Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 36


__ADS_3

Liam, dan sang istri shalat subuh berjamaah. Sebab, Liam terlambat. Sehingga, dia memilih untuk shalat berjamaah, mengimami Kalila. Setelah melaksanakan ibadah wajibnya, Kalila mencium punggung tangan suaminya sebagai rasa hormatnya.


" Mas, elus perut aku dong sepertinya dia kangen Mas Deh !"


" Baiklah, sini !"


Kalila yang sedang hamil, sekarang begitu manja pada Liam Suaminya. Liam menduga jika calon anaknya ini, sepertinya anak perempuan. Sebab, Kalila juga sering berdandan. Tapi, kadang-kadang istrinya itu, malas untuk berdandan maupun beraktivitas. Liam sendiri, tidak masalah dengan hal tersebut. Semenjak Arabella berselingkuh dengan ayahnya Liam, lebih fokus pada Kalila. Rasa cinta itu masih belum tumbuh, ya karena mereka menikah masih belum lama. Baru beberapa bulan saja. Ditambah, dia juga belum bercerai dari istrinya, Arabella.


" Mengajukan perceraian itu susah juga ya sayang. Benar-benar, Mas lelah harus ini, itu semuanya harus benar-benar dipersiapkan. Belum lagi, kita harus menunggu selama beberapa bulan. Mas, jadi menyesal menikah dengan Arabella, seandainya Mas tahu dia nakal, pastilah mas memilih untuk menunggu kamu!"


Kalila, menggeleng cepat


" Mas, kita tidak tahu rencana Tuhan itu seperti apa. Jangan berbicara seperti itu, mungkin saja dengan Mas menikah dengan Nona Arabella, Mas akan lebih baik lagi kedepannya. Jadikanlah itu sebagai penguat untukmu, dan sudah saatnya Mas bangkit dari keterpurukan. Memperbaiki diri, dan perbanyak beribadah. Insyaallah, Mas bisa melaluinya, semangat suamiku!"


Liam, mencubit hidung Kalila gemas. Dia, kemudian mengecup kening sang istri.


" Terimakasih ya, istri kecilku!"


Kalila, mengerucutkan bibirnya dia kesal diledek seperti itu.


" Aih, lucunya istriku!" ujar Liam sembari mencubit pipi sang istri.


" Ih, Mas menyebalkan sekali kamu !"


Meskipun dia sedang marah, tetapi ketika sang suami menggelitik pinggangnya. Kalila, dia merasa geli dan akhirnya mereka kembali akur seperti semula. Karena, Liam dan Kalila saat mereka berada di China, keduanya sepakat tidak boleh marah berlebihan. Sebab, semua masalah harus dikatakan dan ditangani hari itu juga. Liam, tidak ingin kejadian seperti Arabella terulang kembali, sungguh dia trauma.


Sementara itu, Efendy dan Arabella pulang ke rumah keduanya. Arabella, mencari keberadaan sang Ibu, ternyata Maemunah sudah pergi dari rumahnya. Ibunya menuliskan surat pada secarik kertas. Disana, Maemunah menerangkan bahwa dia pulang ke kampung halaman ibunya. Dia juga mengatakan, jika Arabella, harus segera bertaubat, dan memutuskan hubungan dengan Efendy. Sebab, akan menjadi dosa baginya. Efendy, bisa dikatakan jika dia sama dengan ayah kandungnya, alias Waluyo. Jadi sebaiknya, segera berhenti.


Namun, meskipun demikian Arabella tetap tidak peduli. Justru, wanita cantik dan seksi itu merobek kertas dari ibunya. Dan membuangnya ke tong sampah. Efendy, menatap heran wajah sang kekasih. Dia bertanya mengapa sedari tadi Arabella diam saja. Tapi, wanita cantik itu tidak mengatakannya. Dia justru berkata pada pria paruh baya itu, dengan nada manjanya. Bahwa dia sangat menginginkan, keduanya segera bercerai dari pasangan masing-masing.


" Bagaimana, setelah perceraian kita dari pasangan masing-masing. Kita jual rumah ini, dan tinggal di pedesaan. Di tempat Ayah dan ibuku, disana kita aman sebab disana sangat terpencil sayang!"

__ADS_1


Arabella, mengangguk dia memeluk tubuh sang kekasih.


" Aku setuju, kita tinggal di desa. Menikah, punya anak dan jadi keluarga yang bahagia!"


Efendy, mengangguk sembari mengulas senyumnya.


" Tentu saja, kita akan menjadi keluarga yang bahagia!"


Di Badung Bali, Hilman dan sang istri sedang menikmati indahnya malam bersama. Mereka berpelukan, menatap langit yang indah dan dipenuhi oleh bintang-bintang. Karin, menyenderkan kepalanya pada dada bidang sang suami. Dia, mengecup dada Suaminya yang ditutupi oleh piyama tidurnya.


