Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 11


__ADS_3

Liam, dan juga Kalila, sedang bersantai di pantai Kuta Bali. Keduanya, menikmati indahnya pemandangan pantai, sembari berjemur.


" Gimana kamu suka tidak ? ".


Kalila, menganggukkan kepalanya,.


." Aku suka, tapi banyak sekali wanita berpakaian seksi. Mas suka yang seperti itu? "


" Lelaki manapun, pasti suka wanita yang seksi sayang. Tetapi, jika untuk mencari istri. Kebanyakan, para pria lebih memilih wanita yang tertutup! "


" Enggak juga tuh, banyak malah dari mereka lebih memilih wanita yang berpakaian seksi! "


" Tapi, Mas lebih suka seperti kamu. Tertutup, dan hanya membuka auratnya untuk aku seorang ! "


Kalila, tersenyum manis, dia memperlihatkan deretan giginya.


" Insyaallah, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Mas ! "


" Terimakasih, Sayang ! "


" Sama-sama! "


Kalila, memeluk tubuh sang suami, begitupun sebaliknya. Di bawah pohon kelapa yang rindang, serta semilir angin pantai yang menggoda kedua insan itu larut dalam kemesraan.


Setelah selesai berjemur, Liam kemudian membawa Kalila ke villanya yang seharusnya milik Arabella. Kalila, istri sirinya menatap nanar beberapa foto yang ada di dinding. Kalila, merasa cemburu, akan tetapi dia tidak ingin menunjukkan ekspresi wajahnya itu pada sang suami. Walaupun dia hanyalah istri siri Liam, tapi wanita mana yang tidak cemburu, melihat foto kemesraan Suaminya dengan wanita lain.


" Photo itu..." ucap Kalila sembari menunjuk sebuah bingkai yang berisi photo Liam dan seorang wanita.


" Dia Arabella, istriku! "


" Aku juga istrimu Mas ! " batin Kalila.


" Sayang, makan siang sudah dihidangkan, kita makan dulu yuk ! "


Kalila, mengangguk sembari tersenyum manis. Mencoba untuk terlihat baik-baik saja, walaupun sebenarnya dia sangat cemburu.

__ADS_1


" Kamu kenapa? Sakitkah? " tanya Liam .


Kalila, menggeleng dengan cepat, dia mencoba bersikap seperti biasanya, dan segera menggandeng lengan sang suami, sembari berkata " Ayo Mas, perut Kalila sudah lapar! " . Tidak lupa, dia juga menampakan senyumnya yang manis, sehingga matanya membentuk seperti bulan sabit. Liam menatap wajah cantik istri ke-duanya tersebut, dengan tatapan takjub, dia mendekatkan wajahnya pada sang istri, kemudian mengecup bibir ranum sang istri.


" Mas senang, bisa melihat kamu begitu bahagia saat ini! "


" Tentu saja, aku bahagia karena aku bisa menjadi istri Mas, walaupun hanya istri ke-dua! "


" Dasar kamu ini ! "


Liam, mengacak-acak rambut Kalila, kemudian merangkul pinggang ramping sang istri, dan segera pergi membawanya ke ruang makan.


Beberapa hari ini, Arabella selalu beralasan jika dia sedang tidak enak badan. Maka dari itu, Hilman kekasih gelapnya tersebut. Selalu, sendiri jika ada pertemuan dengan kolega bisnis. Dan hari ini adalah hari terakhir, Keduanya berada di Los Angeles ini. Sehingga, saat ini keduanya menghabiskan waktu untuk istirahat.


" Tidak terasa, besok pagi kita sudah pulang ke Indonesia! "


Arabella, mengangguk sebagai jawaban.


" Nanti ,setelah sampai di Indonesia. Kamu harus banyak beristirahat, agar kamu bisa bekerja dengan baik, oke ! "


" Iya Mas , aku akan beristirahat dengan cukup! "


Untuk menenangkan diri, Kalila membaca Al-Qur'an dia benar-benar tidak bisa menahan rasa cemburunya pada sang suami. Sehingga, wanita muda itu lebih memilih untuk diam di kamar, sementara itu suaminya sedang berada di dalam ruang kerjanya. Sembari menangis, Kalila mencoba untuk membaca dan memahami kandungan ayat suci Al-Quran yang sedang dia baca tersebut.


Liam, yang baru saja selesai melakukan pekerjaannya, dia kemudian membuka pintu kamar mereka. Akan tetapi, dia dikejutkan dengan sang istri, yang saat ini sedang membaca Al-Qur'an dengan begitu merdu. Membuatnya, terdiam sejenak, dan mendengarkan sang istri sedang membaca kitab suci Al-Quran.


