Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 22


__ADS_3

Liam, bangun dari tidurnya dia meraba samping ranjangnya. Kalila, sudah tidak ada lagi disampingnya. Membuat pria itu segera terbangun, dan mencari istri mudanya tersebut. Dia, berteriak memanggil nama sang istri. Sudah ke setiap sudut ruangan, dia tidak menemui istrinya. Tapi, dia mencoba untuk menenangkan diri, dan melaksanakan kewajibannya sebagai muslim. Dia menangis saat berdoa pada Tuhan, entah apa yang dia tangisi. Yang jelas, dia benar-benar ketakutan setengah mati, jika istri mudanya itu kabur darinya. Sampai, pada akhirnya, dia mendengar suara pintu apartemen terbuka. Dengan segera, Liam turun ke bawah, dan melihat siapa yang telah masuk ke dalam apartemen miliknya dan Kalila. Ternyata, yang masuk tidak lain, adalah Kalila istrinya sendiri.Liam bergegas turun, dan memeluk tubuh sang istri. Seluruh tubuhnya bergetar, dia benar-benar ketakutan akan kehilangan sang istri.


" Kamu membuatku takut Kalila, aku panik mendapati ranjang tidak ada dirimu! "


" Maaf Mas, aku belanja sayuran kok di depan. Soalnya, Mas terlihat begitu kelelahan, sehingga aku tidak mau mengganggu Mas !"


Dengan santainya, Kalila meninggalkan suaminya yang masih gemetar. Dia, segera menyusun rapi sayuran,yang baru saja dibelinya. Juga, dia dengan segera mencuci sayuran yang hendak akan dimasaknya. Liam hanya bisa menghela napasnya, Istri mudanya itu benar-benar tidak bisa ditebak sama sekali. Seharusnya, dia menenangkan dirinya yang tengah gemetaran ini justru meninggalkan suaminya begitu saja.


" Mas, bantuin aku dong. Tolong, potongin semangka ya !"


" Baiklah! "


" Istriku ini memang tidak peka ya, sudahlah sebaiknya aku menuruti keinginannya saja !" batin Liam.


Liam, dengan segera mencuci, kemudian memotong beberapa bagian buah semangka tersebut.


" Kalau sudah , nanti kita makan dulu Mas. Tinggal bikin telor dadar, sama sayur Sop aja buat sarapan! "


Liam, terheran mendengar perkataan sang istri.


" Sarapan pake nasi putih sama sayur Sop? Yang benar saja Sayang?"


" Sesekali, makan pagi. Di kampung Kalila, sudah terbiasa sarapan nasi !"


" Baiklah, Mas akan menuruti apapun yang kamu inginkan!"


" Begitu dong, Mas minta tolong lagi. Wortelnya dipotong-potong, bisa enggak? "


" Oh itu, baiklah. Seperti inikah? "


Liam, menunjukkan, kemampuannya memotong wortel, pada sang istri.


" Sudah jadi sayang ! "


" Alhamdulillah, kalau begitu Mas istirahatlah. Kalila, akan memasak untuk Mas ! "


" Tidak usah sayang, Mas akan membantumu. Ibu Hamil, tidak boleh kelelahan, kasihan anak kita! "


Kalila, tersipu saat mendengar perkataan sang suami.


" Terimakasih Mas! "


" Sama-sama sayang, ayo masak ! ".


Walaupun Liam, tidak bisa memasak dia tetap menanyakan pada sang istri supaya bisa membantunya. Mulai dari memasukan bumbu, dan juga menyicipinya.

__ADS_1


" Emh, ini enak sayang ! "


" Ya sudah, kita hidangkan dan Mas boleh makan pagi duluan ! "


Liam, menggeleng


" Tidak sayang, kita masak bersama. Mengapa harus, makan secara terpisah? "


" Tapi kan, Mas harus bekerja! "


" Kalila! " ujar Liam dengan nada tinggi.


Mendengar Suaminya, memanggil namanya. Kalila, segera meminta maaf dan mengikuti keinginan Suaminya.


" Mas kalau sudah marah serem, Kalila jadi takut! "


" Makanya, menurutlah. Jangan membuat Mas, kesal paham ? "


Kalila, mengangguk paham.


" Ya sudah, kita cuci tangan dan segera makan. Setelah makan, Kalila akan mengikuti apa yang mas inginkan! "


Setelah menghidangkan makanan, Liam segera duduk. Sementara itu, Kalila menyiapkan lauk-pauk untuk sang suami.


