
Arabella, mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Dia, menangis di sepanjang perjalanan. Kali ini, dia menuju rumahnya bersama ayah mertuanya. Begitu sampai, dan memarkirkan mobilnya. Dia, segera membuka pintu dan menaiki lift. Begitu sampai kamar, wanita itu segera merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia, menangis sejadi-jadinya, menangisi dirinya yang kini ditinggalkan oleh Hilman kekasih gelapnya tersebut. Minggu lalu, Liam yang membawa seorang wanita ke hadapannya. Kali ini Hilman, dia benar-benar sakit hati dikhianati oleh kedua pria tampan kesayangannya tersebut. Meskipun dia tidak mencintai Liam, tapi sungguh dia kesal saat melihat suaminya tersebut bersama wanita lain.
" Mengapa seperti ini sih ? Tidak bisakah, aku bahagia memiliki ketiganya? Aku benci ini !" katanya sembari memukuli bantal.
Serakah, itulah penyebab utama dari kekacauan hatinya hari ini. Jika saja dia setia pada Liam, bisa dipastikan hidupnya tidak akan berantakan seperti ini. Sebuah pesan singkat, datangnya dari ayah kandungnya. Dimana, saat ini Waluyo meminta bantuan padanya. Supaya, meminjamkannya uang, senilai 3 Milyar rupiah.
" Ayah gila, aku sedang kesusahan kau seenak jidatnya saja meminjam uang. Tiga Milyar kau pikir itu uang yang sedikit? Dasar bajingan!"
Arabella, mengumpat dia benar-benar merasa kesal, pada ayahnya. Sebab, baginya ayahnya adalah beban. Sejak kecil, dia tidak pernah dibuat bahagia oleh ayahnya. Bahkan, ayahnya tersebut tega membunuh kakaknya sendiri, karena ingin menguasai hartanya.
" Memang dasarnya, dia tidak bisa berbisnis. Padahal, harta om Sucipto begitu banyak. Dan, tidak akan ada habisnya, tapi di tangan ayah semuanya berantakan. Menyebalkan!"
Dengan tergesa-gesa, Arabella mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih sopan dibandingkan sebelumnya. Kemudian, wanita cantik dan seksi itu segera berlari menuju lift.
Sementara itu, di lain tempat, Subroto sedang bersiap untuk pergi ke rumahnya yang dulu. Alias, rumah yang saat ini ditempati oleh Waluyo, dan istrinya.
" Sudah saatnya kita muncul, karena Waluyo semakin menjadi. Dia, berjudi dan kini perusahaan mengalami kerugian atas tindakannya itu. Pria serakah sepertinya memang mustahil untuk berubah !"
" Baik Pak !"
Setelah memasang sabuk pengamannya, Dahlan segera menjalankan mesinnya.
" Kamu tahu, suami anakku siapa ? "
" Itu..."
" Jawab saja, aku tidak akan memarahi mu Dahlan!"
" Namanya, Liam Cemal Efendy. Putra tunggal, dari Efendy Sarifudin Annas!"
" Astaghfirullah'aladzim, jadi dia adalah istri muda Liam , begitu?"
" Kita putar balik, segera pergi ke rumah keluarga Efendy!"
" Tapi Pak..."
" Kau mulai membantah ya? Berani sekali!"
" Maaf Pak, saya tidak bermaksud demikian!"
" Sudahlah, segera putar balik!"
Dahlan, mengangguk sebagai jawaban. Bagaimanapun juga, Bosnya itu sudah sangat baik padanya. Sehingga, dia tidak boleh membantah omongan orang yang sudah menolongnya dari kesusahan tersebut. Setelah perjalanan selama kurang lebih, 5 menit. Akhirnya, Subroto, dan juga Dahlan sampai di kediaman keluarga Efendy.
" Maaf, apakah anda memiliki janji dengan Tuan atau Nyonya ?"
" Katakan pada Tuan dan Nyonyamu aku, Sucipto Emeraldi Hutama. Ingin bertemu, dengan Effendy Sarifudin Annas!"
__ADS_1
" Baik Tuan, saya akan sampaikan pada Nyonya . Sebab, saat ini Tuan sedang berada di kantor!"
" Bagaimana dengan Ibu Norma, aku ingin menemuinya ! "
Penjaga keamanan tersebut, mengiyakan ucapan dari Efendy. Tidak berselang lama, penjaga keamanan tersebut mempersilakan Subroto untuk masuk. Begitu masuk, disana sudah ada Kurnia istri dari Efendy.
" Assalamualaikum!"
" Wa'alaikumusallam, T...Tuan? Benarkah ini anda? Bukankah, 15 tahun lalu kau kecelakaan?"
" Memang benar, tapi sungguh aku masih hidup. Mungkin, kau pikir aku telah tiada bukan ?"
" Astaga, mengapa anda memfitnah saya? Jujur saja, saya sedih pada saat itu. Bukankah, kau pergi disaat anak-anak kita akan bertunangan bukan ? "
Subroto mengangguk
" Ah maaf, seharusnya saya mempersilakan anda untuk duduk terlebih dahulu. Karena, disini banyak pelayan, saya rasa ini aman !"
