Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 38


__ADS_3

Setelah menerima uang dari pembeli rumahnya. Efendy, membeli sebuah rumah sederhana, di sebuah desa yang sangat terpencil. Tepatnya, di desa Kortoembo Jawa Timur, desa yang pernah dihuni oleh Subroto dan istrinya. Disini Efendi dan Arabella aman, sebab tidak ada yang mengenali mereka. Dan, dia tahu tentang desa ini dari orang suruhannya yang menyelidiki Subroto dulu. Tapi kini, dia akan hidup dengan baik, dan tidak lagi memakai uang untuk hal-hal yang tidak berguna. Dia, sudah ikhlas menerima semuanya, yang dia butuhkan hanyalah Arabella, dan Arabella bukan yang lain. Masa bodoh, dengan pendapat orang, yang penting dia bisa menikahi wanita muda impian semua orang.


" Papa!" panggil Arabella dengan nada manjanya.


" Iya sayang, kemarilah !"


Arabella, bergelayut manja, dia duduk diatas pangkuan sang kekasih.


" Kapan kau akan menikahi aku ?"


" Hari ini, kita menikah secara siri dulu. Nanti, kita akan menikah secara Hukum oke !"


" Ah syukurlah, terimakasih Papa !"


" Sama-sama sayang!"


Efendy, mengecup hidung sang kekasih. Hubungan keduanya yang ditentang oleh berbagai pihak, bukannya membuat keduanya putus hubungan. Justru, semakin membuat cinta keduanya kian membara.


" Aku mencintaimu, Ara !"


" Aku juga Pa!"


" Kita masih belum bisa melakukan itu, anak kita masih kecil !"


" Iya, sabar oke !"


Efendy, mengangguk kemudian mengecup bibir tipis kekasihnya.


" Pa, capek banget nih. Istirahat dulu gak apa-apa ya !"


" Kalau begitu, ayo !"

__ADS_1


" Aku tidak peduli dengan ucapan orang lain, yang jelas dia akan menjadi istriku. Dan aku sangat mencintainya, tidak akan lagi ada penghalang dalam urusan cintaku!" batin Efendy.


Liam, dan Kalila saat ini sedang memeriksakan kondisi kandungan Kalila,. Dokter mengatakan, jika kandungan sang istri baik-baik saja, tidak ada masalah. Yang terpenting, Kalila tidak boleh stress dalam memikirkan sesuatu. Mendengar perkataan sang Dokter, Liam segera bertanya pada istrinya itu. Apa yang membuatnya stress, ternyata Kalila hanya takut Liam berselingkuh. Sebab, dia banyak mendengar cerita tentang orang yang ditinggalkan suaminya berselingkuh, di saat istrinya sedang hamil. Mendengar kegelisahan istrinya, Liam menjadi salah tingkah. Dia, baru tahu beginilah rasanya dicemburui. Sebab, saat bersama mantan istrinya, dia tidak pernah merasa cemburu dengan Liam. Yang ada justru sebaliknya, Liam yang selalu dibuat khawatir dan cemburu oleh Arabella.


" Sayang, itu tidak akan pernah terjadi. Sebab, Mas tidak ada hobi untuk selingkuh. Kalaupun Mas selingkuh, yaitu kamu orangnya. Selama menikah dengan Arabella, Mas tidak pernah mengkhianati dia, kecuali saat dia selingkuh. Mas, akhirnya membalasnya, dengan menikahi kamu !"


Kalila, mengerucutkan bibirnya, dia kemudian menghela napasnya.


" Iya deh, Kalila salah, maaf ya Mas!"


" Baiklah, kalau begitu kita pulang ya !"


Liam, menggenggam erat tangan sang istri. Sementara itu, Kalila hanya bisa pasrah. Sementara dokter kandungan tersebut, hanya bisa menggelengkan kepalanya, dalam hatinya berkata " Dasar anak muda, tidak lihat situasi apa mesra-mesraan didepan orang bagaimana sih ?"


Ketika sampai diparkiran, Kalila menghempaskan tangan sang suami. Matanya, mengembun siap untuk menumpahkan air matanya.


" Eh Kenapa? Mas salah ngomong ya, maaf sayang. Tolong jangan begini, Mas minta maaf oke !"


" Sayang, Mas minta maaf. Kita pulang ya, jangan marah disini malu loh banyak orang !"


" Buka pintunya, aku mau masuk !"


Liam, menghela napasnya. Istrinya itu memang sedang sensitif, sehingga dia harus mengalah.


