
Liam, dan juga Hilman berencana untuk menangkap Efendy dan diserahkan pada pihak kepolisian. Atas tindakan Efendy, yang semena-mena membunuh orang kepercayaan Liam .
" Aku tidak menyangka, jika Om Efendy akan melakukan kekejaman pada Farel !"
" Makanya, aku meminta bantuanmu. Bukankah, kau sangat ahli dalam menemukan keberadaan orang yang bersembunyi!"
" Iya, memang akulah ahlinya. Ah tidak-tidak, aku hanya becanda tolong jangan kau anggap serius!"
" Tentu saja, aku tidak akan menganggapnya serius. Kau kan ahlinya, dalam membual ,!"
Hilman, segera mengerahkan seluruh orang kepercayaannya, untuk mencari tahu keberadaan Efendy. Dia mengatakan, bisa dipastikan 3 atau 5 hari lagi sepertinya Efendy bisa ditemukan, karena mereka memang sudah ahli.
" Baiklah, aku percaya, dan tentu saja aku akan dengan sabar menunggu kabar baik tentang hal itu!"
" Ya nantikan saja, kabar baik dari mereka !"
Sementara itu, di desa Kortoembo Jawa Timur, Arabella sedang tidak enak badan. Alhasil, Efendy, harus menunda kepergiannya ke Amerika Serikat.
" Papa, maaf ya. Ara tidak enak badan, kita jadi tidak bisa pergi !"
" Tidak apa-apa sayang, kamu jangan khawatir!"
" Tapi...!"
Efendy, mengecup bibir sang istri tetapi, Arabella mendorong tubuh pria paruh baya tersebut.
" Pa, Ara tidak mau Papa nantinya ketularan!"
" Tidak akan sayang, Papa akan baik-baik saja !"
" Terimakasih Pa, aku mencintaimu!"
" Aku juga !"
Keesokan harinya seorang pria tengah gelisah sebab bosnya sedari tadi susah sekali dihubungi. Sehingga, dia terpaksa harus menjemput pria itu. Dia melalui jalan yang cukup sulit, karena desa ini benar-benar terpencil.
" Aih sial, bosku ini memang kurang ajar. Seharusnya, dia siap sedia supaya aku tidak terlalu mengkhawatirkan kondisinya. Sudahlah, sebaiknya aku harus segera pergi ke rumahnya!"
Pria itu, fokus pada jalanan terjal itu . Meskipun sulit, tapi dia berusaha untuk mengendarai mobilnya. Sampai di hutan mobilnya tiba-tiba berhenti.
" Sial, apalagi ini ? "
Dengan kesal, pria itu turun dari mobilnya dan memeriksa kondisi mobil. Ternyata, mobilnya mengenai paku yang sangat tajam. Sehingga, ban mobilnya kempes.
" Yang benar saja, mana perjalanan masih jauh !"
" Angkat tanganmu!"
Dengan berat hati Bimo alias orang suruhan Efendy mengangkat tangannya. Dia, memejamkan matanya.
" Maaf Tuan, anda siapa ? Apa yang kau inginkan? Aku akan memberikan semuanya!"
__ADS_1
" Kau orang suruhannya Mr. Efendy bukan ?"
." Siapa kau Bajingan!"
Dengan segenap kekuatan yang dimilikinya, Bimo mencoba untuk melawan pria yang sedang menodongkan pisau ke arah lehernya.
" Tidak disangka ternyata kau jago juga ya ?"
" Diam kau brengsek!"
Mereka beradu kekuatan, kemudian dari arah pohon seseorang menyerang Bimo dan membuatnya jatuh pingsan.
" Dia sudah pingsan, segera cari tahu tujuannya! "
" Baik Tuan !"
Setelah lama mencari tahu kepergian pria itu, dua orang pria tersebut segera memberitahu para atasan mereka.
" Tuan Liam bilang kita segera ke lokasinya saja. Tangkap pria paruh baya itu, dan biarkan istrinya sendirian!"
" Baik , mari laksanakan tugas kita !"
Orang suruhan Liam, mengangguk kemudian dia segera menaiki mobil yang sudah disediakan sebelumnya. Sementara itu, Bimo mereka tinggalkan bersama beberapa orang suruhan keduanya .
" Memang jaman sudah gila ya, wanita cantik justru tergila-gila pada pria tua !" celetuk Rangga orang suruhan Hilman.
" Iya, membuatku iri saja, padahal aku tampan. Tapi sayangnya, wanita yang aku cintai menolak cintaku!"
" Sabar brother, memang sudah takdir mungkin!"
" Mr. Hilman bilang jika Nona Arabella harus diberikan pelajaran. Sebab, wanita itu sudah menipunya pada jaman dahulu. Jadi, untuk membalas dendam. Maka, wanita cantik itu pantas dihukum!"
" Baik, aku mengerti!"
Jakarta 15.00 Wib...
" Papa sudah ditemukan?"
