Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 23


__ADS_3

Hilman, menaruh rasa curiga pada sang kekasih. Selama 2 Minggu ini , jika dia mengajaknya maka, Arabella tidak pernah mau diajak bertemu dengannya. Dengan demikian, Hilman memutuskan, untuk mencari tahu sendiri bagaimana kekasihnya tersebut. Dia, menyewa seorang ahli untuk mengawasi kekasih gelapnya tersebut.


" Rasanya, ini aneh mengapa Arabella tidak mau menghubungi aku sama sekali? Jika saat ini dia dengan Liam, rasanya tidak mungkin. Sebab, aku tahu sendiri Liam saat ini, sudah memiliki istri. Bawahanku yang mengatakannya! " batin Hilman.


" Kau awasi terus, keberadaan Arabella. Hubungi aku, jika terjadi sesuatu! "


" Baik Tuan Muda, kalau begitu saya permisi! "


Hilman, mengangguk kemudian dia mempersilakan pesuruhnya keluar.


Sementara itu, di rumah mewah kediaman, Subroto. Sedang berdebat, masalah warisan dan tahta Waluyo sebagai adik dari Subroto.


" Kakakku sudah tiada, mengapa juga kalian mempersulit prosesku untuk menjadi pemimpin perusahaan?"


" Maaf, kami tidak bisa memberikan wewenang pada anda untuk naik jabatan. Karena, anda masih belum memiliki bukti tentang, kematian Bapak Subroto! "


" Apa ini? Sudah aku bilang, kalau kakakku sudah meninggal, karena kecelakaan maut 15 tahun yang lalu! "


" Pak, tolong anda jangan mengada-ada. Disini, Anjungan Tunai Mandiri, milik Bapak Subroto Atmaja masih aktif. Bahkan, beberapa hari yang lalu beliau mengambil sejumlah uang, senilai Rp.5 Milyar rupiah ! "


" APA? Anda tidak becanda kan ? "


" Saya tidak berani, untuk mempermainkan anda. Jika anda tidak percaya, saya akan memberikan buktinya! "


Asisten pribadi dari Subroto , memberikan sebuah bukti pengambilan uang dari Rekening Subroto. Membuat, Waluyo lemas dan menjatuhkan tubuhnya pada lantai perusahaan.


" Bagaimana mungkin? Bukankah, dia sudah tiada . Orang suruhanku yang mengetahuinya, secara langsung! " batin Waluyo.


Dia, menggelengkan kepalanya.


" Tidak tidak mungkin! "


" Sepertinya benar, jika Bapak Waluyo lah, yang sudah mencelakai Bapak Subroto. Untuk saat ini, memang belum ada bukti yang cukup kuat, tapi aku yakin Allah Ta'ala tidak tidur, dan akan memberikan jalan untuk Bapak Subroto Aamiin Ya Robbal'alamiin! " batin Dahlan .


Saking takutnya, Liam jika Kalila akan kabur. Liam, sampai membawa istri mudanya tersebut, ke kantor. Padahal, dia sendiri tidak mencintai Kalila. Akan tetapi, dia sangat tidak ingin Kalila pergi dari kehidupannya. Sebab, saat ini wanita cantik yang masih muda itu, sedang mengandung buah hatinya.


" Mau makan apa sayang? "


" Aku, mau makan Bubur ayam dan sayur Sop Mas! "


" Baiklah, nanti istirahat kita ke kantin Bu Maryam ya ! "


Kalila, mengangguk

__ADS_1


" Oke ! "


Liam, kembali fokus dengan pekerjaannya. Sementara itu, Kalila membuka mushaf Al-Qur'an mungil miliknya. Dan, kembali mengaji di ruang istirahat Liam.


" Ya Allah, jika itu pria lain. Pasti akan sangat bersyukur, memiliki istri seperti Kalila. Sayangnya, yang menjadi suaminya adalah aku. Pria yang belum bisa ke lain hati, selain istri pertamaku, Arabella!" batin Liam.


Subroto, dan Asistennya sedang menyusun strategi, untuk membuktikan jika adik kandung dari Subroto, alias Waluyo bersalah atas kasus pembunuhan berencana terhadap Subroto, dan sang istri.


" Saya yakin, jika Adik kandung Bapak lah yang membuat mobil, anda dan Ibu Norma kecelakaan. Sehingga, anda sekalian harus hidup secara sederhana, demi melindungi harta keluarga Ayah anda ! "


" Baik, terimakasih Dahlan ! "


Dahlan, mengangguk sebagai jawaban.


" Waluyo, memang tidak pernah bersyukur dengan apa yang keluarga Bapak berikan. Dia, hanyalah anak seorang pembantu. Tapi, Tuan dan Nyonya, sudah menganggapnya, sebagai anak kandungnya. Dia diberikan kehidupan layaknya Tuan Muda, sungguh manusia tidak tahu diri! "


" Ayah dan Ibu berpesan, untuk memberikan rumah di Jakarta Selatan untuknya. Tapi, dia seolah iri padaku, sehingga ingin mencelakai aku dan istriku! "


" Besok, Burhan akan memberikan barang buktinya Pak ! "


" Oke, istirahatlah! "


" Baik, terimakasih Bapak Subroto. Kalau begitu, saya permisi! "


Subroto, mengangguk mengiyakan.


