Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 30


__ADS_3

Hilman, menatap wajah sang istri, yang saat ini sedang tertidur pulas. Entah mengapa, pria itu tersenyum manis, dia tampan sadar mengusap lembut pipi istrinya tersebut.


" Ternyata, dia cantik juga!"


" Ya begitulah!"


Hilman, terjatuh dari ranjangnya dia terkejut ketika mendengar suara sang istri. Sementara itu, Karin tertawa terbahak-bahak.


" Bagaimana, aktingku bagus kan Abang?"


" Kamu ini, membuatku kaget saja, dasar gadis usil !"


" Dih, orang Abang yang mulai. Ya, aku sih oke-oke aja tuh !"


Hilman, menyesal telah memuji istrinya tersebut. Dia, segera bangkit dan pergi meninggalkan sang istri menuju kamar sebelah. Tapi, sebelum itu terjadi, Karin turun dari ranjang dan mengejar Suaminya. Wanita muda berjilbab tersebut, kemudian memeluk tubuh sang suami dari belakang.


" Abang, maaf Karin cuma ngajak becanda loh. Kok Abang marah sih, Karin minta maaf deh !"


Hilman, membelalakkan matanya. Dia, tidak pernah menduga sebelumnya, jika sang istri akan memeluk tubuhnya. Sebab, istrinya itu belum siap untuk melayaninya. Contohnya, kemarin malam saat menginap di rumah Paman dan Bibinya. Saat Hilman, tanpa sengaja memeluk tubuhnya saat tertidur. Karin, dengan brutalnya mendorong tubuhnya hingga tersungkur ke lantai. Ya walaupun, saat di supermarket, mereka beradu bibir. Akan tetapi, setelahnya wanita itu berpura-pura muntah.


Kini, wanita itu berinisiatif untuk memeluknya. Jadi, entah mengapa Hilman merasa sedikit trauma. Dia takut, istrinya tersebut sedang berakting layaknya seorang aktris.


" Abang, ini beneran enggak akting loh !"


Hilman membelalakkan matanya, bagaimana bisa Karin mengetahui isi hatinya.


" Abang, tidak akan tertipu lagi Karin !"


" Ayolah, Karin sungguh-sungguh. Jangan marah lagi, dong Abang!"


" Baiklah!"


Hilman, melepaskan pelukan sang istri, dia memutar tubuhnya. Sementara itu, Karin tersenyum sumringah. Ketika Karin menatap wajahnya, Hilman meneguk salivanya. Dia, memperhatikan bibir cantik istrinya tersebut. Sungguh, dia benar-benar merasa libidonya naik saat Karin, tersenyum padanya.


" Astaga, apa yang aku rasakan ini? Dia tidak seksi sama sekali, tapi Bibirnya begitu menggoda. Membuatku, ingin melahapnya saja. Tidak, berpikir jernih Hilman, dia belum siap . Kau harus menghargai, keputusan istrimu !" batin Hilman.


" Karin!" panggil Hilman.


Karin, menatap wajah sang suami, dia memperhatikan Suaminya.


" Iya, kenapa Abang ?"

__ADS_1


" Abang lapar, buatkan makanan gih !"


" Oke, tunggu sebentar ya. Istrimu, yang cantik dan masih muda ini akan membiarkanmu makanan!"


" Berlebihan sekali, ayo kita masak bersama!"


Karin, menatapnya heran


" Abang bisa masak ?"


" Tentu saja, Abang dulu selalu...!" Hilman menghentikan perkataan, dia takut Karin akan kecewa.


" Hey,kok tidak melanjutkan perkataan sih? Ah aku tahu, pasti Abang sering memasak untuk Nona cantik tadi pagi kan ?"


Hilman, mengangguk kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal tersebut.


" Lupakan saja, kita masak ya. Mulai sekarang, Abang akan berusaha untuk melupakan dia, dan mencintai kamu !"


" Ah, so sweet terimakasih ya Abang. Karin juga, akan melakukan hal yang sama dengan Abang !"


" Kalau begitu, hari ini kita akan menentukan panggilan masing-masing. Enaknya apa ya ?"


" Papa, Mama saja bagaimana Bang ?"


" Bagaimana bisa aku keberatan? Sementara itu, aku adalah istri Abang. Dan, yang pasti jika Allah Ta'ala berkehendak memberikan amanah untuk kita. Cepat atau lambat aku, akan mengandung dan melahirkan anak Abang!"


