Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 39


__ADS_3

Hari ini, Liam dan Kalila merasa kelelahan. Sebab, ada acara pernikahan kakak dari Kalila, yaitu Jefri, dengan wanita shalihah bernama Fatimah. Kini, keduanya memutuskan untuk berbaring di ranjang, ruang santai lantai 2 . Mereka, masih belum membersihkan tubuhnya, tapi harus berbaring dulu, agar lelah yang dirasakan sedikit berkurang.


" Alhamdulillah, Kak Jefri sudah menikah. Aku, bahagia sekali Mas !"


" Alhamdulillah, semoga saja sakinah mawadah warahmah ya sayang!"


" Aamiin, Ya Robbal'alamiin!"


Kalila, tidak lama kemudian, dia tertidur. Membuat Liam, merasa kasihan. Sehingga, Liam membiarkannya, pria itu menyelimuti tubuh sang istri. Dia, memanggil maid untuk memintanya menyiapkan air hangat di kamar atas. Sebab, dia akan membawa sang istri ke kamar atas. Begitu selesai memberi perintah, Liam kini kembali di samping sang istri. Tidak berselang lama, Maid tersebut mengetuk pintu Liam, segera membuka pintu dan melihat maid nya.


" Sudah siap Den !"


" Terimakasih Bi, kalau begitu istirahatlah ini sudah larut !"


" Terimakasih Den! "


" Sama-sama Bi !"


Lalu, maid tersebut membungkuk hormat, Liam juga melakukan hal yang sama . Tidak lama setelahnya, Liam segera mengangkat tubuh sang istri, dan membawanya ke kamar mereka di lantai 4 menggunakan lift, begitu sampai Liam, kini langsung memasuki kamarnya. Kebetulan, tadi dia meminta pada maidnya agar membukakan pintu terlebih dahulu.


Liam, dengan perlahan membaringkan tubuh sang istri. Kemudian, dia menutup pintu kamarnya, dan menguncinya. Tidak lama kemudian, dia kembali pada sang istri, membantu melucuti pakaiannya. Setelah itu, dia membantu mengelap tubuhnya dengan air hangat. Begitu selesai, dia memakaikan pakaian tidur untuk Kalila. Tidak lupa, dia membantu menghapus riasan yang digunakan istrinya. Liam, dengan sabar dan telaten mengurus istrinya.


" Alhamdulillah selesai juga!"


Karena istrinya tersebut tidak sempat bersuci karena kelelahan, Liam membacakan surat pendek 3 Qul sebanyak 3 kali masing-masing surah dan ayat kursi. Kemudian, dia tiupkan pada telapak tangannya, dan mengusapkannya pada tubuh sang istri. Tidak lupa dia meniup ubun-ubun istrinya tersebut supaya tidak diganggu oleh syetan yang terkutuk.


" Saking lelahnya, dia sampai tidak merasakan apa-apa. Ya Allah, lindungilah istri dan anak-anakku ! "


Liam, mengecup kening Kalila, setelah itu dia segera membersihkan tubuhnya menggunakan air hangat. Begitu selesai, dia segera mengeringkan tubuhnya, dan memakai bathrobe. Ketika dia mengeringkan rambutnya, dengan handuk, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia yang memang tidak sengaja membawa ponsel, ke dalam kamar mandi, akhirnya disimpan di samping wastafel. Dia, berjalan menuju wastafel dan mengambil ponselnya, kemudian mengangkat panggilan tersebut.


" Halo, selamat malam iya saya sendiri!"


Kemudian, orang di sebrang sana memberitahu Liam. Jika, yang membunuh Rafael adalah ayahnya sendiri, yaitu Efendy. Liam, mengepalkan tangannya, dia benar-benar tidak habis pikir. Jadi, agar hubungan gelapnya bersama Arabella, agar tidak diketahui oleh dirinya, dia dengan sengaja membunuh orang suruhannya. Yang menghubunginya tidak lain adalah Robert, pria yang sama dengan orang suruhan Hilman. Dimana, dia adalah detektif terkenal, jadi berhubung klien mereka memintanya untuk menyelidiki Arabella, dan Efendy maka, dia menyelidiki keduanya.


Robert, tahu mengenai perselingkuhan antara mantan istri Liam, dan ayahnya. Ketika, dia menyamar menjadi asisten Efendy. Dia baru tahu jika Farel meninggal, sebab bawahannya yang dia minta untuk bergabung dengan pasukan bertopeng buatan Efendy baru memberitahunya sekarang. Sehingga, dia meminta maaf pada Liam, sebab sudah terlambat memberitahukan pria itu, mengenai kebusukan Efendy.

