
Hari demi hari berlalu, pasangan paruh baya itu akhirnya di datangi oleh asisten pribadinya.
" Selamat Pagi, Ibu Norma dan Bapak Subroto!"
" Selamat Pagi, Dahlan! "
" Bapak, dan Ibu sudah siap untuk pergi ke Ibukota ? "
" Aku sudah siap, terimakasih kau sudah menjaga perusahaan kami selama Satu Dekade terakhir ini! "
Dahlan, mengangguk.
" Hanya anda yang berhak menjadi pemimpin di perusahaan tersebut. Ah iya, mengenai ponakan anda, saya mendapatkan informasi jika dia sudah memiliki suami juga dia saat ini terlibat romansa terlarang dengan seorang pria. Pria itu, wajahnya sama seperti Bapak Efendy! "
" Ya Ampun, bagaimana dengan anakku? "
" Nona, dia sedang bersama suaminya di Beijing China! "
" Baiklah, terimakasih Dahlan! "
" Sama-sama, mari Ibu Bapak masuk ke dalam! "
Asisten pribadi keluarga Subroto itu, membukakan pintu mobil untuk Nyonya Besar nya. Sementara itu, supir pribadi membukakan pintu mobil untuk Tuan Besar. Setelah semuanya selesai mereka masuk, ke dalam mobil dan segera pergi meninggalkan tempat itu, kebetulan ini sudah musim panas. Sehingga, memudahkan perjalanan jauh mereka.
Sudah 3 Minggu ini, Kalila berada di kamar apartemen. Sebab, dia juga malas walaupun diajak Liam pergi. Entahlah, diapun tidak tahu. Padahal, Liam selalu mengajaknya jalan-jalan. Yang dia inginkan hanyalah tidur, dan tidur. Bahkan, dia juga tidak ada keinginan untuk merias diri. Yang jelas, semuanya serba malas.
Hari ini, Kalila merasa tidak enak badan, dia juga sudah beberapa kali muntah dan bolak-balik ke wastafel guna mengeluarkan cairan tubuhnya. Sementara itu, Liam sedang berada di pabrik Mr. Lu Han. Sehingga, dia tidak tahu jika sang istri sedang tidak enak badan. Karena, pagi-pagi sekali setelah shalat subuh, dia berpamitan pada sang istri.
" Apakah, aku harus memberitahu Mas Liam? Sungguh, aku tidak tahan lagi ! " batin Kalila.
Kalila, mencoba untuk bangkit dari ranjang. Dia, mencoba untuk mengambil gawainya. Setelah itu, berhasil, dia segera menghubungi sang suami.
" Assalamualaikum, Sayang ada apa ? Kangen sama Mas ? "
Sembari menahan rasa mualnya, Kalila mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.
" M...Mas, aku tidak enak badan. Rasanya pusing dan mual, sedari tadi aku bolak-balik ke wastafel, mual sekali Mas tidak tahan aku ! "
" Ya ampun, baiklah. Mas, akan segera pulang, nanti kita pergi ke dokter ya ! "
" M... maaf Mas, aku sudah sangat merepotkan kamu ! "
" Jangan katakan itu, aku tidak suka Kalila ! "
__ADS_1
Jika Liam sudah menyebutkan nama aslinya, itu artinya dia sedang marah.
Arabella, dan juga Hilman, hari ini baru bisa bertemu. Keduanya, memutuskan segera pergi ke rumah, Hilman yang baru di beli olehnya.
" Wah, rumah barumu bagus sekali Mas! "
" Ini spesial untukmu, Sayang. Kelak, jika kau dan aku menikah, kita akan menempati rumah mewah ini! "
" Ya ampun Mas, kau ini romantis sekali! "
" Maaf Mas, aku hanya ingin memanfaatkan kamu saja. Cintaku, hanyalah untuk Papa Efendy! " batin Arabella.
" Hei, mengapa kau melamun, mari kita masuk ! "
" Ah iya, Mas ! "
Setelah itu, keduanya segera masuk ke dalam rumah mewah di daerah Jakarta Selatan ini.
Liam, benar-benar bahagia saat dokter menyatakan jika Kalila sedang hamil. Dan, usia kandungannya sudah 3 Minggu. Pria tampan brewok itu, terharu dia mengecup kening sang istri, berulang kali.
" Mas, jangan berlebihan, ucapkanlah Masyaallah la quwwata illa billah. Yang artinya, sesuatu dikehendaki Allah, tiada kekuatan selain kekuatan Allah. Berdoa saja, semoga anak kita bisa tumbuh dengan baik, dan lahir dengan selamat! "
Liam mengangguk sebagai jawaban,
" Ya Allah, hati istriku ini terbuat dari apa ? Mengapa dia begitu baik padaku, padahal aku hanya mempermainkannya saja! " batin Liam.