" Baiklah, Mas buka ya. Ayo Masuk, kita pulang !"


" Aku mau pulang ke rumah Ayah dan Ibu!"


" Kalila, please udah dong Mas pusing jadinya !"


" Aku enggak peduli, aku mau Mas turuti kemauan aku. Kalau tidak, aku naik taksi aja mau ke rumah Ayah dan Ibu !"

__ADS_1


" Aih, baiklah!"


Liam, berpura-pura mengikuti keinginan sang istri. Setelah Kalila memasuki mobil, dia menyentuh beberapa titik leher istrinya, hingga Kalila jatuh pingsan. Ini adalah cara yang ampuh, supaya dia bisa berbicara baik-baik di rumah nanti. Ya benar sekali, Liam bisa melakukan akupuntur dia mengetahui teknik akupuntur ini, untuk membuat musuhnya pingsan. Dalam keadaan darurat,dan melarikan diri tanpa harus menghilangkan nyawa manusia. Selain akupuntur, Liam juga jago kungfu, sebab dia adalah pewaris di keluarga dan bisa saja nyawanya terancam. Sehingga, sedari kecil ayah dan ibunya menitipkan Liam pada salah satu lembaga Kung Fu di ibukota ini .


Jarak antara dokter kandungan, dan rumah Liam hanya 10 menit saja. Kini keduanya, sampai di mansion baru mereka . Mansion miliknya dan Arabella, berhasil di jual dan untungnya dibagi dua dengan sang mantan. Sebab, walaupun Arabella berselingkuh, Liam masih memiliki hati nurani untuk memberikannya uang, hasil penjualan rumah. Begitu maid membukakan pintu mobilnya, dia segera mengangkat tubuh istrinya. Karena kamarnya ada di lantai 4, Liam membaringkan tubuh istrinya, di kamar santai, di lantai 2 . Kemudian, membuka beberapa titik akupuntur yang tadi digunakannya. Kalila, perlahan membuka matanya, dia terkejut begitu mengetahui jika dirinya di bawa ke mansion bersama suaminya.


" Mas, kok pulang ke rumah sih ?"


" Sudahlah, jangan mulai lagi deh. Begini saja, lihat baik-baik Mas akan memberitahumu sesuatu!"


" Baiklah!"


Liam, merogoh saku celananya, kemudian dia menghubungi Joe dan meminta maaf kepada asisten pribadinya tersebut. Lalu, dia meminta kepada Johan sepupu sekaligus wakilnya untuk menggantikan posisinya selama beberapa Bulan. Dan disana Johan mengatakan siap untuk menggantikan posisinya sementara, tentunya harus ada bayaran lebih. Gajinya dinaikan 3 kali lipat, sehingga dia menyetujuinya. Kalila, tidak habis pikir, suaminya itu ingin menemaninya selama beberapa bulan kedepan, hingga nanti dia melahirkan. Liam, ingin membuktikan jikalau dia tidak akan membuat Kalila kecewa lagi terhadapnya. Liam, benar-benar tulus meminta maaf, sebab dia tidak ingin Kalila stress lagi dan merasa bersalah atas apa yang terjadi di masa lalu.


" Bagaimana, sekarang kamu paham kan ?"


Kalila, mengangguk dia sudah lelah berdebat dengan sang suami. Akhirnya, dia memutuskan untuk tidur siang saja,sebab ini sudah pukul 14.00 waktunya untuk tidur siang.


" Kamu mengantuk ? Baiklah, kita ke kamar bagaimana?"


" Aku tidur disini saja Mas, bolehkan ?"


" Ah iya boleh, kalau begitu Mas ke kamar dulu ya mengambil selimut kamu. Biasanya, AC nya dinyalakan, tapi ujung-ujungnya..." ucapan Liam terhenti sejenak ,dia menjeda katanya " Em, anu lupakan saja !"


" Iya aku mengerti, Mas pasti mau bilang ujung-ujungnya pake selimut juga kan. Lah, emang enggak boleh ya kalau dingin pake selimut?"


" Boleh sayang, sudah ya. Nanti, kita malah debat lagi, Mas capek nih. Enggak mau Mas kalau marahan sama kamu, rasanya seperti ada yang hilang!"


" Ih dasar, bisa aja Mas menggombal!"


Liam, akhirnya tersenyum lebar, melihat sang istri kini sudah bisa menampilkan senyuman manisnya. Liam, mengecup kening sang istri, dan pergi untuk mengambil selimut kesayangan sang istri di kamarnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2