
Di sebuah desa terpencil bernama Kampung Kertoembo, Madiun Jawa Timur. Seorang pria paruh baya, sedang menanam jagung, untuk dia konsumsi sendiri. Pria itu, dengan sabar menanam bibitnya, kemudian dia beri pupuk dan diberi air. Hingga tidak terasa, adzan shalat dzuhur berkumandang. Pria itu, berhenti sejenak untuk mendengarkan adzan. Begitu selesai, dia melanjutkan pekerjaannya kembali. Selesai, menanam jagung, dia membersihkan diri,dan segera menunaikan ibadah shalat dzuhur. Di dapur, sang istri tengah memasak nasi, untuk mereka santap. Begitu dia selesai beribadah, di atas meja makan.
" Hari ini, kita dapat rejeki lebih. Alhamdulillah, kita bisa makan daging Yah ! "
" Iya Ibu, Alhamdulillah ya ! "
" Ayah, kapan kita berhenti menyamar seperti ini. Bukankah, anak kita sudah ditemukan? "
" Sabar, sebentar lagi Ibu. Baiklah, Ibu akan bersabar Ayah ! "
" Kita makan dulu !"
" Baik, Ayah !"
Keduanya, kemudian menyantap makan siang bersama.
Hari ini Liam, Kalila dan juga Joe bersama istrinya sedang berkunjung ke pabrik minuman. Dimana, kebetulan, ini adalah minuman hasil dari pabrik Liam, yang akan diperjualbelikan di China sana.Tentunya, berlabel halal juga agar dapat dikonsumsi oleh umat muslim yang berada di sana. Setelah memastikan produksi berjalan dengan baik dan lancar. Dan pada pukul 12.00 Bos Perusahaan ini, mengajak mereka makan siang bersama, dan juga sekalian membahas tentang bisnis. Mr. Lu Han dikenal sebagai orang yang baik, dan begitu paham dengan produk Indonesia. Sehingga, dia tertarik menjual produk temulawak khas Indonesia tersebut.
Seperti biasa, yang selalu menanggapi Mr. Lu Han hanyalah Liam. Karena, tidak ada lagi yang bisa berbahasa Mandarin selain dirinya. Tidak lupa, Mr. Lu Han memperkenalkan makanan khas China, seperti Mapo Taufu (Tahu dipotong-potong dadu yang dimasak dengan campuran daging), La Ji Ci, Chow Mien, Hainan Ji Fan, dan lain sebagainya. Serta beberapa minuman khas dari negeri tirai bambu tersebut. Setelah membicarakan tentang bisnisnya, sembari makan siang. Liam dan Mr. Lu Han berjalan-jalan sejenak ke tempat wisata di sana Beijing Botanical Garden untuk melihat bunga-bunga yang indah.
" Masyaallah, tempatnya indah sekali. Tapi, mengapa Mas Liam, terlihat tidak begitu antusias? " batin Kalila.
Wanita cantik berjilbab itu, menggenggam erat tangan sang suami. Membuat Liam, menatapnya, sembari menaikan sebelah alisnya. Tetapi, kemudian dia paham jika istrinya tersebut sedang berusaha untuk menenangkannya. Lalu, Liam dengan segera tersenyum manis melihat wajah Kalila, sembari mengusap lembut wajah cantik itu.
" Seandainya Arabella tidak selingkuh, mungkin di sampingku adalah dia. Bukan, Kalila ! " batin Liam.
Bali, Indonesia 12.00.
Ibu Liam, sedang memeriksa kondisi butik di Bali. Sekalian, dia datang berkunjung ke Villa anak dan menantunya tersebut. Laksmi, kepala pelayan menyambut kedatangannya dengan baik.
" Laksmi, bagaimana kabarmu em? Sudah 3 tahun ya kita tidak bertemu! "
Laksmi, mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
" Saya baik, Nyonya! "
" Syukurlah, ah iya apakah Liam dan juga Arabella pernah ke sini? "
" Tuan Muda, dia pernah kemari beberapa hari yang lalu hanya untuk sekedar menginap saja. Sementara itu, Nona Ara belum pernah kemari sama sekali! "
" Ah baiklah, terimakasih ya Laksmi! "
" Sama-sama Nyonya! "
" Tenang saja, aku menumpang hanya mampir saja. Nantinya, aku akan tinggal di villa ku, bersama suamiku! "
" Apakah Tuan juga ikut Nyonya? "
" Tidak, dia sedang mengelola perusahaan. Karena, Liam saat ini sedang ada perjalanan bisnis ke luar negeri! "
Laksmi, mengangguk.
