di kerjakannya, yang jelas sedari tadi semenjak kami masuk, dan duduk di bangku pesawat dia tidak pernah lepas dari laptopnya.


" Kamu sedari tadi memperhatikan Mas ya? Jangan khawatir, Mas sedang bekerja kok sayang. Lihatlah, mas sedang mengecek perkembangan saham perusahaan kita ! " katanya.


Tunggu, kita ? Maksudnya apa ya ? Alah mungkin dia teringat istri pertamanya. Sabar Kalila, kamu tidak boleh terlalu percaya diri. Sebab, suamimu ini bukanlah seorang bujangan, yang mana dia hanya menikahi 1 wanita saja. Melainkan, dia itu sudah memiliki istri sebelumnya, jadi jangan heran kalau kamu nantinya akan terbuang. Karena sudah terlanjur melihat pekerjaan Mas Liam, akhirnya aku berpura-pura mengantuk. Mas Liam kemudian, menaruh laptopnya, dan segera menaruh kepalaku pada pahanya.


Aku, mengangguk sebagai jawaban. Dia, kemudian mengusap lembut puncak kepalaku, hingga tidak terasa akhirnya aku tertidur di dalam pangkuannya.


" Sayang, bangunlah. Kita sudah sampai, semoga berhasil ya! "


Aku tahu, maksud dari kata berhasil adalah Mas Liam ingin aku hamil sesegera mungkin. Aku tersenyum manis memandang wajahnya, berpura-pura bahagia akan apa yang dia katakan. Karena, pernah saat kami bercinta untuk yang kedua kalinya, yang dia sebut bukanlah namaku melainkan, nona Arabella. Makanya, aku tidak ingin terlalu banyak berharap padanya . Walaupun, hati ini sudah begitu mencintai dirinya.


" Sayang, kamu sakitkah? Soalnya, kamu terlihat begitu lesu. Padahal, kita akan berbulan madu loh ! "


" Itu, tidak Mas aku hanya sedikit kelelahan saja. Karena, sebelumnya aku belum pernah menaiki pesawat! "

__ADS_1


" Ah, Jadi begitu? Kalau begitu kamu istirahat saja ya. Mas akan mengerjakan pekerjaan kantor dulu. Jadi gunakanlah waktu istirahat kamu, sebaik mungkin. Sebab, Mas akan menyirami rahimmu terus-terusan. Supaya, kamu segera hamil ! "


Aku, mengangguk mengiyakan apa yang baru saja dikatakan olehnya.


" Sementara ini, kita tinggal di hotel dulu. Besok, barulah kita pergi ke villa ! "


" Villa ? " tanyaku.


Mas Liam, mengangguk


" Iya, villa milikku dan Ara! "


Ara lagi kan, sudahlah memang seharusnya aku tidak terlalu banyak berharap.


" Ah tidak apa-apa, Kalila sih terserah Mas ! "


" Baiklah, kalau begitu kita masuk dulu dan beristirahat sejenak ! "


Aku yang terlalu malas menanggapi ucapan Mas Liam. Akhirnya, mengangguk saja, kemudian Mas Liam mempersilakan aku untuk masuk, dan aku segera melepas jilbabku, untuk pergi berwudhu. Setelahnya, aku meminta izin untuk tidur terlebih dahulu. Karena, disini sudah memasuki waktu shalat isya. Jadi, untuk malam ini aku akan benar-benar tidur, dan tidak ingin melayani Mas Liam dulu. Begitu juga dengan Mas Liam, dia segera mengambil laptopnya, begitu kami berdua selesai shalat berjamaah.


" Selamat malam sayang, malam ini kamu harus istirahat ya. Siapkan stamina untuk besok malam oke ! "


Lagi dan lagi, aku hanya mengangguk menanggapi ucapannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2