" Alhamdulillah, akhirnya aku bisa memiliki anak. Masyaallah! " batin Liam.
Tanpa sadar, Liam mengikuti perkataan sang istri. Setelah itu, dia mengecup kening sang istri. Dan, kembali memeriksa laporan, yang beberapa waktu lalu diberikan oleh Joe, padanya .
Baru saja Liam, hendak membuka laptopnya. ada seseorang yang membunyikan bel apartemennya. Pria itu, segera pergi meninggalkan ruangan kerja, dan bergegas untuk melihat siapa yang ada dibalik pintu. Liam, mengintip dari balik celah pintu tersebut, ternyata itu adalah Joe Satrio Asisten pribadinya. Dengan segera, dia membukakan pintu untuk Joe.
" Gawat Pak Liam, orang suruhan kita mengatakan kemungkinan besar Farel dibunuh oleh seseorang. Mereka, sedang berusaha mencari jasadnya! "
" Mana pesannya ? "
Joe, menyerahkan ponselnya untuk dibaca oleh Liam.
Pak Liam, saya sudah berhasil. Tapi, sepertinya saya tidak bisa memberikannya kepada anda. Sebab, ada gerombolan mengikuti saya, jika anda ingin memberikan bonus tolong kasih langsung pada istri saya. Sebab, kami sedang kekurangan biaya.
" Joe, segera selidiki siapa yang membunuh rekan kita ? "
Joe, mengangguk
__ADS_1
" Baik, saya akan segera menyelidikinya! "
Liam, mengangguk, setelah Joe, pergi dari pandangannya. Liam menutup pintu apartemennya, dan mendudukkan tubuhnya di sofa panjang.
" Astaghfirullah, ada apa ini? Mengapa bisa terjadi? Siapakah dalang dibalik semua ini? " batin Liam.
" Mas ...! "
Liam, menoleh saat mendengar suara sang istri.
" Sayang, bukannya kamu harus pergi tidur? "
" Tidak Mas, aku barusan mendengar suara Mas sedang berbicara dengan Joe. Makanya, aku terbangun, tapi aku tidak mendengar percakapan kalian kok! "
Liam, mengangguk, dia kemudian memberikan isyarat, agar Kalila mau duduk di sampingnya. Lalu, pria itu berbisik pada telinga sang istri.
" Kita tidur yuk, Mas juga lelah! " ujar Liam .
" Kalau begitu, mari kita tidur! "
Liam mengangguk kembali, kemudian dia bangkit, dan segera menggendong tubuh Kalila. Dia, merebahkan tubuh istrinya, dan setelah itu barulah Liam ikut berbaring di ranjang.
" Ya Allah, aku harus bagaimana? " batin Liam.
" Sepertinya, Mas Liam sedang memiliki masalah. Ya Allah, apapun masalah yang sedang dihadapinya, semoga bisa segera terselesaikan Aamiin! " batin Kalila.
Arabella, dan juga Hilman baru saja selesai melakukan hubungan intim. Seperti biasanya, Hilman akan tertidur pulas, setelah selesai menuntaskan hasratnya. Akan tetapi, berbeda dengan Arabella, dia akan segera membersihkan tubuhnya, sekalian dia akan membalas pesan singkat yang dikirim oleh Papa mertuanya.
Sayang, kau dimana? Kau lupa ya istriku, akan segera pulang. Jadi, kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk berduaan .
Iya Papa, sabar ya. Aku, akan segera pulang. Masih ada sedikit pekerjaan, aku pulang sebentar lagi.
Aku, akan menjemputmu kau dimana ?
Tidak usah, aku segera kembali. Papa sabarlah, aku tahu kok malam ini kita akan menjalankan ritual kita.
Baiklah sayang, aku tunggu kau disini.
Itulah isi pesan Keduanya, kini setelah mandi Arabella segera memakai pakaiannya kembali. Dia tidak lupa, memberikan catatan untuk Hilman, di nakas. Setelah itu, dia bergegas menuju pintu utama dan segera memesan taksi.
Kalila, memeluk tubuh sang suami. Dia, menghibur suaminya, memberikan kehangatan pada tubuh Liam. Seolah paham, Liam memeluk tubuh sang istri dan mengecup puncak kepalanya.
" Terimakasih Kal, kamu sudah menghiburku! " batin Liam.
__ADS_1
" Aku harap, Mas Liam nyaman denganku. Selagi aku masih menjadi istrinya, aku tidak boleh mengecewakan dia ! " batin Kalila.
BERSAMBUNG