" Baiklah Kurnia, aku hanya ingin mengatakan yang sebenarnya. Anakku, bukanlah Arabella, anak itu hanyalah pengganti. Sebenarnya, anakku yang asli adalah istri muda anakmu . Dia adalah, Kalila !"
" Apa? Jadi, dia anak anda ?"
" Baiklah, sebaiknya saya akan menghubungi Liam terlebih dahulu!"
" Baik, terimakasih!"
" Ah sungguh, mereka sangat jauh berbeda. Pantas saja, saya merasa heran, mengapa Arabella tidak memiliki kemiripan dengan anda maupun Nyonya Norma. Ternyata, dia bukanlah anak kandung!"
" Terkadang, kita begitu lihai dalam berbohong, manusia memang seperti itu!"
" Memang, hal yang benar saja bisa dianggap salah. Apalagi hal yang salah, makin menjadi!"
" Anakmu dimana sekarang? Aku ingin menjenguk anakku sekalian !"
" Liam, saat ini ada di kantor pusat, dia ada meeting bersama klien. Mas Efendy juga, karena ini klien mereka dari China! "
" Baiklah, kapan-kapan aku akan mengunjungi kalian !"
" Baik, dengan senang hati, Tuan !"
Setelah itu, Subroto pergi meninggalkan besannya. Dia, meminta Dahlan untuk segera pergi menuju kediaman terdahulu alias rumah yang ditempati oleh Waluyo dan keluarganya.
Arabella, turun dari mobilnya, dengan langkah cepat dia segera menemui sang ayah.
" Ayah, ada apa sih. Mengapa kau meminjam uang padaku. Bukannya uang kita banyak ya? "
" Maafkan Ayah Nak, ayah kalah dalam bermain judi. Sehingga, ayah terpaksa harus meminjam uang padamu. Untuk, mengembalikan uang perusahaan!"
__ADS_1
" Astaga, ayah apa yang kau lakukan? Sungguh itu perbuatan yang sangat bodoh. Mengapa kau tidak pernah membuatku, sedikit lebih tenang. Memiliki ayah seperti mu, sungguh melelahkan!"
" Astaghfirullah, jadi uang yang ayah berikan pada kami adalah uang haram? Ayah apakah benar itu?"
" Diam Kau Jefri, sebaiknya sekolah yang benar. Supaya bisa merebut aset keluarga kita, yang saat ini ditahan oleh orang-orang tak bertanggung jawab!"
" Siapa yang kau maksud, dengan orang-orang tak bertanggung jawab ? "
Mendengar suara sang Kakak, yang sudah lama tidak didengarnya Waluyo menoleh ke belakang.
" K... Kakak?"
Subroto tersenyum miring,
" Kenapa ? Kau terkejut bukan ? Ya, memang kenyataannya begitu. Aku ini, kakakmu Subroto, lelaki bodoh yang mau saja dikibuli oleh adiknya sendiri!"
Sementara itu, Arabella mundur beberapa langkah dia hampir saja terjatuh jika adiknya, tidak mencegahnya.
" Kak, kamu tidak apa-apa kan?"
Arabella, menggeleng cepat
" Waluyo, Waluyo aku tidak ada selama 15 tahun saja. Kau begitu lihai dalam, menghabiskan uang perusahaan ya? Padahal anakmu, yang memakai namaku dia menikahi orang kaya. Sungguh, aku tidak habis pikir!"
Arabella, menundukkan wajahnya. Dia malu, pada diri sendiri. Sebab, saat itu dia begitu terobsesi dengan Liam, sehingga meminta ayahnya agar diberikan nama belakang Subroto. Sebab, Keluarga Liam adalah keluarga terhormat dan sebanding dengan keluarga Subroto. Sementara itu, ayahnya hanyalah seorang anak angkat dari kakeknya, Hutama Atmaja Sugihartono. Yang artinya, kakeknya juga, bukanlah kakek kandung. Dan, diapun tahu fakta sebenarnya, jika ayahnya hanyalah anak dari seorang pembantu rumah tangga dan supir pribadi keluarga Sugihartono.
" Hai Nak, kau sudah sangat dewasa ya? Bagaimana rasanya menjadi istri orang kaya? Enak bukan ?"
Arabella, hanya diam membisu. Sungguh, dia tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan dari ayah angkatnya tersebut.
" Kau semakin cantik saja ya, pantas saja ayah dan anak memperebutkan dirimu!"
Seketika matanya terbelalak, mendengar perkataan dari ayah angkatnya alias Subroto. Dia, mengigit bibirnya, menahan rasa canggungnya.
" Apa yang kau katakan Kak ?"
" Anakmu ini, dia berselingkuh dengan ayah mertuanya sendiri. Sungguh menjijikkan!"
" Apa ? " Wida ibu Arabella, terkejut mendengar perkataan Subroto.
." Astaghfirullah, kak apakah itu benar?"
" Ya Tuhan, kau benar-benar hina Ara!"
Waluyo, menampar pipi anaknya. Sedangkan, Arabella hanya bisa pasrah, sebab itulah kenyataannya.
Bersambung
__ADS_1