Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 6


__ADS_3

Hotel Shangrila, London


" Mas Hilman, bangun ih kita kesiangan! "


" Ah, iya sayang, gara-gara kamu sih Mas jadi kesiangan. Semalam, kamu merayuku mana bisa aku kuat melihat kau begitu menggoda ! "


Arabella, tersenyum malu,


" Baiklah, maafkan aku ya Mas ! " ujar Arabella manja.


" Iya sayang, tenang saja. Aku, hanya becanda kok ! " kata Hilman.


Arabella, mengulas senyumnya.


" Kita harus segera mandi, dan pergi menemui klien kita ! "


" Baiklah, ayo sayang! "


" Mas Hilman, memang tidak pernah berubah sama sekali. Selalu sama, sejak dari dulu menawan, sayangnya, tidak hanya dia yang menempati posisi hatiku, ada satu pria lagi. Yang lebih berkharisma daripada dia ! " batin Arabella.


" Sayang, kok bengong sih? "


" Ah, sorry. Aku, terpesona melihat wajahmu, Mas ! "


Arabella, mencoba tersenyum manis, membuat Hilman gemas terhadap kekasihnya tersebut. Kemudian, dia menggendong tubuh sang kekasih, ala bridal style. Dan, segera memasuki kamar mandi.


" Kita sudahi mandinya ya, Mr. Andrew sudah menunggu!"


" Baiklah Mas, aku rasa sudah cukup! "


Setelah membersihkan diri, keduanya kini mengambil pakaiannya di walk in closet. Keduanya, kini sudah berpakaian rapi.


" Mas, aku pake makeup dulu ya ! "


" Baiklah, silakan sayang ! "


Makan siang bersama kliennya, inilah yang dilakukan oleh Hilman dan Arabella.


" Mrs. Elena, your so beautiful ! "

__ADS_1


" Ah, thank you so much, you too darling ! "


Arabella, tersenyum manis, wanita seksi itu bahagia bisa membuat Mrs. Elena senang, akan pujiannya.


" Sudah lama sekali, kita tidak berjumpa ya Hilman ! "


" Benar sekali, Mr. Andrew. Ah iya, bagaimana jika 3 bulan lagi kita berlibur ke Bali? "


" Wah ide yang bagus itu honey agar hubungan kita makin dekat ! "


" Ah benar kata Nona Arabella, kita memang harus bisa dekat. Selain kita adalah partner bisnis. Kita berdua juga, saudara ! " ujar Mrs. Elena.


" Aku setuju !" jawab Mr. Andrew.


" Ah iya, bicara mengenai projects kita ini. Aku, ingin Arabella menjadi brand ambassador tetap dibutik milikku ! "


" Yes, berhasil. Aku akan sukses, dalam waktu dekat ini ! " batin Arabella.


" Baiklah sayang, aku akan meminta Hilman untuk hal itu ! "


" Semoga, Arabella sukses. Aku, ingin melepaskan dia dari ikatan pernikahannya bersama Liam" batin Hilman.


Liam, terbangun dari tidurnya, dia meraba samping ranjangnya. Ternyata, istri mudanya itu, sudah tidak ada lagi di sampingnya. Liam, langsung terbangun, dan segera memakai pakaiannya lengkap. Dia, mencari keberadaan sang istri.


" Kalila, kamu dimana ? "


Tidak disangka, saat dia sibuk mencari Kalila, wanita itu justru sedang menyiram bunga di taman. Dia, juga memakai pakaian seperti maid. Membuat Liam, naik pitam, dia bertanya siapakah yang sudah membuat istri mudanya melakukan pekerjaan seperti ini. Bukankah, Arabella masih di London, untuk acara fashion show nya.


" NANDA ! " teriak Liam .


" Iya Pak, bagaimana? "


" Siapa yang berani meminta istriku, untuk melakukan pekerjaan seperti ini? "


" Anu, tadi ada Nyonya besar datang, dan saat ini sedang berada di kamar tamu untuk istirahat. Kebetulan, nona Kalila mendengar berita itu. Jadi, Nona Kalila berinisiatif untuk menggunakan pakaian yang sama seperti kami ! "


" Aih, lalu apakah beliau akan menginap disini? "


" Sepertinya, beliau akan menginap disini Pak. Jadi, nona Kalila akan tidur di kamar khusus maid. Nona, Kalila meminta bantuan saya untuk menyediakan tempat untuknya! "

__ADS_1


" Baiklah, tolong jaga istriku. Jangan kau menyakiti dia, dan setelah semuanya selesai. Aku akan memberitahu pada kalian, kalau Kalila bukanlah penggoda. Jadi, siapapun yang menindas istri mudaku, aku akan langsung menghukumnya! "


" Baik Pak! "


" Pergilah, kembali bekerja! "


Liam, memperhatikan wanita cantik berjilbab itu. Dia, merasa bersalah pada Kalila, beberapa jam yang lalu dia sudah membuat Kalila kelelahan akibat perbuatannya. Kini, Kalila harus bekerja sebagai maid di kediamannya. Pasti, hati kecilnya sedih diperlakukan seperti pembantu. Jelas-jelas, Kalila adalah istri dari Liam. Tapi, mau bagaimana lagi. Liam, saat ini masih belum bisa memastikan tentang perasaannya. Apakah, dia mencintai Kalila, atau tidak. Juga, dia bingung bagaimana caranya agar bisa menceraikan istri pertamanya yang sudah mengkhianatinya itu.


