Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 31


__ADS_3

Tidak terasa sudah azan ashar, kini Karin berwudhu dan melaksanakan ibadah wajibnya. Sementara itu, suaminya masih belum bangun. Karin paham, jika Hilman memang tidak pernah melakukan ibadah sama sekali. Tapi, dia bertekad untuk mengubah suaminya tersebut. Sebab, Hilman adalah imamnya, dan sudah seharusnya dia membimbing suaminya tersebut. Setelah selesai beribadah, Karin membangunkan sang suami. Dia, menggoyang-goyangkan tubuh Hilman. Supaya, pria tampan itu bangun dari tidurnya.


" Abang, bangun ih, salat dulu gih !"


Hilman, perlahan membuka matanya , dia kemudian menatap wajah sang istri yang saat ini tengah membangunkannya.


" Mama, Papa ngantuk nih. Lupa ya, panggilan sayang kita?"


Deg...,


" Ah, iya Mama lupa Pa !"


" Sudahlah tidak apa-apa, bangunin Papa dong !"


Hilman, menyodorkan tangannya. Kemudian, Karin segera meraih tangan sang suami dan dia membantu Hilman untuk bangun dari tidurnya.


" Terimakasih Mama!"


Karin, tersipu malu tidak lama setelahnya Hilman mengusap lembut puncak kepala sang istri.


" Malu ya? Aku suka kamu seperti ini, ah iya nanti kita belanja pakaian kamu ya. Pakaian kamu itu-itu terus, Abang merasa bersalah karenanya!"


" Baiklah, Terimakasih Papa !"


Hilman, mengangguk


" Sayang, ajarin Papa salat dong. Abang, lupa caranya!"


" Kalau begitu, cepetan bangun. Aku, akan mengajari Papa !"


Untuk pertama kalinya, Hilman melaksanakan ibadah wajibnya. Setelah sebelumnya, selama 15 tahun dia tidak bersujud pada Sang Maha Pencipta. Karin, mengajarinya cara berwudhu, kemudian Karin mengarahkan sang suami untuk membenarkan sarungnya. Setelah itu, dia segera mengajari gerakan shalat, dan bacaannya. Begitu selesai, Hilman berterima kasih kepada istrinya. Karin, mengangguk sembari mengulas senyumnya. Dia, bahagia bisa mengajari Suaminya beribadah.


" Abang! "


" Abang lagi? Sudahlah tidak apa-apa panggil saja aku sesuai keinginan kamu Sayang!"

__ADS_1


" Baiklah , Abang kita mandi dulu yuk. Nanti, kan jalan-jalan sore kata Abang?"


" Ke mall maksudnya?"


Karin, mengangguk


" Baiklah, ayo Sayang !"


Hilman, berdiri kemudian dia duduk memperhatikan sang istri, yang sedang menyiapkan pakaian untuknya dan juga dirinya sendiri. Kemudian, Karin segera pergi meninggalkan dia untuk membersihkan diri.


Sementara itu, di kediaman keluarga Arabella sedang terjadi perdebatan. Antara Liam, dan Arabella, dimana Liam merasa tertipu karena Arabella, sudah mengaku sebagai anak kandung dari Subroto. Padahal, sebenarnya dia memiliki ayah kandung yaitu Waluyo.


" Aku memang menyukai Mas, sebelum bertemu dengan Hilman "


" Jangan bawa-bawa nama Hilman, dia tidak salah. Sebab, kau ini wanita gatal Ara. Bagaimana bisa, kau bersetubuh dengan ayahku. Haram hukumnya untuk aku mempertahankan hubungan ini. Sungguh, kau wanita durjana !"


" Mas, itu tidak seperti yang kau pikirkan. Aku, dan Papa tidak memiliki hubungan sama sekali. Justru kau, yang membawa wanita itu ke dalam kehidupan kita !"


" Kalila maksudnya?


" Mas, tolong jangan ceraikan aku !" ujar Arabella sembari bersimpuh di kaki sang suami.


" Maaf, aku tidak bisa bersama dengan wanita murahan sepertimu. Tunggu beberapa hari, harus segera menandatangani surat perceraian itu. Jika tidak, akan aku pastikan karirmu hancur !"


" Mas, aku mohon jangan ceraikan aku!"


Liam, membangunkan istrinya tersebut. Dia, memperlihatkan video tentang persetubuhan antara ayah dan istrinya tersebut. Arabella, membelalakkan matanya sembari menutup mulutnya. Dia, benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya. Dimana, dia sedang asyik bermain bersama ayah mertuanya. Dan, dia begitu luar di video tersebut, membuat tubuhnya lemas seketika dan jatuh terduduk di lantai rumah mewah tersebut.


