Cinta Liam Untuk Kalila

Cinta Liam Untuk Kalila
Chapter 14


__ADS_3

Liam, dan Kalila baru saja sampai di Beijing, China. Perjalanan selama 7 jam 11 menit itu, sungguh melelahkan. Untung saja, orang suruhan Mr. Lu Han akhirnya datang menjemput mereka berempat. Sehingga, mereka tidak begitu lama, menunggu di Bandara Internasional Daxing ini. Liam bergandengan tangan dengan Istrinya. Begitupun dengan Joe, dia menggandeng tangan istrinya yang tidak kalah cantik dengan Kalila tersebut. Setelah itu, mereka memasuki mobil jemputan tersebut, dan beberapa menit kemudian. Mereka sampai, di sebuah Apartemen mewah, di North Gate, No. 1 Xiagongfu Street, Dongcheng District, Beijing, CN atau lebih dikenal dengan The Imperial Mansion, Beijing Marriott Executive Apartments.


" Mewah sekali ! " batin Kalila.


" Bagaimana, kamu suka tidak? Kita, akan menghuni no 121 sementara itu, Joe dan istrinya menghuni rumah no 122! "


" Iya , Kalila suka Mas!,."


Liam mengangguk, kemudian dia mengucapkan terimakasih pada orang suruhan Mr. Lu Han.


" Xièxiè Chén zǒng, yě zhuǎndá wǒmen duì Lù Hán gōngzǐ de gǎnxiè. ( Terimakasih Pak Chen, dan sampaikan juga terimakasih kami pada Tuan Muda Lu Han ! " ).,


" Bùyòng xiè lah, wǒ hěn gāoxìng néng bāng dào gèwèi shàoyé de shēngyì huǒbàn. ( Tidak perlu berterima kasih. Saya dengan senang hati, membantu kalian rekan bisnis Tuan Muda! "


Kalila, begitu takjub melihat suaminya bisa berbahasa Mandarin. Sementara itu, Liam berjabat tangan dengan Pak Chen, dan setelahnya pria paruh baya itu segera pergi meninggalkan mereka .


" Oke, Joe kamu di rumah sebelah. Sementara itu, aku di sini bersama Kalila! "


" Baik Pak Liam, kalau begitu saya dan istri saya permisi dulu! "


" Baik, selamat beristirahat. Jangan lupa, malam ini pukul 19.00 kita makan malam bersama! "


" Oke, siap laksanakan! "


" Tunggu, Joe lain kali kamu harus belajar Bahasa Mandarin ya. Supaya, kamu tidak hanya melongo seperti tadi! "


Joe, tertawa menanggapi ucapan bosnya, dia kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu .


" Baik Pak Liam, saya akan berusaha! "


Liam, mengangguk kemudian dia berpamitan masuk ke rumahnya. Pun dengan Joe, dan istrinya. Mereka, masuk ke dalam rumah yang tepat berada di depan rumah Liam dan Kalila.


Sementara itu, Arabella dan kekasihnya baru saja mandi setelah bercinta semalaman. Keduanya, kini hanya mengenakan bathrobe berwarna navy. Pasangan selingkuh, beda usia itu sedang bahagia. Pasalnya, 2 bulan kedepan keduanya bebas. Dimana, Liam tidak akan mengganggu Keduanya, begitupun dengan istri pria tua itu.


" Papa, kita berhasil. Mas Liam dan Mama tidak akan mengganggu kita ! "


" Benar sayang, Papa sangat bahagia! "


Pria paruh baya itu, mengecup leher sang kekasih. Arabella, memiringkan kepalanya, supaya memudahkan kekasihnya.

__ADS_1


" Pa, sudah nanti kita bisa mulai lagi. Bagian bawahku bisa-bisa lecet! "


" Salahmu sendiri terlalu menggoda. Aku, ingin lagi dan lagi, istriku sudah tidak menggairahkan lagi. Jadi, kau harusnya mau melayani aku sepuasnya!"


" Baiklah, tapi kita istirahat dulu. Kita bebas melakukannya, sebab aku diberi liburan selama 2 bulan penuh. Jadi, Papa bisa menghubungi aku jika ingin dipuaskan! "


" Baiklah, sayangku! "


Arabella, tersenyum menggoda. Wanita itu, bahagia akhirnya dia dapat menemui kekasihnya tersebut. Baginya, pria paruh baya ini lebih baik daripada Liam dan juga Hilman. Dia bahkan berencana untuk hamil anak pria paruh baya itu, supaya harta warisan jatuh pada anaknya.