" Maafkanlah aku, Kalila! " ujar Liam lirih.


Kalila, sudah menyelesaikan tugasnya menyiram bunga. Wanita muda itu, kemudian meminta izin pada Nanda, alias kepala pelayan. Dia, ingin melaksanakan shalat ashar terlebih dahulu, kemudian dia akan menyelesaikan tugasnya yang lain.


" Hanya 5 menit, tidak boleh lebih. Karena, walaupun kamu dibawa langsung oleh Pak Liam. Kamu, tetaplah bawahan saya, dan ingat jangan sampai Pak Liam tahu tentang ini ! "


Kalila, mengangguk, matanya mulai mengembun, seolah siap menumpahkan air matanya.


" Mungkin, sudah menjadi takdirku seperti ini, selalu saja direndahkan oleh orang lain. Ya Allah, lindungilah hambaMu ini! " batin Kalila.


Saat itu, Kalila baru saja bangun tidur. Dia, segera memakai jilbabnya kembali, kemudian meminum air putih. Dia berjalan secara perlahan, menuju pintu untuk keluar dari kamar Liam, Suaminya. Karena, pria yang merupakan suami sirinya itu sedang tertidur pulas, sehingga Kalila takut mengganggu sang suami.


Baru saja keluar dari kamar suami, seseorang menarik pergelangan tangannya. Dia adalah Nanda, si kepala pelayan. Wanita paruh baya itu mengatakan, jika dia adalah orang kepercayaan Nyonya muda, yaitu Arabella. Dia mengancam Kalila supaya, bersikap selayaknya seorang maid. Karena, jika Kalila tidak menuruti keinginannya, maka dia akan melaporkan pada Arabella. Jikalau, dirinya adalah wanita simpanan Tuan Mudanya. Kebetulan sekali, Ibu kandung Liam, alias mertua Arabella datang mengunjungi kediaman keluarga Liam.


Kalila, tidak ingin membuat keributan di rumah ini. Sehingga, dia lebih memilih manut pada Nanda. Wanita paruh baya itu, sungguh munafik, di depan Liam saja dia begitu baik. Tapi, jika tidak mengikuti keinginannya, maka hubungan Liam dan ibunya akan hancur. Pasalnya, Arabella adalah menantu kesayangan keluarga Efendy. Jadi, sebaiknya Kalila mengalah saja. Jujur saja, wanita muda itu, sudah mulai mencintai Liam Suaminya. Bahkan, sejak pertama kali bertemu, karena Liam begitu tampan, dan juga gagah. Istilahnya, jatuh cinta pada pandangan pertama atau love at the first sight. Liam adalah pria pertama yang menyentuhnya. Pria itu juga, sangat baik dan juga sangat menghormatinya sebagai istri.


Namun, sayangnya Kalila tidak tahu. Jikalau Liam, sebenarnya hanya ingin mempermainkannya saja. Pria itu tidak benar-benar serius, menjalani rumah tangga dengannya. Bagi Liam, dia hanyalah pengganti Arabella, untuk memenuhi kebutuhan ranjangnya saja. Karena, sudah sangat lama, Liam dan Arabella tidak pernah melakukan hubungan intim. Sebab, kesibukan mereka.


Kalila, saat ini baru saja melaksanakan shalat ashar. Wanita muda itu hanya berdzikir sekenanya, dan setelah waktunya habis, dia segera kembali ke dapur guna menemui Nanda, kepala pelayan. Untuk melaporkan pada wanita paruh baya itu, jika dirinya sudah selesai beribadah.


" Bu Nanda, saya sudah shalatnya! "


" Bagus, kalau begitu tolong belikan bahan-bahan ini. Kamu, temani Maria, pergi belanja untuk makan malam! "


" B...Baik Bu ! "


Kalila, segera menemui Maria, dan pergi meninggalkan kediaman Liam untuk membeli beberapa bahan makanan.


" Enak saja kamu, datang-datang sudah ingin hidup enak di rumah ini. Wanita kampung seperti kamu, tidak pantas menjadi istri Tuan Muda, walaupun hanya istri siri ! " batin Nanda.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2