Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 24


__ADS_3

" Mama tenang dulu ya, kita bicarakan di dalam ! "


Kurnia, mengangguk dan segera masuk ke dalam ruangan kerja putranya.


" Sayang, tolong ambilkan air mineral untuk Mama !"


Kalila, dengan segera mengambil air mineral untuk ibu mertuanya.


" Silakan diminum B...Bu!"


Kurnia, menatap wajah sang menantu.


" Nak, bukankah kamu gadis yang waktu itu jadi maid di kediaman Liam dan istrinya bukan? Mengapa kamu berbohong padaku?"


" Saya... !" Kalila, menggigit bibirnya. Seolah, dia tidak mampu untuk menjawab pertanyaan dari Ibu mertuanya tersebut.


" Ma, jangan membuatnya ketakutan. Walaupun Mama tidak menerima Kalila, tapi dia akan tetap menjadi istriku!"


" Iya Liam, Mama tahu. Mama, hanya ingin melihat wajahnya saja. Sepertinya, dia masih begitu muda?".


" Usianya baru 20 tahun, berbeda 15 tahun denganku!"


" Astaghfirullah, kamu menikahi wanita muda ?"


Liam, mengangguk


" Rahimnya sudah terisi benihku, kini dia sedang hamil. Di sini, ada calon anak kami, dan cucu Mama! " kata Liam sembari menyentuh perut rata istri mudanya.


" Nak, kamu tidak apa-apa kan ? " tanya Kurnia sembari menatap wajah Kalila.


Istri muda Liam itu, menatap wajah ibu mertuanya dengan tatapan haru. Dia, tidak menyangka jika wanita yang beberapa hari lalu sudah menampar pipinya tersebut, kini justru bersikap manis padanya.


" Terimakasih Bu, anda sudah merestui hubungan kami ! " ujar Kalila.


Kurnia, meminta Kalila untuk duduk di sampingnya.


" Apakah kamu mencintai Liam, Nak? "


Kalila, mengangguk sebagai jawaban.


" Saya, mencintai Mas Liam. Karena, dia adalah suami saya, meskipun Mas Liam tidak mencintai saya. Tetapi, saya akan menjadi istri yang baik untuknya! "


Kalila, akhirnya dapat berkata jujur. Meskipun dia merasa tidak nyaman, tetapi dia sudah tidak menyimpan beban lagi dalam benaknya. Sementara itu, Liam menatap nanar wajah sang istri . Sebab, dia masih belum bisa memastikan perasaannya. Sesungguhnya, dia mencintai siapa, apakah Kalila istri mudanya atau Arabella istri pertamanya. Dia, masih belum percaya jika Arabella, berselingkuh dengan Papanya sendiri.


" Liam, lihatlah video ini ! "


Dengan tangan gemetaran, Kurnia memberikan gawainya pada sang anak. Liam, menerima ponsel ibunya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat wajah istri pertamanya begitu liar dan sangat menikmati permainannya. Persis, seperti wanita nakal, dan ini melebihi saat berselingkuh dengan Hilman, sahabatnya.


" Astaghfirullah'aladzim, dasar wanita sundal. Ini gila, ini tidak bisa dibiarkan lagi. Kita, harus segera bertindak Ma, ini sangat dilarang agama ! "

__ADS_1


Liam, jatuh terduduk di lantai dia meraung-raung, tidak hanya itu dia juga menggigit pergelangan tangannya hingga berdarah. Merasa gagal, menjadi suami, bahkan, istrinya selingkuh dengan dua pria yang sangat dia percayai. Sahabat, dan juga ayahnya sudah menikmati tubuh Arabella. Wanita, yang sangat dicintainya sejak dari dulu. Melihat hal tersebut, Kalila menjadi sedih begitu juga dengan Kurnia. Tapi, dia tahu pasti, Liam tidak suka jika di ganggu. Putranya tersebut, justru akan semakin menjadi jika di tenangkan. Dulu, saat masih kecil ketika ditenangkan sebab tidak dibelikan mobil-mobilan. Dia, akan mencakar muka, dan juga menggigit pergelangan tangan dia dan suaminya. Bahkan, ada pembantu yang menjadi korban kenakalan Liam, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Akibat dari kenakalan putranya, tersebut.


" Mas, tenanglah! " Kalila, memeluk tubuh suaminya, dari belakang.


Saat Kalila memeluk tubuh suaminya, Liam terdiam dan berbalik arah memeluk tubuh sang istri. Dia, menangis sembari memeluk tubuh istri mudanya. Melihat hal tersebut, Kurnia begitu terharu. Kalila, usianya masih sangat muda, akan tetapi dia mampu membuat anak semata wayangnya itu sedikit lebih tenang.


" Hanya Kalila yang bisa membuat anakku luluh seperti itu. Sungguh, ini tidak pernah aku duga sama sekali!" batin Kurnia.