" Ah iya Laksmi, bolehkah aku menumpang 1 hari saja di sini. Aku, sungguh lelah hari ini! "
" Baiklah, baiklah terimakasih ya! "
Laksmi mengangguk kembali, kemudian Kurnia, atau ibu kandung Liam meminta izin untuk menyantap makanannya. Laksmi mempersilakannya, kemudian wanita paruh baya itu segera berdiri di belakang Nyonya Besar nya.
Liam dan Kalila, baru saja pulang ke apartemen yang mereka. Liam, terlihat begitu kelelahan, Kalila sebagai istrinya merasa kasihan pada sang suami. Dia, dengan segera menghampiri suaminya, dan memijat punggung sang suami. Liam, terkejut ketika Kalila tiba-tiba memijatnya.
" Sayang, apa yang kamu lakukan? "
" Aku tahu, Mas pasti kelelahan. Jadi, aku memijat punggung Mas. Supaya, rasa lelahnya agak sedikit hilang ! "
Liam, menatap wajah sang istri yang berada di belakangnya.
" Mas, kamu jangan melihatku. Luruskan pandanganmu, supaya otot Mas tidak kaku lagi !"
__ADS_1
" Baiklah! "
Dengan telaten, Kalila, memijat bagian pundak, dan punggung sang suami. Tidak lupa, dia juga memijat tangan, juga kepala Liam. Supaya pria itu, sedikit lebih segar, dan tidak pusing lagi.
" Mas, sekalian kakinya juga ya ? "
" Baiklah, sayang terimakasih ya! "
Kalila, mengangguk
" Sudah selayaknya aku seperti itu, karena Mas begitu kelelahan. Aku, sebagai istri tidak boleh abai terhadap Mas ! "
Liam, menatap netra mata sang istri. Di dalamnya, wanita cantik berjilbab itu, benar-benar tulus dalam perkataannya. Sungguh, tidak ada kebohongan dalam mata bening istri Sholehah nya tersebut. Dia, merasakan ketulusan hati Kalila. Wanita cantik yang baru menjadi istrinya selama beberapa hari ini, begitu baik padanya. Bahkan, Kalila terang-terangan memberikan pengakuan cinta padanya.
" Kal, maafkan aku. Sungguh, Mas Liam tidak bisa memberikan cinta padamu. Karena, hanya ada Arabella di hati ini. Maaf juga, aku hanya ingin mempermainkanmu saja ! " batin Liam.
" Mas, kok melamun sih? Kalila tadi bilang mau mandi dulu, habis itu shalat isya. Nanti, Kalila langsung tidur saja. Tadi kan, kita sudah makan 1 jam yang lalu! "
" Iya, kamu benar. Mandi dulu gih, Mas mau menghubungi Joe dulu! "
" Iya Mas ! "
Kalila, berjalan menuju walk in closet mengambil pakaiannya. Kemudian, dia segera pergi ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya. Sedangkan, Liam dia menghubungi bawahannya di Indonesia. Karena, saat ini Liam sedang ingin membongkar, perselingkuhan Arabella, dengan sahabatnya. Ketika, dia mendapatkan bukti. Dia, akan membuat pilihan untuk Arabella. Istrinya tersebut, harus memilih antara dirinya atau kekasihnya. Jika, Arabella memilihnya maka, dia akan meminta Arabella menyetujui hubungannya dengan Kalila. Meskipun dia tidak mencintai Kalila, dia menginginkan hadirnya buah hati di hidupnya ini. Bagaimanapun juga, Liam sangat mendambakan menggendong bayi. Entah itu dari rahim istri pertamanya, atau istri ke-duanya.
" Mas, Kalila sudah mandi nih. Udah siapkan air hangat juga, untuk Mas mandi! "
Liam, terkejut ketika melihat Kalila yang sudah siap dengan mukenanya.
" Ah iya sayang, terimakasih ya! "
Kalila mengangguk, kemudian dia meminta izin untuk shalat Isya. Setelah itu, Liam segera bersiap untuk mandi.
" Usianya masih muda, tapi dia sudah mau menyiapkan ini dan itu untukku! " batin Liam.
__ADS_1
Dia, begitu terharu saat melihat sebuah bathrobe, dan juga piyama tidur yang sudah disiapkan oleh sang istri.
Bersambung