Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 25


__ADS_3

"Nama, dan tempat hanyalah karangan semata!"


...****************...


Cafe Shining Star, Menteng Jakarta Pusat.


" Ada apa, tumben sekali kau ingin bertemu denganku. Bukankah, kau selalu menganggap aku musuh ya ?"


Liam, menyeruput kopinya, kemudian dia menatap wajah sahabatnya tersebut. Begitu dahaganya telah terisi, dia segera berbicara.


" Aku sudah tahu, mengenai hubungan terlarang antara kau dan istriku sejak dia menjadi model 2 tahun yang lalu! "


Hilman, tersedak saat dia sedang meminum jus strawberry yang dipesannya.


" Kau tahu ? Sejak kapan Liam ?"


" Dengarkan baik-baik, 2 tahun yang lalu Hilman. Sudah sangat jelas aku katakan padamu, bodoh !"


" Ah itu, Liam maafkan aku. Jujur, aku sangat mencintai Arabella. Sehingga, aku tidak bisa melepaskan dia begitu saja. Meskipun dia sudah menjadi istrimu, tapi aku tidak bisa melupakannya!"


" Sebaiknya, kau lupakan dia. Wanita sundal itu, tidak mencintaimu!"


Hilman, menggeleng


" Dia sangat mencintai aku Liam, jangan mengada-ada cerita!"


" Bodoh, sudah aku katakan, dia tidak mencintaimu. Dia, hanya menjadikanmu sebagai alat, untuknya menjadi model internasional. Sebaiknya, cari wanita yang tulus, dan baik jadikanlah dia istrimu sahabatku !"


" Kau berbicara seperti ini, karena kau cemburu bukan? Liam kau sudah kalah, saudaraku!"


" Aih, kau ini susah sekali diberitahu. Dia itu wanita biadab, lihat ini jika kau tidak percaya !"


Hilman, melihat video yang Liam putar. Di sana ada Arabella, yang sedang bercinta dengan mertuanya sendiri alias ayah Liam. Wanita itu, tampak begitu nakal dan semangat berada di atas tubuh pria paruh baya itu. Membuat Hilman, mual seketika saat mendengar suara kenikmatan yang di gaungkan oleh sang kekasih gelapnya tersebut.


" Sial, ini sangat menjijikkan. Rasanya, aku ingin muntah!"


" Lihatlah, betapa liarnya dia bersama Papaku. Memang, dasarnya dia wanita sundal, maka dia tidak akan puas hanya dengan seorang pria saja. Aku bersyukur, selama 1 tahun ini, dia selalu menolakku berhubungan intim. Tuhan itu maha baik, aku yang tidak diberi jatah oleh Arabella, kini justru mendapatkan seorang gadis yang cantik, dan juga masih suci. Dan, Alhamdulillah sekarang dia tengah mengandung benihku!"


" Tapi aku bukan pria seperti kau, sebaiknya kau selesaikan dulu urusanmu dengan Arabella. Mengapa buru-buru sekali, mencari gadis dan menjadikannya sebagai istrimu Liam !"


" Hei, itu kecelakaan aku dirampok disebuah desa yang sangat terpencil. Disana masih belum ada listrik, sehingga gelap. Aku, berniat untuk berteduh di sana, sebab hujan turun. Sialnya, Kalila juga berteduh di sana singkat cerita dia hendak memberikanku jaketnya sebab, aku tidak mengenakan pakaian atas karena para perampok itu melucuti pakaianku. Yang tersisa, hanyalah celana saja. Alhasil,karena sebuah kesalahpahaman, kami dinikahkan. Tapi, sekarang justru itu menjadi sebuah berkah untukku, ya walaupun aku belum bisa mencintai dia !"

__ADS_1


" Aih, kisahmu persis seperti di novel-novel romance. Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan kejadian ini !"


" Aku sudah memutuskan, untuk menceraikan dia. Secinta apapun, aku padanya, aku akan menceraikan pezina itu!"


" Aku tidak akan memutuskan hubunganku dengannya. Tapi, aku akan mengumpulkan banyak bukti terlebih dahulu. Supaya, aku bisa mempermalukan dia!"


" Jangan gila, perselingkuhan ini berhubungan dengan Papaku !"


" Aku tahu, hanya saja aku ingin memberitahu Mrs. Elena supaya beliau tahu, wanita yang selalu dibanggakan olehnya adalah seorang pezina hebat !"


Liam, mengangguk kemudian dia menatap jam tangan rolex miliknya.


" Oke, dengan begini kita kembali baikan ya. Hubungan kita retak, hanya karena wanita itu, padahal kau sudah aku anggap sebagai saudara sendiri!"


" Maafkan aku Liam, aku salah !"


" It's oke, kita akan baik-baik saja mulai hari ini! "


" Thanks, brother !"


