
Malam ini, Kalila dan Liam tidak pulang ke kediaman Liam dan Arabella. Karena, malam ini mereka menginap di hotel. Besok, apartemen sederhana milik Kalila, baru bisa ditempati. Kalila, benar-benar terharu dengan tindakan sang suami. Begitu dia mengatakan jika dia tidak ingin di rumah mewah milik suami dan istri pertamanya. Maka, Liam dengan segera paham keinginan istri mudanya tersebut.
" Mas, maaf hari ini Kalila capek jangan minta jatah ya. Besok atau lusa boleh, kalau Kalila sudah mendingan ! "
Liam, mengangguk
" Baiklah Sayang, Mas juga tidak akan meminta jatah. Karena, Mas ingin beristirahat! "
" Terimakasih ya Mas ! "
" Sama-sama sayang! "
Liam, menuntun sang istri untuk masuk. Kemudian menutup pintu kamar. Dia, meminta untuk sang istri mandi terlebih dahulu. Setelah membersihkan dirinya, Kalila diminta untuk tidur, karena Liam masih ada pekerjaan. Maka, dari itu, dia tidak ingin membuat sang istri kelelahan menunggunya.
Beberapa saat kemudian...
Liam, baru saja membersihkan diri dilihatnya sang istri sudah tertidur pulas. Pria tampan itu, mengulas senyumnya. Dia, kemudian menyelimuti tubuh sang istri, dan mengecup keningnya.
Saat dia sdang mengerjakan pekerjaannya, Liam teringat akan perselingkuhan istri pertamanya, dan juga sahabatnya sendiri.
" Mengapa aku teringat kejadian memuakkan itu? Astaghfirullah! " batin Liam.
" Mas Liam, kamu kenapa ?"
Di saat Liam tengah kacau, Kalila yang baru saja tidur kini terbangun lagi. Wanita muda itu, menghampiri sang suami dia kemudian memijat pundak sang suami.
" Terimakasih sayang! "
Liam, menghentikan pijatan sang istri. Dia, kemudian berbalik dan memangku tubuh istrinya. Membuat, Kalila menjerit, dan langsung menutup mulutnya karena dia takut ada yang mendengar suara jeritannya. Liam, yang gemas kemudian memeluk tubuh sang istri. Kini, keduanya saling memandang wajah satu sama lainnya. Liam, mendekatkan wajahnya pada wajah Kalila, begitupun dengan Kalila,dia memejamkan matanya. Kemudian, Liam menempelkan bibirnya pada bibir sang istri. Keduanya kini saling ******* bibir satu dengan yang lainnya, janji hanya sebatas janji. Akhirnya, Liam dan Kalila justru melalui malam ini, dengan berhubungan intim.
__ADS_1
Keesokan harinya, Liam membangunkan sang istri untuk melaksanakan shalat subuh. Kalila, nampak begitu mengantuk, dia benar-benar merasa lelah karena semalaman harus melayani sang suami. Melihat wajah istri mudanya tersebut, Liam merasa bersalah. Akan tetapi, harus bagaimana lagi, dia yang sudah lama tidak menyentuh tubuh istri pertamanya .
" Maafkan Mas, kamu pasti kelelahan ya ? "
Kalila, mengerjapkan matanya kemudian dia memeluk tubuh Liam yang tidak mengenakkan pakaian atas tersebut.
" Ini semua ulah Mas, padahal kamu janji enggak akan menyentuhku ! "
" Iya, kan Mas sudah minta maaf! "
" Kalau aku hamil bagaimana? Kita selalu tidak mengenakan pengaman saat berhubungan! "
" Tidak apa-apa, kan kamu istriku. Setelah melahirkan, kita akan segera mengumumkan pernikahan kita ! "
" Ih Mas jahat ! "
Sementara itu, Arabella benar-benar merindukan sosok kekasih gelapnya yang berada di Indonesia. Walaupun, raganya bersama dengan Hilman, akan tetapi pikirannya berada di Indonesia. Sampai di detik terakhir persetubuhannya dengan Hilman, dia justru memanggil nama pria tampan itu dengan sebutan "Papa " yang mana itu adalah sebutan untuk selingkuhannya yang ke-dua. Hilman, menatap wajah Arabella dengan kecewa bagaimana bisa wanita yang masih dibawah kendalinya tersebut justru memanggil pria lain, bukan dirinya. Dia, menduga jika sebutan itu untuk Liam, suami Arabella. Jadi, dia beusaha untuk bersikap biasa saja. Walaupun, sedikit kecewa, karena saat ini Arabella sedang tidur, karena kelelahan sudah melayaninya. Dengan segera, Hilman mencium kening sang kekasih, dan turun dari ranjang, untuk membersihkan diri. Dia, ingin Arabella, beristirahat terlebih dahulu, baru setelahnya dia akan membangunkan kekasihnya itu untuk membersihkan diri.