" Abang, bisakah kamu menceritakan sedikit tentang Nona cantik yang waktu itu ada di kamar kita ?"


" Kan sudah!"


" Tapi, belum lengkap. Aku ingin tahu, tipsnya dia mengapa Abang sampai menyebut nama Nona itu saat tadi sedang berada di puncak!"


" Anu, maaf sayang. Abang janji tidak akan mengulanginya lagi!"


" Iya tidak apa-apa, coba Abang ceritakan dulu. Supaya, Karin bisa belajar dari Nona seksi itu!"


Hilman, menerawang jauh kemudian menceritakan semuanya pada sang istri. Dimulai dari awal pertemuannya dengan Arabella, hingga bagaimana dia dan Arabella bisa berselingkuh dari sahabatnya Liam. Dan, saat ini Hilman sungguh sangat menyesali perbuatannya tersebut.


" Kalau begitu, kita lakukan lagi. Abang kan bilang, biasanya 2 atau 3 kali berhubungan intim bersama Nona seksi itu. Jadi, Aku juga mau jadi wanita nakal, supaya Abang tidak meninggalkan aku !"


" Tidak Karin, kamu masih gadis. Berbeda, Abang mengaku salah. Dan, nantinya Abang tidak akan seperti itu lagi. Maafkanlah Abang, mau kan ?"


Karin, mengangguk


" Baiklah, makanya jangan kebanyakan memejamkan mata. Harus dinikmati kegiatan kita !"


" Baiklah, aku akan berusaha lebih keras lagi!"

__ADS_1


Karin, mengangguk mengiyakan.


" Oke, selamat mencoba suamiku!"


" Baiklah, terimakasih sayang !"


Hilman, mencium pipi dan hidung sang istri. Betapa beruntungnya dia, memiliki istri yang sabar seperti Karin. Dia, merasa makin bertambah sayang padanya. Setelah mengetahui jika Arabella selingkuh dengan Efendy, orang yang sudah sangat dia anggap sebagai ayahnya sendiri. Dia penasaran, bagaimana perasaan sahabatnya itu, mengetahui fakta tentang perselingkuhan antara istri dan ayah kandungnya sendiri.


" Kapan-kapan, aku akan bersilaturahmi dengan Liam. Sekalian, mengenalkan Karin, pada istrinya. Supaya, Karin bisa memiliki teman, kasihan dia tidak memiliki teman!" batin Hilman.


Efendy, dan juga Arabella kini mandi bersama. Arabella, memandikan sang kekasih. Dia, sangat menyayangi kekasihnya tersebut , bahkan saking sayangnya dia akan mencium bibir atau pipi kekasihnya tanpa diminta. Padahal, Efendy meminta untuk tidak menyentuh bagian sensitif tubuhnya. Sebab, dia takut jika syahwatnya akan bangkit. Karena, dokter bilang dia tidak boleh melakukan kegiatan berat dulu. Untuk sementara waktu, paling tidak tunggu 4 atau 8 Minggu baru bisa normal kembali.


" Papa tahan dulu ya, bersabarlah tunggu 2 bulan baru kita bisa melakukannya lagi !"


" Kau nakal Ara, baiklah aku akan bersabar. Ayolah sayang, cepat sedikit aku ingin beristirahat, lelah sekali rasanya!"


" Ah iya, sebentar tinggal dibilas lalu selesai!"


" Oke !"


Setelah membersihkan tubuh sang kekasih, Arabella segera mengeringkan tubuhnya dan juga kekasihnya. Tidak lupa, dia juga membantu kekasihnya tersebut mengganti pakaiannya. Lalu, dia membantu Efendy untuk berbaring di ranjang, setelah itu dia membersihkan wajahnya dari sisa make up . Yang tadi dipakainya, kemudian dia segera bergabung dengan sang kekasih untuk tidur di atas ranjangnya.


" Tidurlah Papa, kan kamu harus beristirahat!"


Arabella, memberikan perhatiannya pada sang kekasih.


" Terimakasih Sayang, aku kira kamu tidak bisa mengurusku. Nyatanya, kamu justru begitu lihai dalam merawatku !"


" Iya, sama-sama Pa. Dulu, aku memang begitu apa-apa sendiri. Sebab, aku juga bukan anak orang kaya. Hanya anak seorang asisten rumah tangga, dan Ayahku, dia hanyalah anak angkat dari keluarga kaya tersebut. Sehingga, aku dibiasakan hidup mandiri!"


Ya, Efendy sudah tahu, jika Arabella bukanlah anak kandung dari Subroto, besannya. Dia, hanyalah anak dari Waluyo yang merupakan anak angkat tidak tahu diri tersebut.

__ADS_1


" Dia sangat cantik, aku beruntung memilikinya. Persetan dengan perkataan orang-orang, aku akan menjalani hidup yang lebih baik bersamanya. !" batin Efendy.


Bersambung


__ADS_2