" Segini cukup? "


" Terimakasih, Sayang! "


" Sama-sama Mas ! "


" Baca doa dulu, nanti kita makan ! "


Kalila, mengangguk sembari mengulas senyumnya.


Sementara itu, Kurnia pagi-pagi sekali ingin ke butik. Dia, berpamitan pada suami dan menantunya tersebut. Kesempatan itu, digunakan oleh Arabella, dan Efendy.


" Mumpung masih sepi, ayo kita bersenang-senang Papa ! " ujar Arabella.


Dengan gayanya yang nakal, wanita itu duduk dipangkuan ayah mertuanya. Kemudian, dia menggoda pria paruh baya tersebut. Dengan senang hati, Efendy membalas setiap sentuhan yang wanitanya beri. Keduanya pun larut, dalam suasana panas di pagi hari tersebut. Sampailah, kini mereka sudah membersihkan tubuh masing-masing. Karena, sebentar lagi para maid dan pegawai akan datang ke rumah. Dengan segera, Arabella mengeringkan rambutnya dengan hair dryer . Begitu juga, dengan ayah mertuanya, kini Arabella keluar dari kamar ayah mertuanya dengan mengenakan pakaian yang sopan.


" Ara? "


Betapa terkejutnya dia, saat mendapati Ibu mertuanya berada di hadapannya.


" M...Mama ? "

__ADS_1


" Kamu habis membangunkan Papa ya? Aih dasar, lelaki tua itu memang tidak bisa bangun cepat! "


" Astaga, untung saja ibu mertuaku ini bodoh . Sehingga, dia tidak akan berpikir jauh ke arah sana. Dimana, aku dan Papa sudah mengkhianatinya! " batin Arabella.


" Iya benar Ma, Ara baru saja membangunkan Papa hehehe! "


Arabella, bersandiwara dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal tersebut.


" Oh iya, makasih ya Ra. Dia memang tidak bisa diandalkan, kalau begitu. Mama masuk dulu ya ! "


" Iya Ma, Ara juga permisi dulu ! "


Arabella, segera menuruni tangga sementara itu Kurnia masuk ke dalam kamar. Suaminya, baru saja mandi, dan sudah berganti pakaian.


" Mas! " panggilnya.


" Aih, kau mengagetkan aku Sayang. Apakah ada barang yang tertinggal, sehingga kau pulang lagi? "


" Iya, tadi aku lupa membawa dokumen! "


" Aih, mengapa tidak menghubungi aku. Kan, aku bisa mengantarkan dokumen tersebut! "


" Tidak usah, aku bisa sendiri kok. Oh iya, tadi Ara membangunkan kamu kan Mas? Dasar lelaki tidak tahu aturan, kau ini sudah tua sebaiknya olahraga pagi. Untung saja, menantu kita, baik ya. Jadi, dia mau membangunkan kamu ! "


" Aku memang olahraga pagi, dengan Arabella. Maaf Kurnia, jika kau tahu kenyataan hubungan aku dan menantu kita. Kau, pasti akan kecewa. Tapi, maaf, aku sudah memutuskan untuk bersama dengannya. Sebab, dia akan melahirkan anak-anak yang lucu-lucu untukku! " batin Efendy.


" Mas, kalau begitu aku pamit dulu ya. Dokumennya, sudah ketemu ! "


" Baik, sampai jumpa sayang ! "


Efendy, mencium kening dan bibir sang istri. Kemudian, Kurnia segera berpamitan dan pergi meninggalkan dirinya.


...****************...


Arabella, menyantap sarapannya. Dia, memakan roti, dan selai strawberry . Hanya itu yang bisa dia buat, karena dia terlalu sibuk . Sehingga, dia tidak bisa memasak, bahkan dia tidak lebih pintar daripada Liam. Suaminya itu, bisa memasak beberapa makanan. Sementara itu, dia tidak bisa dan tidak ada keinginan untuk memasak sama sekali.


" Ara, Mama pamit dulu ya ! "


Arabella, menoleh dan segera bangkit guna untuk mencium punggung tangan sang ibu mertua.


" Mama, hati-hati di jalan ya ! "


" Iya sayang, terimakasih ya! "


Setelah itu, ibu mertuanya tersebut, mencium pipi kanan dan kiri Arabella.

__ADS_1


" Rasanya, ada yang janggal dengan suami dan menantuku. Mengapa mereka, terlihat tidak bahagia ketika melihatku, dan seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Astaga, apa yang aku pikirkan? Keduanya, adalah orang yang aku sayangi . Ya Allah, singkirkanlah pikiran buruk ini dalam otakku! " batin Kurnia.


Bersambung


__ADS_2