Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 8


__ADS_3

Seorang pria tengah menghubungi kekasih gelapnya. Dia, menatap wajah sang kekasih, yang saat ini terhubung melalui **vi**deo call tersebut.


" Kapan kau pulang ? "


" Masih ada pekerjaan, tunggu sebentar ya! "


" Papa sangat merindukanmu Sayang! "


" Sekitar, 1 Minggu lagi aku pulang kok. Kebetulan, aku sudah merampungkan pemotretan. Sehingga, aku meminta pada Mas Hilman, untuk pulang lebih cepat! "


" Baiklah, kau tidak tidur dengannya kan ? ".


" Tentu saja tidak, memangnya aku bodoh. Dihatiku hanya ada kamu, Darling! "


" Kau ini bisa saja, ayo segera pulang aku rindu! "


" Sabar ya, aku juga sangat merindukanmu !"


Beginilah, cara istri pertama Liam menggoda kedua kekasih gelapnya tersebut. Entah itu pria yang bernama Hilman, atau yang dipanggil Papa. Keduanya, takluk pada pesona sang model internasional tersebut.


Arabella, baru saja selesai menghubungi kekasih gelapnya, yang Ke-dua. Hilman, yang barusan pergi, kini datang kembali. Arabella, begitu terkejut, ketika pria yang merupakan kekasih gelapnya itu datang kembali.


" M...mas Hilman?" ujarnya.


" Kamu kenapa sayang? "


" Tidak apa-apa Mas, aku mau istirahat aja. Mungkin, kecapekan, jadi sedikit tidak enak badan!"


" Baiklah, kalau begitu istirahatlah. Mas, ada pertemuan dengan kolega bisnis . Karena kamu sedang tidak enak badan, jadi Mas berangkat sendiri aja ! "


" Maaf ya Mas ! "


" Tidak apa-apa!"


Hilman, berganti pakaian dan kini dia bersiap untuk pergi kembali. Akan tetapi, sebelum pergi dia mencium kening sang kekasih. Arabella, menjadi tidak enak hati ketika mengetahui jika Hilman akan menemui kolega bisnisnya. Tapi, mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur berbohong pada sang kekasih. Di sisi lain, dia juga sangat merindukan pria yang baru saja menghubunginya.


" Aku sangat merindukannya, mungkin saja yang aku cintai bukan Mas Hilman. Tapi, dia yang saat ini sedang menungguku. Tunggu aku, 1 Minggu lagi, aku pasti akan segera menemui mu ! "batin Arabella.


Sementara itu, Liam sedang mengadakan meeting tapi hati dan pikirannya tidak sedang disini . Dia, masih memikirkan istri keduanya, wajah polosnya, matanya yang indah, hidungnya yang mancung, serta masakannya. Kalau saja hanya tinggal berdua bersama dengan Kalila, dia pasti akan di masakan oleh sang istri. Tapi, keadaan yang tidak memungkinkan, juga dia masih ragu jika Kalila adalah yang terbaik untuknya. Sebab, hatinya juga masih ada sedikit perasaan pada Arabella.


" Demikian, meeting kita hari ini. Saya harap, Minggu depan kalian sudah bisa bekerja dengan baik! "

__ADS_1


" Baik Pak Liam ! "


" Oke, ada pertanyaan? "


Para manajer masing-masing divisi menggeleng.


" Baik, berarti paham ya apa yang saya katakan tadi. Kalau begitu, saya ucapkan terimakasih, dan selamat bekerja! "


Liam, segera pergi ke ruangannya. Dia, menghubungi Nanda, kepala pelayan. Supaya, mengantarkan makan siang untuknya, tapi dengan syarat Kalila yang harus memasak dan juga mengantarkannya. Pria tampan itu, benar-benar tidak sabar, ingin makan masakan Kalila.


" Baik Pak Liam, Nona Kalila sedang memasak untuk anda. Dan, sebentar lagi akan mengantarkannya pada anda! "


" Baik, terimakasih Nanda ! "


" Sama-sama Pak ! "


Di dapur mewah milik keluarga Liam dan Arabella. Kalila, sedang memasak nasi goreng untuk sang suami. Tidak lupa, dia juga membuatkan sup ayam, untuk suaminya. Supaya, suaminya itu bisa segar kembali. Tidak lupa, dia membuatkan teh madu jahe untuk suaminya minum pada malam hari. Karena, tadi pagi seusai Keduanya mandi bersama sehabis bersetubuh. Liam mengatakan padanya, bahwa hari ini dia akan lembur, dan perkiraan pulang pukul 22.30 waktu setempat.


