
Saat pulang ke rumah mewahnya bersama sang kekasih. Arabella, segera memakai parfum, dan berganti pakaian dengan lingerie seksinya di kamar sebelah. Setelahnya, dia mengetuk pintu kamarnya bersama sang kekasih. Keadaan kamar begitu gelap, dia tahu jika Papa mertuanya itu sedang menjahilinya.
" Papa, kamu dimana ? "
Dark belakang, tiba-tiba saja ada yang memeluk tubuhnya. Siapa lagi kalau bukan Efendy, dia segera membimbing wanita seksi itu ke ranjang.
" Kau darimana saja, aku sudah tidak tahan lagi. Sebagai hukumannya, aku tidak akan menyalakan lampu. Jadi, nikmatilah! " bisiknya.
Mereka melakukannya, dalam keadaan kamar yang gelap tanpa sedikitpun penerangan. Arabella yang sangat ketakutan tersebut, akhirnya hanya bisa pasrah menerima perlakuan sang kekasih. Setelah selesai, Efendy, menyalakan lampu dan dia melihat banyak sekali tanda merah di seluruh tubuh sang kekasih.
" Aku hebat ya, kau sampai seperti ini?"
" Maaf Pa, aku barusan melakukannya juga dengan Mas *H**ilman. Untung saja, kau melakukannya dalam keadaan gelap. Jika tidak, pasti kau akan melihat tanda cinta yang sudah diberikan oleh Mas Hilman terlebih dahulu. Apalagi, kau baru pertama kali menyentuhku kembali, semenjak terakhir istrimu menghubungi. Sebab, kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu*! " batin Arabella.
Arabella, mengajak kekasihnya untuk membersihkan diri. Akan tetapi, Efendy masih belum puas, jadi dia mematikan lampunya kembali dan meminta Arabella untuk memenuhi kebutuhan ranjangnya tersebut.
" Jika aku tidak melayani Papa, dia akan kecewa. Walaupun lelah, aku harus bisa melayaninya dengan baik ! " batin Arabella.
Dengan terpaksa dia terpaksa, harus melayani hasrat lelaki tua tersebut.
Hari berganti hari, Liam semakin pusing dengan kasus Farel. Para pesuruhnya, tidak ada yang berani menyelidiki lebih lanjut permasalahan tersebut. Sehingga, membuat Liam frustasi, akan tetapi dia harus menahannya. Sebab, dia memiliki Kalila yang sedang mengandung anaknya.
" Sepertinya, aku harus mencari tahu sendiri. Aku, akan ditemani oleh geng ku ! " batin Liam.
" Mas ! "
Liam, menoleh saat mendengar suara merdu sang istri.
" Iya sayang! "
" Aku, mau strawberry boleh tidak ? "
" Strawberry? "
Kalila, mengangguk
" Iya, nanti Mas minta bantuan Joe dan istrinya ya. Supaya bisa membelikan kamu, strawberry ! "
Kalila, menggeleng
" Aku mau beli sendiri, Mas harus menemani aku ! "
" Sayang, tapi Mas sedang sibuk! "
__ADS_1
" Mas mah, Anak kita loh yang mau ! "
" Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar Mas minta bantuan Joe untuk memeriksa ulang berkas-berkas ini ! "
" Terimakasih Mas ! "
Liam mengangguk, dia paham sang istri sedang mengidam. Karena, dia sudah berpengalaman, saat Arabella dulu pernah hamil walaupun pada akhirnya dia keguguran.
" Ayo, Mas sudah memberitahu Joe . Kamu siap-siap ya ! "
" Oke, aku akan bersiap-siap! "
Kalila, dan Liam pergi ke supermarket terdekat. Mereka, membeli beberapa Strawberry untuk Kalila makan. Liam membeli beberapa kotak strawberry, melihat itu Kalila begitu bahagia. Suaminya, memanglah pria yang bertanggung jawab.
" Sayang, coba ini manis tidak ?"
Kalila, memakan strawberry begitu Liam menyuapinya.
" Em, ini manis Mas. Terimakasih ya!"
" Sama-sama !"
Selain strawberry, Liam juga membelikan Kalila susu khusus ibu hamil. Supaya, nutrisi anaknya terpenuhi. Hamil anak pertamanya,bersama Kalila membuatnya harus lebih memperhatikan sang istri. Dia takut, jika istrinya itu kelelahan, sebab Arabella dulu sering mengeluh kelelahan, dan tidak ingin mengandung. Alhasil, wanita yang kini berprofesi sebagai model tersebut, keguguran.
