
Sekitar pukul 21.50 Liam, sudah sampai di Ibukota. Dia, segera menaiki ranjangnya, dan tidur. Memang begitulah keseharian, jika tidak ada Kalila. Karena, dia ingin mengelabui wanita polos itu, dia hanya ingin mendapatkan rasa percaya dari istri ke-dua nya tersebut. Padahal, dia tidak sadar jika Sang Maha Pencipta melihat segala perbuatannya. Mungkin, didikan agama yang kurang dari kedua orang tuanya membuat Liam menjadi begitu arogan, dan enggan untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim. Dia shalat, untuk pertama kalinya saat berada di rumah Kalila. Meskipun begitu, dia hafal beberapa surah pendek. Sehingga, dia mampu menjadi imam dari Kalila , Liam juga paham tentang cara memperlakukan istri, karena melihat bagaimana ayahnya memperlakukan sang Ibu.
Pria tampan, brewok itu tiba-tiba saja terbangun. Padahal, baru saja dia tidur, entah mengapa dia terbangun secepat itu. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, dan keringat dinginpun bercucuran, membasahi keningnya. Di lihatnya jam dinding, ternyata masih pukul 22.10 yang berarti, dia baru saja tertidur selama 30 menit. Ketika, dia sedang gelisah tak menentu, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Dimana, itu adalah nada untuk notifikasi pesan singkat di aplikasi hijau. Dengan segera, Liam meraih ponselnya, di nakas. Setelah itu, dia membacanya tidak menyangka, jika itu adalah pesan singkat yang dikirim oleh Kalila padanya.
Assalamualaikum, Mas sudah sampai belum di ibukota? Semoga, Allah SWT selalu melindungi dimanapun Mas berada., - Istri kecilmu Kalila.
Pada saat membaca pesan singkat dari Kalila, Liam merasa tidak nyaman. Entah mengapa, yang jelas dia tidak suka istri mudanya tersebut. Tapi, walaupun begitu, Liam tetap membalas pesan singkat dari sang istri.
Iya sayang , terimakasih ya . Kamu, tidurlah jangan memikirkan Mas. Liburan sepuasnya di Bali sana, Maaf ya. Mas tidak bisa menemani, dan menjemput kamu nanti. Karena, Arabella, sudah sampai di Indonesia.
Baik Mas, terimakasih. Kalila juga, sudah mengantuk.
Setelah, Kalila membalas pesannya, Liam tidak ada niatan untuk membalas pesannya kembali. Pria tampan nan brewok itu, kini menaruh gawai nya pada nakas seperti semula. Kemudian, Liam bangun dari tempat tidur, dan segera pergi untuk menyucikan diri. Selesai berwudhu, Liam membaringkan tubuhnya kembali pada ranjang.
" Apa yang baru saja aku lakukan? Mengapa aku mengikuti cara Kalila sebelum tidur? Apakah aku mulai menyukainya? Ah tidak mungkin, sudahlah jangan dipikirkan lagi. Besok, aku harus menjemput Istriku, jangan sampai aku terlambat ! " bathin Liam .
Keesokan harinya, Liam benar-benar kesiangan, dia tidak shalat Subuh sama sekali. Dan, setelah selesai makan pagi, dia bergegas untuk menjemput Arabella, istrinya. Ketika, pesawat Los Angeles, landing Liam bersiap siap untuk memarkirkan mobilnya. Dan, menunggu sang istri di terminal 3, bagian kedatangan. Setelah menunggu beberapa lama, dia menunjukkan papan nama atas nama Arabella.
Wanita cantik dan seksi itu, berlari menuju arah sang suami sembari dan memeluk tubuh suaminya tersebut.
" Mas Liam ! " ujarnya
Wanita itu, berjinjit dan mencium bibir sang suami. Sementara itu, Liam mengacak-acak rambutnya. Sampai-sampai mereka tidak sadar, ada yang diam-diam sedang memperhatikan keduanya.
Hilman, menyesal telah membawa Arabella mengenakan pesawat umum bukan pribadi. Seharusnya, dia membawa kekasihnya tersebut, dengan pesawat pribadi. Supaya, Liam tidak dapat menjemputnya.
" Hilman Hilman, rasakan itu . Kamu cemburu kan melihat Arabella, menciumku? " batin Liam.
Memang dasarnya, insting dan juga penglihatan Liam begitu kuat. Sehingga, dia mampu merasakan jika ada seseorang yang tengah memperhatikan kemesraan Keduanya. Liam, dengan segera mengajak sang istri untuk mengikutinya. Liam, langsung mengajaknya ke parkiran mobil.
" Ah syukurlah, tidak ada reporter yang menghalangi jalan kita ya Mas ? "
__ADS_1
" Aku sengaja tidak memberitahu kedatangan, kamu ke Indonesia. Dan, beberapa yang sudah tahu kepulangan dadakan kamu, aku sudah membayar mereka. Supaya kamu nyaman dengan kepulangan mu ini ! "
" Terimakasih Mas, aku bahagia sekali ! "
Dengan gaya centilnya, Arabella bergelayut manja pada lengan sang suami.