Beberapa menit kemudian, Kalila sudah selesai memasak makanan untuk sang suami. Nanda yang melihat itu terlihat tidak suka, entah mengapa wanita paruh baya itu begitu membencinya tanpa sebab. Padahal, dia tidak pernah usil pada wanita paruh baya itu.


" Bu, saya sudah selesai memasak. Dan, akan pergi ke kantor Mas ah maksud saya Pak Liam ! "


" Iya, silakan, supir sudah menunggu kamu. Cepatlah sedikit, jangan banyak bicara! "


" B...baik, saya permisi dulu! "


Nanda, hanya mengangguk sebagai jawaban. Kalila, segera pergi ke pintu utama. Setelah itu, dia memberi salam pada supir pribadi Liam yang saat itu pernah menjemput mereka. Kemudian, dia masuk ke dalam mobil dibantu oleh Samsudin, pria paruh baya yang merupakan supir pribadi suaminya.


" Non, bagaimana betah tidak di rumah Pak Liam ? "


" Saya enggak betah Pak, Ibu Nanda sepertinya sangat membenci saya! "


" Dia ya ? Saya dengar sih Ibu Nanda itu, sedang mempersiapkan putrinya untuk masuk ke kediaman Efendi. Dalam artian, untuk menjadi istri kontrak Pak Liam. Supaya, bisa menghasilkan uang, dengan menjual Rahim anaknya. Karena, Nyonya Besar ingin memiliki cucu, sebab sudah lama Pak Liam dan Bu Ara berumah tangga. Tetapi, keduanya belum memiliki anak juga ! "


" Astaghfirullah'aladzim, benarkah Pak ? "


Pak Samsudin mengangguk,


" Benar, tapi masalah Nona Kalila Nyonya besar tidak tahu. Maka dari itu, Nanda begitu membenci Nona. Sebab, Pak Liam mencintai anda Nona ! "


" Oh Begitu, aneh sekali. Mengapa harus membenci saya, tinggal dia sarankan saja anaknya masuk ke kediaman Efendy. Saya ini kan korban fitnah warga, kalau saja tidak difitnah mana mungkin saya mau menikah dengan Mas Liam! "

__ADS_1


" Ah kita sudah sampai Nona, tidak terasa ya dibawa mengobrol bisa secepat ini ! "


" Baik, Pak Samsudin kalau ruangan Mas Liam di mana ya? "


" Nanti nona tanyakan saja pada resepsionis. Saya, kurang tahu Nona ! "


Setelah dipersilahkan oleh resepsionis, Kalila segera pergi memasuki lift dan menekan tombol 15 . Di sana, adalah ruang kerja Suaminya. Begitu sampai, dia melihat papan nama sang suami di depan pintu kerja tersebut.


" Ir. Raden Dimas Liam Cemal Efendy. Mas Liam pasti di sini ! " batin Kalila .


Kalila, mengetuk pintu kerja sang suami, dan di dalam sana Liam sudah mengetahuinya dari sekretaris pribadinya. Jika, Kalila sudah ada di depan pintu. Liam, membuka pintu, dan mempersilahkan istrinya masuk ke dalam ruangan kerjanya.


" Ini semua masakan kamu ? "


Kalila, mengangguk


" Aih, rajinnya istriku! "


Liam, mencium kening sang istri.


" Kita makan bersama ya! "


Liam, segera menghidangkan makanan yang dibawakan Kalila. Setelah itu, dia pergi menyiapkan air putih untuknya dan sang istri.


" Ayo berdoa dulu, nanti kita akan makan siang bersama! "


" Baik Mas, terimakasih ya! "


" Sama-sama Sayang ! "


Setelahnya, mereka makan siang bersama, saling menyuapi satu sama lain. Setelah makan siang, Liam menjadi imam shalat dzuhur Kalila , mereka berjamaah. Seperti suami istri pada umumnya.


" Sayang, katakanlah apakah kamu kesulitan di rumah mewah milikku dan Ara ? "


" Ya, aku sangat kesulitan. Bahkan, aku berniat untuk kabur dari rumah. Aku benci, Bu Nanda selalu menyiksaku. Dia sangat membenciku, tapi aku tidak bisa melawannya. Dia orang tua, tidak seharusnya aku melawan orang tua! "


" Baiklah, Kalau begitu kita sewa apartemen kecil dulu. Nantinya, setelah Apartemen milikmu dan data-datamu dibuat. Kita, pindah ke sana Bagaimana? "


" Maaf ya Mas, aku bukannya mengadu domba. Tapi, ini enggak baik buat kesehatan mentalku ! "


" Iya, Mas paham. Malam ini, kita pindah oke ? "

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2