__ADS_1


" Baiklah Robert, tidak apa-apa. Sekarang tugasmu adalah, menemukan keberadaan ayahku. Jika sudah ketemu, kabari aku terima kasih!"


Liam, segera menutup ponselnya. Pria itu, memijat pelipisnya.


" Benar-benar biadab, ayah tidak tahu diri. Lihat saja nanti, kau akan berakhir seperti ayah dari kekasihmu itu. Memang ya, pelacur dan juga Bajingan pantas bersama. Sudah diperingatkan tidak boleh menikah, mereka justru kabur. Dan Arabella, saat ini sedang hamil anak ayahku. Naudzubillah Min Dzalik, wanita itu sungguh tidak punya harga diri. Beruntungnya aku, bisa lepas dari wanita sundal tersebut. Dan, Allah Ta'ala justru menggantikan dia dengan wanita yang sangat cantik dan baik hati, meskipun usia kami, berbeda jauh hampir 15 tahunan !" batin Liam.


Suara pintu kamar mandi terdengar, ada yang mengetuk pintu tersebut.


" Mas !"


Mendengar suara sang istri, Liam begitu semangat, kemudian dia membukakan pintu kamar mandi dan benar saja, itu memang istrinya bukan halusinasi. Liam, memeluk tubuh sang istri, membuat Kalila mengerutkan keningnya.


" Mas kenapa ?"


Liam menggeleng


" Tidak sayang, Mas hanya bahagia saja !" ujar Liam sembari melepaskan pelukannya.


" Aneh sekali, ya sudah aku mau wudhu dulu ya. Ah iya, terimakasih sudah membantuku mengganti pakaian!"


" Iya Mas, tenang saja!"


Kalila berjinjit, dan mencium bibir Suaminya, membuat Liam semakin bahagia melihat istrinya tersebut. Tapi sayangnya, hingga saat ini, Liam masih belum bisa mengatakan cinta pada sang istri. Sebab, dia ragu dengan perasaannya sendiri.


" Tumbenan Mas enggak mesum, biasanya sampai di ****-**** bibir aku !"


" Kan kamu mau wudhu, nanti Mas khilaf lagi. Soalnya, kemarin Mas udah nengokin anak kita. Jadi, sekarang Mas libur dulu hehe!"


" Alhamdulillah, Mas sudah sadar !"


Liam tersenyum manis


" Iya, Alhamdulillah !"


Setelah sang istri berwudhu, Liam menyusul istrinya dan setelah, mereka tidur .

__ADS_1


Sementara itu, Efendy dan Arabella saat ini sudah sah menjadi suami-istri. Keduanya, baru saja menikah, secara siri. Mereka , kembali ke rumah sederhana milik mereka.


" Papa, nanti kita USG ya aku ingin tahu jenis kelamin anak kita!"


" Masih lama sayang, sekitar 2 atau 3 bulannan lagi !"


Arabella, bergelayut manja


" Iya aku takutnya Papa lupa !"


" Tidak akan sayang, kamu adalah belahan jiwaku. Tidak mungkin aku melupakan tentang, kebutuhan anak kita!"


" Terimakasih, ya Pa !"


" Sama-sama!"


Efendy, dan Arabella memasak bersama untuk makan malam mereka .


" Hidup sederhana ternyata lebih bahagia ya Pa ?"


" Kamu benar sayang, tapi kita tidak akan selamanya tinggal di sini. Lusa, kita akan pergi ke luar negeri. Sebab, Papa sudah membeli rumah sederhana di sana!"


" Loh memangnya kenapa ?"


" Kamu tahu, dulu saat mantan suami kamu alias Liam dia sudah mencurigai hubungan kita. Ya walaupun pada akhirnya, kita ketahuan juga oleh mantan istriku. Tapi, pada saat orang suruhan Liam sudah memiliki bukti kuat tentang perselingkuhan kita. Maka, aku dengan segera melenyapkan pria itu. Kau ingat bukan, saat aku pulang dengan noda darah pada pakaianku. Tapi, aku masih tidak jujur padamu !"


" Lalu, apa yang akan papa lakukan ?"


" Kita akan segera pindah ke negara Amerika Serikat!"


" Apa? Jadi papa sudah pernah membunuh orang? Ya Tuhan, apakah kita akan aman!"


" Kita pasti aman sayang, Biaya kita juga sudah memadai. Papa, sudah menyiapkan semuanya!"


" Jadi begitu? Dia sudah membunuh orang suruhannya Mas Liam. Tapi, ujung-ujungnya aku dan Mas Liam harus cerai juga !" batin Arabella.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2