" Ayo masuk, kamu pasti lelah kan ? "
Arabella, mengangguk sebagai jawaban.
" Baiklah, ayo ! "
Liam, segera membukakan pintu mobil untuk Arabella. Begitu, istrinya sudah masuk ke dalam mobil Liam segera menutupnya kembali. Pria tampan itu, merasa ada yang sedang mengikutinya. Dan, teryata benar, memang ada yang mengikutinya beberapa saat yang lalu. Kemudian Liam, menatap sekilas seseorang yang sedang mengikutinya.
" Pria tadi, mirip sekali seperti Papa. Ah mungkin itu hanya perasaanku saja ! " batin Liam.
Setelah perjalanan selama kurang lebih 15 menit dari bandara internasional Soekarno-Hatta menuju kediaman Liam dan Arabella. Akhirnya, mereka sampai di kediaman mewah di Menteng Jakarta Pusat.
" Oke sayang, terimakasih ya ! "
Seperti biasanya, Liam akan membukakan pintu mobil untuk sang istri. Arabella, tersenyum bahagia setelah sang suami dengan setia menunggunya.
" Hidup ini sungguh luar biasa, aku bisa dicintai oleh 3 pria sekaligus. Dan ketiganya, sama-sama pria tampan dan baik hati! " batin Arabella.
Setelah keluar dari mobil, Arabella merangkul lengan sang suami. Dia, benar-benar bahagia, karena sudah dicintai oleh 3 pria sekaligus. Dimana, mereka semua statusnya bukanlah pria biasa. Bahkan, 2 diantaranya menjadi idaman setiap wanita, di generasi ini. Siapa lagi, kalau bukan Liam dan juga Hilman. Sementara itu, kekasih gelapnya yang ke-dua adalah pria yang sangat misterius.
" Mas Liam, aku lelah sekali. Aku, tidur dulu ya ! "
" Baiklah, Mas juga ada pekerjaan. Jadi, Mas akan berangkat bekerja dulu oke ! "
Arabella, mengangguk sebagai jawaban. Dia, kemudian memasuki kamarnya, dan juga beristirahat. Dan, Liam berangkat ke kantornya untuk bekerja. Sebelum berangkat, dia meminta para maid, untuk melayani Istrinya tersebut dengan baik. Karena, perjalanan jauh, sehingga mereka tidak boleh mengganggu Arabella yang sedang tertidur. Nanda, kepala pelayan sudah dipecat dari pekerjaannya. Karena, wanita itu mempunyai niat busuk, sehingga dia mengangkat Maria sebagai kepala pelayan.
__ADS_1
Kalila, diberikan pelayanan terbaik di villa ini. Akan tetapi, dia sungguh tidak bahagia sama sekali. Tapi, dia bukanlah siapa-siapa disini, dia hanyalah seorang istri simpanan Liam. Jadi, Kalila merasa tidak ada kekuasaan untuk meminta ini dan itu. Laksmi, kepala pelayan di villa mewah ini menghampiri Kalila.
" Selamat Pagi Nona, ada yang bisa saya bantu? Mengapa anda memasak sendiri? Kami disini bisa melayani anda, Pak Liam memberikan titah pada kami agar kami melayani anda sepenuh hati kami ! "
Kalila, menggeleng sembari tersenyum manis.
" Tidak apa-apa Bi, saya bisa sendiri kok. Ah iya, bolehkah saya bertanya pada anda ? "
Laksmi, menatap wajah polos dan cantik istri muda Bosnya.
" Boleh, apakah itu? "
" Mas Liam, dan istri pertamanya pernahkah mereka kemari? "
" Oh itu, keduanya pernah kemari pada saat pernikahan mereka saja. Dan, sempat tinggal disini selama kurang lebih 2 Tahunan, Nona. Kalau saja, Ibu Arabella tidak keguguran. Pasti keduanya sudah memiliki anak! "
" Oh begitu! "
Laksmi, mengangguk
" Semenjak kejadian itu, Ibu Arabella sering mengurung diri, dan sedih berkepanjangan. Kemudian keduanya, pindah ke Jakarta. Pasca keguguran, Ibu Arabella kemudian menjadi model, dan itu sungguh membuat kami disini terkejut ! "
Kalila, mengangguk paham, sembari memperhatikan wanita paruh baya itu.
" Tapi, saya menduga jika ibu Arabella, sepertinya sengaja keguguran bukan tanpa sengaja. Karena, saya pernah melihat sebuah bungkusan di kamarnya. Dan, saat itu Pak Liam sudah pergi menemani Ibu Arabella, ke rumah sakit! "
" Apa ? "
Kalila begitu terkejut, saat mendengar perkataan dari kepala pelayan tersebut.
Bersambung
__ADS_1