" Orang-orangku, mereka mengetahui fakta tentang pembunuhan berencana yang kau lakukan padaku, dan juga istriku. Sebentar lagi, kau akan dijemput paksa oleh pihak kepolisian!"


Waluyo, dia terkejut dengan ucapan Kakak angkatnya. Sebab, dia tidak bisa jika harus mendekam di penjara.


" Apa? "


Jefri anak bungsu dari Waluyo dan istrinya hanya bisa pasrah. Sementara itu, Arabella sedang merenungi nasibnya, yang akan segera menjadi janda. Padahal, dulu itulah impiannya, dia ingin bercerai dari Liam dan menikah dengan ayah mertuanya.

__ADS_1


" Sungguh, ini tidak adil untukku. Aku, kira anak itu sudah mati, ternyata setelah dewasa dia justru merebut suamiku? Tidak, seharusnya aku senang karena, sebentar lagi aku akan menikah dengan Papa !" batin Arabella.


" Keluarga kalian benar-benar ya. Kau yang suka mabuk-mabukan dan berjudi, istrimu yang suka pamer harta. Dan anak perempuanmu, juga berselingkuh dengan mertuanya sendiri. Astaghfirullah'aladzim, Waluyo seandainya kau tidak serakah, aku tidak akan mungkin berbuat seperti ini!"


Sedangkan, Kurnia berada di kamar bersama dengan menantunya. Tadi sesampainya di rumah mewah ini, dia sempat menampar Arabella, sebab tidak tahan dengan wanita yang sudah merebut suaminya tersebut. Tapi, Liam dan Kalila memintanya untuk menenangkan diri. Meskipun Arabella merasa aneh dengan kedatangan dirinya dan juga istri muda Liam. Tetapi, dia sungguh tidak peduli. Alhasil, karena emosinya tidak dapat terkontrol. Kurnia, justru diminta untuk pergi ke kamar, dan ditemani oleh menantu ke-duanya.


" Ma, sudah ya jangan menangis lagi. Mama, adalah wanita hebat!"


Kurnia, mengambil tisu yang sudah Kalila berikan. Kemudian, Kurnia tersenyum sekilas, pada menantunya tersebut. Dia, benar-benar merasakan sesak di dada. Sebab, bertahun-tahun berumah tangga, ternyata dibalas pengkhianatan oleh sang suami. Dia, sudah mengorbankan segalanya termasuk perusahaan yang kini di pimpin oleh suaminya. Tapi, cerdasnya dia segera memberitahu para tetua, dan juga pengacaranya agar perusahaan tersebut segera mengangkat Liam sebagai pemimpin. Sebab, suaminya itu sudah membuatnya kecewa.


" Kamu tahu, Papa dulunya hanyalah anak supir pribadi Mama. Tapi, Mama sangat mencintainya, sehingga akhirnya dibutakan oleh cinta, dan memilih untuk bunuh diri saja jika tidak bisa menikah dengannya. Alhasil, Almarhum Ayah Mama, merestui hubungan kami. Tapi, dengan syarat Papa tidak boleh selingkuh. Tidak lama kemudian, Kakek Liam alias ayah Mama meninggal dunia. Dan, hartanya diwariskan seluruhnya untuk Mama, sebab Mama adalah anak tunggal. Tapi, bodohnya Mama, justru memberikan semuanya pada Papa !"


Kalila, membantu ibu mertuanya itu untuk mengusap air mata.


" Nak, nanti minta Liam untuk mengunjungi Nenek kalian. Sekalian, Mama juga akan memberitahu beliau secara baik-baik!"


" Baik Ma, sekarang tenangkan dulu dirimu. Setelah itu, barulah kita bicarakan lagi !"


Kurnia, mengangguk kemudian mengusap lembut wajah menantunya tersebut.


" Terimakasih Nak, kamu memang yang terbaik!"


" Sama-sama Ma, emh tapi sebelumnya bolehkah Kalila mengunjungi Ibu kandung Kalila Ma ?"


" Tentu saja, bagaimana bisa Mama menghalangi kamu !"


" Terimakasih!"


Keduanya, berpelukan dan saling menguatkan.


" Mulai hari ini silakan kemasi barang-barang kalian dan pergi dari sini. Kecuali Jefri, dia akan aku jadikan anak angkat. Kurasa, dia tidak seperti kalian!"


" Tidak, dia tidak boleh ikut denganmu!"


Tidak berselang lama, pihak berwajib datang dan menjemput paksa Waluyo. Sang istri begitu histeris mendapati suaminya diborgol oleh polisi tersebut. Begitupun dengan Arabella dia meraung-raung saat melihat ayahnya dipaksa untuk pergi. Hanya Jefri, yang tidak bereaksi, dia menatap nanar punggung ayahnya tersebut.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2