" Ya Allah, Aku baru tahu jika Kalila sangat mahir dalam membaca Al-Qur'an. Tapi, berbeda sekali dengan Arabella, istriku. Sebaiknya, aku mencari kegiatan lain saja, aku tidak ingin mengganggu Kalila ! " batin Liam.


Pria itu mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar. Dia, menutup kembali pintu kamar tersebut. Liam, memasuki ruang kerja kembali, kebetulan sekali ponselnya berdering menunjukkan panggilan masuk dari sang istri, Arabella. Dengan berat hati, dia menerima panggilan masuk tersebut.


" Hai Darling, aku lusa ini pulang loh ! "


" Kok cepat sih? Bukankah jangka waktunya 1 bulan ya ? "


" Ih Mas Liam, Kok kamu terdengar tidak senang sekali ya aku pulang ke Indonesia! "

__ADS_1


" Aih baiklah, aku lusa akan menjemput kamu. Bagaimana? "


" Nah gitu dong, itu baru suamiku! "


Entah mengapa, ada perasaan bahagia saat mendengar suara Arabella memanggilnya dengan sebutan " Suamiku" . Padahal, jelas-jelas dia berkata untuk tidak mencintai Arabella lagi, karena, sudah mengkhianati cintanya, dengan sahabatnya sendiri. Tapi, Liam sungguh tidak bisa membenci Arabella, sebab Arabella adalah cinta pertamanya.


Tanpa Liam tahu, Kalila sedang mengintip dari balik pintu ruang kerja tersebut. Wanita cantik itu, hendak memberikan minuman untuk suaminya. Akan tetapi, setelah mendengar percakapan suami dan madunya itu, dia segera pergi mengurungkan niatnya. Kalila, memberikannya pada maid, untuk diantarkan langsung pada Liam.


Tok...Tok...Tok...


" Siapa ? "


" Laksmi Tuan ! "


" Masuk Bi, tidak di kunci! "


Seorang maid yang bernama Laksmi itu, segera masuk ke dalam ruang kerja. Wanita paruh baya itu, segera menyajikan teh jahe, buatan Kalila di meja kerja Liam.


" Terimakasih Bi, tumben sekali bukan Kalila yang mengantar teh ini ? "


" Nona Kalila, justru yang membuat teh ini. Akan tetapi, dia bilang sedang lelah, sehingga meminta bantuan saya. Untuk mengantarkan teh jahe ini pada Tuan Muda! "


" Bi, sudah berkali-kali saya katakan. Panggil saja, Pak Liam saya benar-benar malu dengan panggilan Tuan Muda! "


" Baik, saya akan ingat perkataan anda, em Pak Liam! "


" Nah begitu dong! "


" Baik, kalau begitu saya harus kembali bekerja Pak ! "


" Iya, silakan ! "


Sementara itu, Kalila sedang mengunci diri di dalam kamar mandi. Wanita cantik berjilbab itu, membasuh mukanya supaya tidak terlihat baru saja menangis. Dia, mati-matian terus menerus membasuh mukanya, supaya terlihat segar. Alhasil, karena tidak dapat di sembunyikan lagi. Dia, memutuskan untu berwudhu dan tidur siang, supaya Liam tidak menaruh curiga padanya.


" Bodoh, suruh siapa kamu jatuh cinta padanya? Bukankah, suamimu itu tidak mencintai kamu, lantas mengapa kamu berharap banyak padanya Kalila ? " batin Kalila.

__ADS_1


Dia, segera merebahkan tubuhnya di ranjang. Sembari memegangi tasbih, dia berdoa kemudian tidur dengan pulasnya. Liam, yang baru saja keluar dari ruang kerjanya, merasa heran tidak ada suara Kalila di kamarnya. Ternyata, istri mudanya itu, sedang tidur sembari memeluk guling. Liam, hendak berpamitan pada Kalila, akhirnya mengurungkan niatnya. Dia, menulis sebuah pesan untuk sang istri, jika dirinya ada urusan mendadak. Dan, besok pagi sudah harus kembali ke Jakarta. Sedangkan, Kalila akan pulang di jemput oleh asisten pribadinya. Tapi, Liam ingin istri mudanya itu, puas liburan di Bali. Sehingga, dia memberikan ATM khusus untuk Kalila, supaya istri pertamanya tidak mengetahui, tentang pernikahan sirinya bersama Kalila.


Bersambung


__ADS_2