
Hari ini, Efendy dan juga Kurnia , sudah resmi bercerai untuk pembagian harta gono-gini. Hakim lebih berpihak pada Kurnia, sebab semua aset perusahaan adalah milik dari almarhum ayahnya. Juga, dalam surat perjanjian, jika Efendy mengkhianati cinta Kurnia maka, pria itu tidak akan mendapatkan apapun. Perceraian antara Efendy dan Kurnia, terbilang cukup rumit, mereka harus mengikuti alur perceraian selama 6 bulan lamanya. Berbanding terbalik dengan Liam dan juga Arabella, keduanya resmi bercerai 2 bulan yang lalu. Dan kini, Liam dan Kalila juga sudah resmi menjadi suami istri secara hukum, dan agama.
" Dengan demikian, maka aku akan membawa Arabella pergi. Kelak, dialah yang akan mengurusku , terimakasih atas segalanya. Dan, maaf aku sudah mengkhianati cinta kita!"
" Iya, jika itu yang terbaik untuk kamu. Maka, silakan kau menikah dengannya, meskipun agama melarang, tapi bagi kalian yang berpikiran sempit dan mengedepankan hawa nafsu, silakan saja. Ah, aku lupa, hari ini aku harus segera menemui kolega bisnisku, kalau begitu aku permisi. Selamat berbahagia!"
Kurnia, membalikan tubuhnya dan berjalan dengan anggunnya. Sementara itu, Efendy menatapnya nanar kepergiannya. Sungguh, dia tidak mengerti mengapa bisa keduanya menjadi seperti ini. Padahal, dulu dia sangat mencintai dan setia terhadap Kurnia. Semenjak kejadian di hotel bintang lima dulu, dia justru berkhianat dan menjalani kehidupan penuh dengan kebohongan. Berselingkuh dengan menantu sendiri, bahkan kini Arabella sedang hamil anaknya. Arabella, hamil 3 bulan, dan wanita muda itu sangat bahagia bisa hamil anaknya. Berbeda dengannya, yang dipenuhi oleh perasaan asing apalagi, banyak sekali yang melarangnya berhubungan dengan Arabella, sebab Arabella bisa disebut seperti anaknya sendiri, alias mahram dalam agama yang dianutnya.
Namun, hawa nafsu sudah menguasainya, dan dia tidak peduli dengan ucapan orang lain. Yang terpenting, dia dan Arabella bahagia, tanpa peduli apa itu dosa. Karena, dia pikir manusia, pasti pernah melakukan kesalahan, dan dosa. Dan rencananya, hari ini dia akan mengajak sang kekasih pergi ke perkampungan. Dia, dan Arabella nantinya akan tinggal di daerah terpencil, yang jauh dari kota. Saat dia sedang merenung, Arabella menepuk pundaknya, dia juga mencium bibirnya. Membuat, Efendy terkejut, dan refleks memeluk tubuh sang kekasih.
" Papa, ayo pulang, Mama capek banget nih !" ujar Arabella sembari bergelayut manja.
" Baiklah, ayo kita pulang sayang, istirahat dulu. Nanti pukul 14.00 pembeli, akan datang ke rumah kita. Setelah dia datang, maka kita harus segera keluar dari rumah. Sebab, mereka sudah membeli rumah kita, dan harganya lumayan, mereka membeli lebih pada kita . Lihatlah, saldo Papa berapa ?"
" Wah itu lumayan, untuk kita tinggal bersama anak-anak kita !"
Efendy, mencubit pipi sang kekasih, dan menciumnya.
Saat ini Liam, dan Kalila sedang bersiap-siap untuk acara 7 bulanan Kalila. Dokter mengatakan jika Kalila sedang mengandung anak kembar, biasa disebut dengan kembar fraternal. Kebetulan sekali, di keluarga Kalila ada keturunannya, dan itu dialami oleh Kalila sendiri dimana dia dan Jefri adalah kembar tapi beda. Mengenai Jefri, kini pria itu sudah menemukan pasangannya, dan sebentar lagi akan menikah. Ayahnya Subroto berkata, jika yang pertama kali lahir ke dunia ini, adalah Jefri. Sehingga, Kalila adalah adik dari Jefri, mereka lahir berbeda 5 menit saja.