Dulu sekali, Waluyo meminta bantuan pada Subroto untuk memberikan nama belakang putrinya dengan nama Subroto. Entah apa alasannya, sementara itu sebelum kecelakaan terjadi dia dan sang istri yang hendak pergi ke Jawa Timur menitipkan Kalila, pada Waluyo dan istrinya. Saat itu, Kalila masih berusia 7 tahun, sedangkan Arabella sudah berusia 17 tahun. Arabella, sudah berada di bangku Sekolah Menengah Atas. Dia, juga tahu jika Arabella, berpacaran dengan putra keluarga Efendy. Maka dari itu, Waluyo meminta bantuan padanya, supaya menjodohkan Liam dan Arabella.


Sebab, Waluyo memiliki hutang pada keluarga Efendy. Berhubung, Liam dan Arabella saling mencintai sehingga Arabella dijadikan sebagai jaminan. Lalu, keduanya menikah, akan tetapi Arabella masih tidak bisa memberikan anak untuk Liam. Padahal, keluarga Efendy, sangat menginginkan cucu.


Setiap kali Kurnia berangkat bekerja, pasti Arabella dan Efendy akan melakukan hubungan intim. Keduanya, benar-benar tidak bisa, jika tidak melakukan hubungan intim barang sekali saja. Mereka, seolah sudah terbiasa dengan hal tersebut. Bahkan, pada malam hari disaat Kurnia, sedang tidur. Maka, Keduanya akan memanggil satu sama lain untuk menuntaskan hasrat mereka. Tanpa rasa takut, dan rasa bersalah mereka akan melakukan kegiatan tersebut.


Kurnia, kembali ke rumahnya, sebab ponselnya tertinggal. Dia, mencoba untuk membuka pintu kamar, akan tetapi kamarnya dikunci. Dia terheran saat mendapati kamarnya bersama sang suami dikunci dari dalam. Padahal, saat dirinya berangkat, kamar ini tidak dikunci sama sekali.


" Ah iya, di kamar sebelah kan ada kunci cadangan bukan? " ujarnya.


Dengan segera, dia pergi ke kamar sebelah. Dia, segera membuka laci meja kerja Suaminya, dan mengambil kunci tersebut. Kurnia, membuka, pintu kamarnya, setelah terbuka dia segera mencari ponselnya. Tapi, saat sedang mengambil ponselnya, Kurnia mendengar suara kenikmatan dua insan yang sedang bercinta di kamar mandi. Dia ingin memastikan pendengarannya. Betapa hancurnya hatinya saat ini. Di dalam sana, dia melihat suami dan menantu yang sangat dicintainya sedang bercinta. Kurnia, segera mengeluarkan ponselnya, dan merekam kejadian menyakitkan tersebut. Setelah dirasa cukup untuk dijadikan bukti, dia segera pergi, dan mengunci pintu kamarnya kembali.


" Astaghfirullah'aladzim, Ya Allah! "


Air matanya, mengalir membasahi pipinya. Dia, segera menaiki mobil.


" Nyonya, anda kenapa ?"

__ADS_1


" Tolong antarkan aku pada anakku ! "


" Baik Nyonya ! "


Setelah beberapa menit perjalanan, Kurnia, sudah sampai di perusahaan milik keluarganya.


" Samsudin, kamu tidak usah membukakan pintu. Terimakasih! "


" Baik Nyonya, berhati-hatilah! "


Kurnia, mengangguk sebagai jawaban. Dia, segera keluar dari mobilnya, dan disambut oleh penjaga keamanan disana.


" Selamat Siang Nyonya! "


" Jangan basa-basi, segera antarkan aku ke ruangan anakku ! "


" Baik, Nyonya!"


Begitu sampai di ruangan kerja putranya, Kurnia segera mengetuk pintu ruang kerja Liam.


" Mama?"


Kurnia, memeluk tubuh putranya tersebut.


" Ada yang ingin Mama katakan padamu..." wanita paruh baya yang masih cantik itu, mengusap air matanya. " Ini, tentang Papamu ! "


Liam, merasa iba melihat wajah ibunya yang saat ini, sedang menangis tersebut.


" Ada apa dengan Papa ?"


" Dia..." Kurnia, menghela napasnya. Liam, dengan sabar menunggu jawaban dari ibunya.


" Dia selingkuh Nak ! "


Kurnia, memeluk tubuh putranya dengan begitu erat.


" Dengan siapa, mengapa bisa mereka melakukan hal tidak senonoh di rumah ? "


" Wanita yang menjadi selingkuhan Papamu, tidak lain adalah Arabella! "


" Apa? "


Liam, yang mendengar perkataan ibunya tersebut seketika lemas tak berdaya.

__ADS_1


" Ya Allah, apa ini? Bisa-bisanya, ayah dan istriku bermain api di belakang Mama. Sungguh biadab, ini tidak bisa dibiarkan Astaghfirullah'aladzim!" batin Liam.


Bersambung


__ADS_2