" Pa, apakah kau masih membutuhkan anak ? "


Pria paruh baya itu, mengerutkan keningnya


" Maksudnya? "


" Jika kau tidak keberatan, aku bersedia untuk menampung benihmu. Kita, akan memiliki anak bagaimana? "


" Ara, jangan berlebihan. Aku takut Kurnia tahu perselingkuhan kita! "


" Mengapa Papa takut, bukankah Papa yang berkuasa atas segala harta milik keluarga Efendy? "


" Ayolah jangan becanda, sayang. Ini tidak lucu! "


Arabella, bergelayut manja pada leher sang kekasih. Efendy dapat dengan jelas melihat, belahan dada kekasihnya tersebut.


" Sayang, jangan menggodaku! "


" Papa, jika aku hamil anakmu. Maka, kau dan aku akan segera bersama, dan kita akan hidup bahagia. Kita bercerai dari pasangan yang tidak kita cintai!"


Efendy, menatap nanar wajah sang kekasih. Bukannya apa-apa, Kurnia memang tidak secantik dulu. Akan tetapi, wanita yang bisa melayaninya dengan baik, dari mulai memasak dan lainnya adalah Kurnia. Sementara itu, Arabella hanya melayani syahwatnya saja. Urusan lainnya, Arabella tidak pandai, bagaimana bisa dia akan hidup bahagia bersama sang menantu. Tapi, dengan terpaksa, dia mengiyakan ajakan Arabella. Dan akhirnya, keduanya mulai pembukaan untuk pergi menuju kenikmatan surgawi.


Setelah makan malam, Kalila dan Liam berjalan-jalan sekitar taman. Menikmati indahnya malam bersama, sembari bergandengan tangan.


" Mas, terimakasih ya. Mas mau mengajak Kalila pergi, Kalila sangat bahagia! "


" Sama-sama sayang, Mas juga harus adil kan terhadap istri-istri Mas ! "


" Benar, Kalau kita ketahuan, Mas boleh menceraikan aku ! "

__ADS_1


Liam, tidak suka saat mendengar perkataan dari istri mudanya tersebut. Dia, mengepalkan tangannya, menahan amarahnya.


" Yang ingin menceraikan kamu siapa Kalila? Mas tidak ingin bercerai darimu. Mas tahu, Mas salah sudah membuat kamu berada di situasi sulit begini. Tapi, aku mohon bertahanlah , aku akan mengumumkan pernikahan kita. Sebentar lagi ya, tolong ! "


Liam, bersujud di kaki Kalila. Sementara itu, Kalila begitu terkejut, dia tidak ingin melihat suaminya bersikap seperti itu.


" Mas, bangun aku salah tolong maafkan aku ! "


Liam tersenyum bahagia, dia akhirnya bangun dan memeluk tubuh sang istri.


" Terimakasih Sayang, mas sangat bahagia! "


" Mas, kalau boleh tahu. Mengapa Mas Liam, mau menikahi aku? Padahal, Mas bisa saja menolaknya loh ! "


" Mas ingin memiliki momongan sayang, Arabella masih tidak ingin memiliki anak denganku. Dia, masih sibuk dengan pekerjaannya! "


" Tapi, kalau aku melahirkan anak itu. Tolong jangan ceraikan aku, jika itu terjadi. Maka, aku tidak akan menampakkan diri padamu lagi ! "


" Kalila, kamu ini polos sekali. Aku, tidak akan pernah menceraikan kamu. Karena, kamu akan menjadi istri dari Liam Cemal Efendy. Jadi, kamu harus mengandung, dan melahirkan anakku. Meskipun, aku tidak mencintai kamu, tapi aku ingin membalas dendam pada wanita ular itu ! "batin Liam.,


Kalila, tersenyum manis, dia menggenggam erat tangan sang suami dan menciumnya.


" Kalau begitu, kita bikin anak yuk Mas!"


" Serius? "


Kalila, mengangguk kemudian dia berjinjit dan hendak mencium bibir sang suami. Akan tetapi, Liam mencegahku.


" Sayang, ini tempat umum. Jangan begini, ayo kita ke kamar! "


Kalila, menundukkan wajahnya dia sungguh malu atas apa yang baru saja diperbuatnya.


" M...maaf Mas, Kalila enggak tahu ! "


" Ya sudah, ayo kita ke kamar! "


Kalila, dan Liam kini mempercepat langkah kaki mereka. Kemudian, setelah beberapa menit berjalan, akhirnya keduanya berwudhu dan setelahnya mereka memulai ikhtiar untuk membuat anak .


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2