Liam, mengangguk menjawab pertanyaan sahabatnya.


" Sepertinya, aku harus kembali bekerja. Jadi, pertemuan kita hanya sampai disini!"


Kedua sahabat itu saling berpelukan, kemudian Liam berpamitan dan meninggalkan Hilman seorang diri. Saat dia sedang berjalan, Hilman tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita cantik dia mengenakan jilbab.


" Maaf Mas, saya terburu-buru!"


" I...ya, tidak apa-apa!"


" Terimakasih, Assalamualaikum!"


" Wa'alaikumusallam!"


Dengan tergesa, wanita cantik itu berlari menuju pintu keluar. Dia, seperti sedang menghubungi seseorang. Entah mengapa, rasa penasaran itupun muncul begitu saja dibenaknya. Sehingga, Hilman berlari mengikuti gadis tersebut. Hingga di sebuah jalanan sepi, gadis itu berdiri sembari menunggu seseorang. Lalu, tidak berselang lama seorang pria menuruni mobil mewahnya.


" Kita putus, aku sudah berjilbab. Aku malu dengan jilbab yang aku kenakan ini. Dan kamu juga tidak ada kepastian, mau menikahi aku kapan. Jadi, kita sudah selesai dan hubungan ini tidak bisa dipertahankan lagi !"


Kamu sabar dulu kenapa, aku sedang mencari uang yang banyak untuk kita berdua!


Gadis itu menggeleng, Hilman masih mendengarkan percakapan mereka dari kejauhan.

__ADS_1


" Kamu pikir aku bodoh, sebenarnya kamu ini sudah bertunangan bukan? Lihatlah, di Instagram wanita itu, sudah ada tertera namamu dan keluargamu. Tolong, jangan permainkan aku!"


Pria jangkung itu, menatap nanar wajah kekasihnya. Dia, benar-benar kehabisan kata dan hanya bisa diam tidak ada niatan untuk menjawab kekasihnya.


" Iya kan, kamu diam saja. Benarkan, kita putus ya. Aku juga sudah punya tunangan kok, jangan khawatir. Kemarin malam, kami sudah bertukar cincin. Hanya saja, aku tidak memakai cincinnya!" gadis itu mengulas senyumnya.


" Oh jadi gadis itu berbohong, agar kekasihnya bisa memutuskan hubungan dengannya . Lucunya!" batin Hilman.


" Baiklah, aku akan berusaha untuk melupakan kamu. Dan, hubungan kita selesai sampai di sini. Tapi, sebelum itu aku ingin menciummu, untuk terakhir kalinya!"


" Tidak, aku sudah tobat. Tolong, jangan ajak aku berzina!"


" Sok suci, ikutlah denganku!"


Pria itu, menggendong tubuh wanita cantik berjilbab tersebut. Hilman, segera keluar dari persembunyiannya. Pria itu, mencegahnya untuk membawa wanita muda itu memasuki mobil.


" Siapa kau, bajingan ?"


" Turunkan dia, dia calon istriku. Brengsek!"


Hilman, memukuli pria tampan bertubuh jangkung tersebut. Sementara itu, pria itu mengaku kalah, dan meminta dilepaskan.


" Baik, aku kalah. Tolong, maafkan aku. Hanya saja, aku tidak tahu jika calon suaminya adalah klien papaku. Maaf Tuan, saya salah !"


" Tunggu, siapa Papamu?"


" Robert Adinata, seorang mata-mata yang anda tugaskan. Maaf Tuan, saya sudah lancang pada calon istri anda !"


Pria jangkung itu, membungkuk hormat. Kemudian, memasuki mobilnya, dan segera pergi dari tempat itu. Sementara itu, gadis cantik tersebut jatuh terduduk di jalanan sepi tersebut, dia merasa sangat ketakutan. Hilman, tanpa sadar memeluk tubuh gadis itu, dan menenangkannya.


" Itu dia pezina !"


" Iya, mereka sudah melakukan zina. Ayo bawa mereka ke masjid untuk dinikahkan!"


Hilman, dan juga gadis itu saling pandang. Sementara di tempat lain, pasangan muda-mudi yang barusan berzina, tertawa terbahak-bahak. Mereka, akhirnya berhasil kabur, kebetulan pakaian yang dikenakan oleh Hilman, dan wanita itu hampir sama dengan pasangan zina sesungguhnya.


" Tidak Pak, Bu. Kamu bukan pezina!"


" Halah, mana ada maling ngaku. Ayo Semuanya, segera bawa ke Pak RT!"


" Ya Allah, apa ini ?" batin Hilman.

__ADS_1


" Mengapa jadi begini sih ?" batin wanita berjilbab tersebut.


Bersambung...


__ADS_2