" Rangga dan Adit sudah menemukan keberadaan Ayahmu, dan mereka sedang proses untuk menangkapnya!"
" Alhamdulillah, aku bersyukur jika mereka sudah berhasil!"
" Mereka berhasil, kau tenang saja. Dan, satu lagi aku meminta mereka untuk tidak membawa Arabella!"
" Loh kenapa?"
" Aku ingin memberinya pelajaran!"
Liam, mengerti apa yang dilakukan oleh Hilman. Sebab, Hilman lebih mencintai Arabella dibandingkan dengannya. Itulah, yang membuatnya menjadi seperti ini. Dia, menjadi dendam akan wanita cantik tersebut.
" Baiklah, aku paham Brother. Ah sudah dulu ya, aku harus segera menemui istriku dia sedang mengidam mangga !"
__ADS_1
" Ciee, sekarang kau sudah mencintai istrimu rupanya ?"
" Kau ini, ada-ada saja. Tentu saja iya, karena aku sudah membuatnya hamil loh !"
" Aish Liam, kau ini ada-ada saja. Sana pergi!"
" Baiklah, Assalamualaikum!"
" Wa'alaikumusallam !"
Hari ini, Liam pulang ke rumah dengan sangat ceria. Dia bahagia, bisa mengikuti keinginan sang istri yang sedang mengidam mangga tersebut. Dulu saat dia bersama Arabella, wanita itu tidak sekalipun memintanya untuk membeli sesuatu keperluan putra yang ada dikandungnya tersebut. Berbeda dengan Kalila, wanita itu lebih penurut dan juga sangat bergantung padanya. Liam sangat menyukai Kalila, karena sikap manjanya saat sedang hamil. Selain itu, Kalila juga bisa segalanya mulai dari memasak, menyiapkannya ini itu, memberikan ide untuk bisnisnya, dan masih banyak lainnya.
Liam , kini sadar jika dia sudah mencintai Kalila bahkan dia tidak bisa kehilangan wanita itu, begitu saja. Apalagi, seharusnya hari ini dia dinas ke luar negeri, yaitu untuk menjalankan bisnisnya di negeri tirai bambu, China. Tapi, dia meminta Joe saja yang berangkat, bersama istrinya. Sebab, saat ini Joe sudah mahir berbahasa Mandarin. Jadi, dia tidak khawatir lagi.
" Assalamualaikum, Sayang Mas pulang!"
" Wa'alaikumusallam, Ah Mas bawa mangganya ya? Masyaallah, terimakasih Mas !"
" Sama-sama Sayang! "
Kalila, menatap wajah sang suami kemudian dia mengulum senyumnya.
" Mas ceria banget hari ini, kenapa ?"
" Sayang, mas ingin mengatakan sesuatu!" ujar Liam serius.
Kalila, mengangguk
" Katakanlah!"
" Sayang, mungkin ini sudah terlambat tapi ..."
Dering ponsel Liam berbunyi, dia kemudian meminta maaf pada sang istri dan mengangkat panggilan masuk tersebut. Kalila, mengangguk kemudian Liam segera berlalu pergi. Dan ternyata Ayahnya ,saat ini sudah ditangkap dan diserahkan ke pihak kepolisian. Sementara itu, Arabella ditinggalkan sendirian di desa Kortoembo Jawa Timur sana. Entah mengapa, Liam sudah tidak tertarik lagi dengan nama Arabella. Yang jelas, dia tidak peduli jika pada akhirnya wanita itu harus sengsara. Sebab, menurutnya wanita yang sudah mengkhianatinya tersebut sudah tidak ada lagi dalam hidupnya.
" Mas kembali sayang, maaf harus menunggu!"
Kalila, menggenggam erat tangan sang suami.
" Tidak apa-apa Mas, aku baik-baik saja Kok !"
" Sayang, Mas akan mengatakannya dengan jujur. Kalau saat ini, dan seterusnya semoga kita selalu bersama selamanya, hingga surganya Allah Ta'ala. Mas, sangat mencintai kamu sayang !"
Butiran-butiran air mata Kalila , keluar begitu saja saat mendengar perkataan cinta dari sang suami. Pasalnya, Liam tidak pernah menyatakan cintanya, selama menikah. Dan, hal itu membuat Kalila merasa bahagia, hingga menitikkan air matanya.
" Mas, kamu serius?"
" Peganglah dadaku, aku deg-degan kan ? Itu tanyanya aku benar-benar takut akan kehilanganmu Sayang!"
" Kita akan selamanya bersama Mas, hingga Jannah nya Allah Ta'ala!"
" Aamiin!"
__ADS_1
Terkadang, cinta itu memang tidak memandang siapa, dan dimana. Perbedaan usia, bukanlah halangan untuk menjalin hubungan. Yang jelas, perasaan itu datangnya dari Allah Ta'ala. Karena cinta setelah menikah itu, lebih indah dibandingkan sebelum menikah.
Tamat