" Baiklah sayang, mari kita pulang!"
Kalila, menggandeng lengan suaminya, sementara itu Liam mendorong troli belanjaan hingga parkiran. Ketika sampai parkiran, Kalila melepaskan rangkulannya, dan membantu Liam memasukan barang belanjaannya.
" Sudah selesai, ayo masuk ke dalam mobil! ,"
Kalila, mengangguk sembari tersenyum manis. Liam, begitu gemas dengan tingkah laku sang istri, dia mengusap lembut puncak kepala istri mudanya tersebut dengan penuh kasih sayang.
" Mas, pulang nanti kita buat kue strawberry yuk ?
" Memangnya, kamu bisa?"
Kalila, mempoutkan bibirnya
" Mas, meremehkan aku. Kita lihat saja nanti!"
Kalila, melipat kedua tangannya di dada.
" Hei, Mas hanya bercanda sayang !"
__ADS_1
Setelah itu, Liam menyalakan mesin mobilnya, dan segera pergi dari tempat parkir.
Arabella dan kekasih gelapnya, alias Papa mertuanya. Kini, sedang duduk bersama, sembari menyesap kopi mereka di pagi hari ini.
" Semalam kau hebat sekali sayang, terimakasih ya! "
" Terimakasih juga Papa, sudah memberikan aku servis terbaikmu!"
Di pagi buta ini, keduanya memang sudah sering berkata nakal. Selalu pembahasan tentang kegiatan ranjang yang selalu mereka bicarakan.
" Pa, Ibu mertua, lusa akan pulang ke rumah bukan? Jadi, hari ini dan besok kita harus sering melakukannya. Supaya, aku bisa segera hamil !"
" Apakah wanita ini benar-benar mencintai aku ? Mengapa bisa dia sangat menginginkan agar aku bisa memberinya anak ? Padahal, Liam saja begitu muda dan tampan, sementara aku sudah begitu tua untuknya!" batin Efendy.
" Baiklah, kau sudah mulai nakal ya ?" goda Efendy padanya.
" Benarkah? Tapi aku nakal begini hanya pada Papa loh ! "
" Aih, baiklah ! "
Setelah sarapan pagi, Arabella, mendekati ayah mertuanya dan duduk dipangkuan pria itu. Membuat Efendy sedikit terkejut, akan tetapi dengan senang hati dia meraih pinggang ramping kekasihnya, dan kini posisi Arabella, sedang berada dalam pangkuannya.
" Pa, aku masih belum puas. Jadi, kita lakukan lagi , ayo kita membuat anak !"
Efendy, tetap saja kalah, karena dia sangat menyukai kegiatan ini. Sebab, sang istri juga tidak semenarik dulu, sehingga membuatnya bosan .
" Aku berhasil menggodanya, dia benar-benar tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuhku !" batin Arabella.
Kalila, mengikuti Liam ke tempat kerjanya di Beijing ini. Tidak terasa, kini dia dan suaminya sudah 1 bulan lebih 2 Minggu berada di Beijing ini. Dan, besok Liam sudah tidak bekerja lagi, mereka akan fokus pada liburan mereka. Sekalian baby moon bersama istri mudanya tersebut. Dia, sudah tidak sabar, untuk segera pulang ke Indonesia, dan menunjukkan bahwa dia sudah memiliki istri siri, dan akan memberinya anak . Dia, ingin tahu, reaksi apa yang akan Arabella tunjukkan.
" Mas, mau aku bikinin kopi ?"
" Tidak sayang, kamu duduklah nanti setelah ini kita pulang, dan bersiap-siap akan pergi ke Chengdu!"
" Oke, terimakasih ya Mas ?"
" Oke, sama-sama!"
Kalila, dan juga Liam bersiap-siap untuk pulang ke apartemen mereka, hari ini mereka akan check out dari apartemen. Sepanjang perjalanan, menuju ke apartemen Liam selalu, mengajak Kalila berbicara, supaya wanita itu tidak bosan . Kalila, selalu bisa menyeimbani pembicaraansang suaminya. Dia, terbilang cukup cerdas, walaupun hanya lulusan SMA. Kalila, banyak tahunya, sebab dia sering membaca artikel di laman pencarian google. Atau dia, akan bertanya pada seseorang yang sangat dipercaya olehnya. Supaya, tahu, perkembangan jaman ini.
" Sudah sampai, yuk turun! "
Kalila, mengangguk kemudian dia menggandeng lengan sang suami. Liam tanpa sadar, tersenyum begitu lebar, saat sang kekasih menggandeng lengannya.
__ADS_1
Bersambung