Jam menunjukkan pukul 12.00 waktu setempat, Hilman, dengan segera membangunkan kekasihnya. Ketika Arabella sudah terbangun, dia terpaksa harus membersihkan diri padahal, dia sedang begitu malas untuk bangun. Jujur saja, dia lelah melayani Hilman. Hanya saja, jika tidak begitu bagaimana bisa dia menjadi model internasional. Ini semua semata-mata karena usaha Hilman, yang membuat dirinya menjadi semakin sukses. Walaupun, dia ditentang oleh suaminya, karena Hilman merupakan sahabat sang suami, sekaligus saingan suaminya dalam bidang bisnis, dan juga cintanya. Tapi, pada akhirnya Liam menyetujui keinginannya untuk bergabung dengan agency yang Hilman naungi. Tapi, perlahan sikap Liam yang manis padanya, berubah karena kesibukannya. Liam juga sudah tidak menyentuhnya lagi, sudah hampir sekitar 1 tahunan. Dia sendiri tidak tahu alasannya, apakah Liam mengetahui perselingkuhannya dan Hilman, atau alasan lain. Yang jelas, semenjak dia menjadi model internasional yang cukup terkenal, Liam sudah tidak lagi meminta jatah pada dirinya, dan Arabella sungguh tidak peduli akan hal tersebut.
" Mas Hilman, aku tidur lagi ya aku lelah !"
" Boleh, kebetulan spreinya sudah diganti barusan oleh pelayan! "
" Terimakasih Mas!"
Arabella, berjinjit dan mencium bibir sang kekasih. Hilman, mengusap lembut kepala sang kekasih.
**L**iam, dan Kalila baru saja pindah ke apartemen baru untuk Kalila tinggali sementara waktu. Karena, apartemen yang dia jadikan mas kawin masih dalam perbaikan. Juga, Kalila masih belum memiliki KTP warga setempat, karena Liam tidak ingin Kalila kembali ke kampung halamannya lagi. Sebab, walaupun dia tidak mencintai Kalila, dia akan bertanggung jawab penuh pada istri mudanya tersebut. Karena, meskipun dia tidak begitu taat kepada Tuhan nya, dia tahu caranya untuk membahagiakan istri. Juga, tidak ada lagi orang yang harus dia nafkahi, sebab Arabella sudah mendapatkan segalanya dari para lelaki yang menjadi sponsornya. Paling-paling, satu bulan sekali Liam akan memberinya nafkah bulanan.
__ADS_1
" Bagaimana kamu suka tidak ? "
" Iya Mas, aku suka. Terimakasih banyak, Mas Liam yang terbaik!"
" Sama-sama sayang !"
Liam, mencium kening sang istri, dia juga mengusap kepala Kalila dengan penuh kasih sayang. Kalila, memeluk tubuh sang suami, dia bahagia apapun yang dia katakan pada Liam, akan selalu di penuhi oleh pria itu.
" Ya sudah, sekarang Mas pergi bekerja dulu ya. Setelah Mas pulang, kita akan makan malam bersama!"
" Asyik, hari ini aku akan istirahat seharian. Capek aku habis melayani Mas semalaman!"
Liam, gemas melihat sang istri, dia mencubit hidung mancung milik istrinya tersebut.
" Iya istirahatlah, nanti malam kita ikhtiar bikin anak lagi oke !"
" Syahwat lelaki tua benar-benar tidak masuk akal ya? Mas sepertinya punya penyakit ya , enggak bosan apa ?"
" Tidak tuh, maunya lagi dan lagi !"
Kalila, bergidik ngeri dia segera mengambil punggung tangan suaminya.
" Kalau mau kerja silakan keluar, Kalila mau istirahat *Assalamualaikum! "
" Waalaikumussalam* !"
Liam, tertawa terbahak saat melihat Kalila langsung memasuki kamarnya. Dia benar-benar puas, menggoda istri mudanya tersebut.
Bersambung
__ADS_1