Hilman, dan istrinya baru saja datang ke rumah Liam dan Kalila. Dia, disambut baik oleh sahabatnya tersebut, begitu pula dengan sang istri yang disambut baik oleh Kalila. Hilman bercerita tentang kisah cintanya bersama Karin istrinya. Liam tertawa lepas, dia mengingat bagaimana dulu bertemu dengan Kalila hingga keduanya menikah.
__ADS_1
" Ya Allah, kok bisa sama ya ? Kita sama-sama menikah secara mendadak, dan aku baru meresmikan hubungan kami saat sudah bercerai dari Arabella. Dan kau juga, baru meresmikan hubungan kalian 2 bulan setelah istrimu hamil. Juga, kita sama-sama
" Menikah dengan gadis muda dan polos !" sahut Hilman.
" Aih, kau ini suka sekali ya memotong pembicaraanku. Ah iya, satu lagi mereka sama-sama wanita shalihah, yang menyejukkan hati benarkan?"
" Setuju, mereka memang tidak beruntung mendapatkan pria seperti kita. Kau tahu, aku sekarang jadi beribadah kembali, setelah menikah. Istriku, dia sangat sabar dalam mengajariku!"
" Sama seperti istriku, dia juga begitu sabar dengan sikapku. Aih sudahlah, kita jangan membicarakan istri masing-masing. Syetan bisa saja nimbrung, dan membisikkan sesuatu yang tidak kita duga sebelumnya!"
" Ah iya benar, mari kita bicarakan mengenai hal lain. Bagaimana bisnismu dengan Mr. Lu Han?"
Sementara itu, Kalila dan Karin sedan membicarakan tentang kehamilan mereka. Karin baru saja hamil 4 bulan. Dia bahagia, dan merasa beruntung bisa menikah dengan Hilman. Begitupun dengan Kalila, dia beruntung bisa mendapatkan Liam. Sampai-sampai keduanya sadar dan beristighfar. Sebab, tidak boleh membicarakan tentang kehidupan rumah tangga bersama pasangan. Karena, kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Syetan bisa saja menghasut Keduanya, untuk berbuat maksiat.
Siang berganti malam, saatnya Kalila dan Liam bercerita tentang apa yang mereka lakukan hari ini.
" Mas, tadi aku keceplosan membicarakan rumah tangga kita . Kak Karin juga begitu, Astaghfirullah maaf ya Mas !"
" Tidak apa-apa, semoga saja tidak terjadi sesuatu. Mas juga gitu, tadi keceplosan membicarakan kamu . Dan kamu tahu tidak, kalau Hilman dan Karin juga menikah dadakan sama seperti kita. Cuma, mereka tidak langsung berhubungan intim saat malam pertama. Kalau kita kan malam pertama langsung tancap gas!"
" Nak lihatlah, betapa mesumnya ayahmu. Jangan begitu ya kalau sudah besar!" ujar Kalila sembari mengusap lembut perutnya.
__ADS_1
Liam tertawa lepas sembari memegangi perutnya.
" Ya Ampun sayang, enggak apa-apa kalau mesum sama istri sendiri mah aneh kamu tuh !"
" Iya sih, tapi aku enggak mau nanti anak kita mesum kayak gitu. Naudzubillah jangan deh, kamu akan jadi anak baik ya Nak seperti Mama !"
" Papa juga dong !"
Liam, mengusap lembut perut sang istri. Dia, merasa seperti ada reaksi dari perut Kalila, dan sang istri mengaduh karenanya.
" Ya ampun, sepertinya anak Mama dan Papa ingin ditengok ya dek. Ma, kalau begitu kita tengok anak kita!"
" Apaan sih, itu mah maunya Mas ya kan. Ya udah manut aja, tapi pelan-pelan ya Mas !"
" Iya, Mas udah lama enggak nengok anak kita. Jadi , sebaiknya kita lakukan sekarang!"
" Baiklah, sabar ya Mas. Wudhu dulu yuk !"
Dan setelah itu, mereka berwudhu lalu melakukan kegiatan intim mereka. Guna menengok anak mereka yang masih dalam kandungan Kalila. Kini, perasaan Liam sudah lebih dominan pada sang istri. Akan tetapi, meskipun demikian Liam masih belum menyatakan perasaan cintanya pada sang istri. Entahlah, dia masih ragu dengan perasaannya sendiri.
Bersambung
__ADS_1