" Ya Allah, sudah berapa lama aku tidak bersujud padaMu? Sungguh, aku merasa hina, mendengar kata demi kata yang terlontar dari mulut istriku. Terimakasih Ya Allah, engkau telah mempertemukan Hamba dengan wanita yang baik sepertinya!" batin Hilman.


" Baiklah Mama, sekarang kita masak Yuk !"


Karin, mengangguk sebagai jawaban.


Kurnia, memberitahu anaknya jika sebenarnya Kalila adalah anak kandung dari Subroto Emeraldi Hutama. Liam, begitu terkejut mendengar perkataan sang Ibu. Jadi, selama ini Arabella sudah menipunya. Kala itu, wanita cantik dan seksi tersebut gencar sekali mengejarnya hingga membuat dia jatuh cinta . Dan, tidak hanya dirinya yang jatuh cinta pada istri pertamanya tersebut, melainkan sahabatnya pun sama. Akan tetapi, Arabella lebih memilih bersamanya.


Suatu hari Liam yang sudah mantap dengan pilihannya tersebut, bermaksud untuk melamarnya. Lalu, dengan semangatnya Arabella, memberitahu dirinya jika dia adalah anak dari Subroto Emeraldi Hutama. Bisa dipastikan keluarga Subroto ini orang kaya raya di negeri ini. Tetapi, beberapa tahun kemudian keadaannya justru terbalik. Keluarga Liam, meminjamkan uang senilai 20 milyar, pada keluarga Subroto. Hingga pada akhirnya Liam meminta Efendy untuk menjadikan Arabella pendamping hidupnya. Dengan begitu, hutang keluarga Subroto lunas.


" Kamu tahu, Waluyo adalah ayah kandung dari istrimu. Dia, bukanlah pamannya, sementara itu ayah kandung Kalila adalah pemilik perusahaan Hutama Grup. Mengenai hutang 20 milyar itu, sebab Waluyo benar-benar bodoh, dan tidak mengerti menjalankan perusahaan. Sehingga, dia selalu gagal dalam usahanya!"


Liam, benar-benar tidak habis pikir. Tenyata, ayah dan anak sama saja tukang tipu.


" Tuan Subroto bilang, ingin bertemu dengan kalian. Sekarang, beliau sedang berada di Kediaman keluarga Arabella. Jadi, sebaiknya kita segera pergi ke sana. Supaya, masalah ini cepat selesai!"

__ADS_1


" Baik Ma, sayang ayo kita temui kedua orang tua kandung mu!"


" Baik Mas !"


Liam, Kurnia, dan Kalila segera pergi ke menuju parkiran. Mereka, segera pergi meninggalkan tempat parkir perusahaan dengan kecepatan sedang.


" Sayang, Mas tanya kamu di adopsi oleh Ibu bapakmu di kampung saat usia berapa tahun?"


" Aku, masih kecil jadi tidak ingat. Aku kira, apa yang dikatakan orang-orang kampung itu kebenaran. Ternyata, aku adalah anak orang kaya. Aku , bukanlah anak haram !" ujar Kalila berkaca-kaca.


" Jika kamu ingin menangis, maka menangislah sayang. Tenangkan hati dan pikiranmu !"


" Terimakasih Mas, berkatmu aku jadi lebih tenang!"


Liam mengangguk, dia mengusap lembut puncak kepala sang istri yang dibalut dengan jilbabnya tersebut.


" Kita sudah sampai, ayo turun !"


Kalila, mengangguk saat sang suami memberikannya instruksi. Kurnia yang sudah turun dari mobilnya terlebih dahulu, dia kemudian membantu menantunya untuk membuka pintu mobil.


" Ya Allah Mama, terimakasih ya!"


" Sama-sama sayang. Mama senang bisa membantu menantu cantik Mama ini !"


" Mbak Arabella juga masih menantu Mama loh, kan Mas Liam belum menceraikan istrinya!"


" Siapa bilang? Kemarin aku sudah memberikan gugatan cerai ke pengadilan. Dan, kemarin malam aku juga sudah memberikan talak 3 sekaligus padanya. Sebab, aku tidak ingin kembali lagi dengan Arabella!"


" Pun dengan Mama, gugatan Mama sedang di proses!"


Kalila, kemudian mengangkat kedua tangannya dan berdoa.


" Semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita semua !"


" Aamiin!"


" Ayo, tidak perlu basa-basi lagi. Segera kita temui mereka, terutama ayahmu sayang!"


" Baik Mas, terimakasih!"


" Sama-sama, istriku!"

__ADS_1


Setelah itu, Liam segera mengajak sang istri dan ibunya untuk masuk ke dalam rumah Waluyo alias, mertuanya.


Bersambung


__ADS_2