" Menangislah, tenangkan dirimu. Kalila, akan selalu ada di samping Mas ! "


Liam, semakin menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri membuat Kalila merasa tidak nyaman. Sebab, itu adalah titik sensitif tubuhnya. Tapi, dia harus bisa menahannya, sebab dia sedang hamil, dan juga ibu mertuanya masih berada di dalam ruangan ini.


" Liam, minumlah air putih ini. Supaya, kau sedikit tenang! "


Liam mengangguk, kemudian meminum air putih yang sudah disiapkan oleh ibunya.


" Nak, sepertinya Mama harus segera menggugat cerai Papamu. Mama pastikan, dia akan kalah telak dari Mama!"


" Baiklah Ma, aku juga akan menggugat cerai Arabella. Aku, tidak sudi mempertahankan hubungan ini dengannya. Wanita tidak tahu diri itu benar-benar membuatku muak, dan merasa jijik! "


" Mama hari ini, akan menggugat cerai Papa ke pengadilan. Kau tunggulah beberapa hari, setelah Mama barulah kau Nak ! "


" Baik Ma, demi menjaga rahasia kita. Aku, akan menuruti keinginan Mama !"


Kurnia, mengangguk kemudian dia berpamitan pada Liam dan istri mudanya.


Kalila , mengangguk


" Baik I... Mama maksudnya!"


" Kamu benar-benar menggemaskan ya ! "


" Terimakasih Mama! "


Kurnia, mengangguk kemudian pergi meninggalkan ruang kerja Liam.


" Mas, kamu sudah baikan?"


Liam, mengangguk


" Bisakah, kamu menghiburku Sayang?"


Kalila, tahu apa yang dimaksud Suaminya. Dia, menutup pintu ruangan tersebut, dan menguncinya. Setelahnya, dia melepaskan jilbabnya, dan membuka beberapa kancing pakaiannya.


" Jangan sampai melakukannya, anak kita masih belum kuat Mas ! "


" Mas tahu, ikuti saja oke !"


Kalila, hanya bisa pasrah saat sang suami mulai mencumbunya. Setelah dirasa cukup, Liam menghentikan kegiatannya.

__ADS_1


" Kita mandi yuk, setelah itu Mas akan bekerja lagi ! ".


" Memangnya harus mandi ya Mas? Bukannya kita tidak melakukan hubungan intim?"


" Tidak apa-apa, sayang. Soalnya, tadi Mas kan sudah membuat tubuhmu lengket!"


Kalila, mengangguk


" Baiklah!"


" Nanti, Mas akan meminta bantuan Joe dan istrinya untuk membelikan pakaian kita. Bagaimanapun juga, kita harus mengganti pakaian. Sebab, kita akan melaksanakan ibadah wajib kita, sebentar lagi kan Dzuhur!"


" Baik Mas, kalau begitu Kalila mandi dulu ya !"


" Oke, Mas tunggu ya!"


Kalila, mengangguk kemudian dia segera berlalu pergi ke kamar mandi. Liam, menghubungi Joe, asisten pribadinya.


" Joe, belikan aku dan istriku satu set pakaian. Untuk dalaman istriku, sebaiknya Mila yang membelinya. Nanti, uangnya aku transfer untuk upah kalian berdua!"


" Baik Pak Liam, saya akan segera melaksanakan tugas dari anda!"


" Kau memang dapat diandalkan, terimakasih Joe !"


Liam, segera menutup ponselnya. Dia kemudian menghubungi Hilman.


" Halo, tumben sekali kau menghubungi aku Liam ?"


" Ada yang ingin aku bicarakan, Man. Ini mengenai, Arabella !"


" Baik, kalau begitu kita bertemu di Cafe Shining Star, yang berada dekat kantorku !"


" Baik, kalau begitu aku tutup ya!"


Liam, segera mematikan sambungan ponselnya. Setelah itu, dia duduk di sofa panjang ruang kerjanya tersebut. Menunggu, sang istri membersihkan tubuhnya. Terdengar suara ketukan pintu, Liam segera membukanya.


" Hei Joe, sudah kau belikan keperluan kami ?"


" Iya Pak Liam, ingat Pak usia kehamilan nona Kalila masih rawan . Jadi, sebaiknya ditunda dulu, keinginan anda untuk bersetubuh. Kasihan, Nona dan bayinya !"


" Cerewet sekali, itu tadi kami hanya melakukan pembukaan saja. Tidak sampai melakukannya, aku juga tahu Joe. Sekitar 3 tahun yang lalu, Arabella juga pernah hamil. Jadi, aku sudah paham!"


" Baiklah, ini pakaian anda dan Nona Kalila. Kalau begitu saya permisi!"


" Oke, terimakasih Joe !"


Joe, mengangguk dan setelahnya dia pergi meninggalkan sang atasan. Sementara itu, Liam kembali ke dalam ruangannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2